Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Sedarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Sedarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2016

Cerita Seks Sedarah Kau Boleh Ngisep Penisku Dan Aku Boleh Nyodok Memekmu

Cerita Ngentot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita ABG Mesum – Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum HOT – Cerita Seks Selingkuh – Cerita panas saling meraba liang kewanitaan saudari Evitamala yang ganjen dengan judul “Cerita Seks Sedarah Kau Boleh Ngisep Penisku Dan Aku Boleh Nyodok Memekmu” yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.

Cerita Seks Sedarah Kau Boleh Ngisep Penisku Dan Aku Boleh Nyodok Memekmu

Cerita Seks Sedarah Kau Boleh Ngisep Penisku Dan Aku Boleh Nyodok Memekmu
Cerita Seks Sedarah Kau Boleh Ngisep Penisku Dan Aku Boleh Nyodok Memekmu
Cerita Sex – Aku baru selesai mandi sore dan mulai membuka buku untuk dibaca. Tetapi kulihat seseorang memasuki halaman dan aku segera menguakkan korden agar lebih jelas siapa yang memasuki halaman itu.

Aku kaget dan gembira, ternyata yang datang adalah Evitamala, saudara sepupuku yang kuliah di Surabaya, semester pertama, usianya sekitar 19 tahun. “Hai, kamu sukanya bikin kejutan. Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau datang?” kataku basa-basi.

“Kalau bilang dulu mau nyediain apa..” Setelah basa-basi kutawarkan mandi dulu agar hilang capeknya. Selesai mandi, ia membereskan kembali tasnya. Sepintas ia melihat dinding di sekeliling kamarku, yang penuh dengan gambar telanjang. Dia tersenyum dan berkomentar.

“Bagaimana kalau ada anak-anak yang masuk ke kamar ini”, aku jawab bahwa kamar ini khusus untuk orang yang sudah dewasa. “Kalau begitu ada gambar yang lebih porno lagi dong..” “Ada, mau lihat?” Sebelum menjawab, kuambilkan beberapa foto porno kegemaranku yang kusimpan di dalam lemari pakaianku. “Mau lihat, nggak apa-apa kok untuk pelajaran aja.”

Cerita Dewasa - Dengan ragu-ragu ia terima juga foto-foto kategori Mesum, dan dilihatnya dengan cermat, entah apa yang berkecamuk di dalam hatinya aku tidak tahu, tapi terlihat ekspresinya begitu tenang sekali. Entah karena sudah terbiasa, atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya. “Gimana, komentar dong.”

“Ada filmnya nggak?” “Nggak ada, tapi kalau yang asli justru ada”, kataku sambil bergurau. “Yang asli mana, coba” aku terkejut mendengar pernyataannya, sampai-sampai aku hampir tidak bisa menjawabnya.

“Eh, ada tapi itu anu..” aku jadi gugup, sambil kuarahkan jariku ke arah kemaluanku. “Tapi apa Mas..” “Tapi harus ada gantinya, barter gitulah.” “Tapi kalau yang ini aku nggak punya”, sambil ujung jarinya menunjukkan kemaluan pada gambar yang ia pegang.

“Yang semacam juga nggak pa-pa” “Yang bener nih”, sambil tangannya bersiap-siap mau memegang daerah terlarangku yang masih terbungkus celana. “He-eh bener”, kujawab saja sekenanya, aku kira hanya gertakan saja dia mau memegang kemaluanku. Betapa kagetku ternyata tangannya benar-benar memegang kemaluanku dari luar celana.

Aku tidak bisa bilang apa-apa, selain menikmatinya dengan perasaan senang. Secara refleks kuraih kepalanya dan kudekap sambil dalam hati berkecamuk memikirkan peristiwa ini. Kalau pacar atau orang lain aku tidak bingung, tetapi ini adalah saudara sepupuku yang sewaktu kecil sering bermain bersama.

Tetapi karena ia terus mengusap kemaluanku dari luar celana, aku buang pikiran itu jauh-jauh keraguanku. Keputusanku adalah menikmati saja peristiwa ini. Kucium keningnya, pipinya dan bibirnya. Sambil kugerayangi punggungnya, lehernya, pinggangnya, pantatnya dan terakhir buah dadanya.

Sebagai penjajakan saja apa reaksinya. Ternyata ia diam saja, bahkan semakin keras memegang selangkanganku. Terus kuciumi bibirnya sampai nafasnya memburu. Kubuka kausnya, dan aku melihat kulit tubuh yang tidak pernah terkena matahari itu demikian menimbulkan birahiku.

Kubuka BH-nya dan tambah kagum aku atas keindahannya. Kuelus buah dadanya yang kenyal dan sekali-kali kupencet putingnya yang membuat nafasnya makin memburu. Begitu aku berusaha mencium buah dadanya, ia mundur sambil menarik tanganku ke arah tempat tidur. Dalam keadaan telentang tampaknya ia sudah siap menerima tindakanku berikutnya, buah dadanya yang menantang bergelantungan.

Sebelum aku mendekatkan diri, aku melepaskan pakaianku hingga tuntas, sehingga batang kejantananku yang sudah membesar tergantung-gantung mengikuti gerak dan langkahku. Bersamaan dengan itu ia melepaskan juga pembungkus tubuhnya yang masih tersisa, sehingga kami benar-benar sudah telanjang bulat.

Tubuhnya benar-benar mulus, tidak ada cacat, payudaranya sedang, masih kencang, puting susunya coklat tua, mendekati hitam, perutnya ramping, lipatan kecil di perutnya menunjukkan belum begitu banyak lemak di situ, pinggulnya sedang, bulu kemaluannya tipis, sehingga bibir kemaluannya yang mengatup dengan rapi terlihat begitu indahnya. Ia raih batang kemaluanku, dan aku mendekatkan diri sehingga mudah baginya untuk mengulum dan menjilati batang kejantananku.

Sementara tanganku tanpa kusadari sudah meraih bibir liang kewanitaan nya yang sudah basah. Kuelus-elus bibir kemaluannya sambil kucari dan sesekali kusentuh klitorisnya. Dan kumasukkan jari tengahnya menggapai dasar kemaluannya. “Jilat kepalanya”, aku berbisik kepadanya. Dengan sigapnya ia segera tahu maksudku.

Ia segera mulai menjilati kepala kemaluanku yang semakin membesar saja dan mengkilap oleh jilatan. Rasa geli dan nikmat bercampur jadi satu. Birahiku benar-benar sudah sampai di ujung, ingin segera mengikuti naluriku untuk segera memasukkan ke dalam liang kewanitaan nya.

Tetapi nanti dulu, kuciumi dulu tubuh Evitamala, dari mulai bibir, telinga, leher, buah dada, perut dan liang kewanitaan nya. Kujilat-jilat klitorisnya yang membuat dia menggelinjang ke kanan kiri tidak karuan, pantatnya dia angkat tinggi-tinggi sehingga aku mempunyai ruang yang baik untuk melakukan kegiatanku menjilati klitorisnya yang sekilas kulihat semakin bengkak dan merah.

Sampai suatu saat tubuhnya makin menegang sambil berteriak menyebutkan sesuatu yang tidak jelas, bersamaan dengan itu membanjirlah cairan bening dari liang kewanitaan nya. “Aku sampai Mas, aku sampai Mas…” begitulah ucapan yang kutangkap dengan nafas terengah-engah.

Kemudian kuambil posisi untuk menyetubuhinya, kemaluanku yang sudah tegang dan membesar di ujungnya kusiapkan di depan pintu gerbang kewanitaannya. Dengan bimbingan tangannya, kumasukkan kemaluanku sampai habis tertelan oleh liang kewanitaan nya. Kembali ia mengerang, sambil memelukku dengan keras.

Sejenak kudiamkan saja batang kejantananku di dalam. Kurasakan pijitan liang kewanitaan nya sangat membuatku semakin nikmat. Batang kejantananku masih kudiamkan terendam di situ. Evitamala mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, sampai kusentuh dasar kemaluannya yang terasa seperti benjolan yang semakin keras menyentuh-nyentuh kepala kemaluanku.

Semakin nikmat rasanya, sehingga aku sendiri tidak tahan lagi dengan gesekan dan pijitan dari liang kewanitaan nya sehingga otot-otot pada tubuhku menegang dan bersamaan dengan itu, tanpa kusadari keluar maniku membasahi dan menghangatkan dasar kemaluannya.

Kurasakan Evitamala lagi-lagi mencapai orgasme. Kali ini lebih panjang erangannya, semakin kuat ia memelukku dan gerakan tubuhnya semakin tidak teratur. Kutancapkan dalam-dalam kemaluanku, hingga kami saling berpelukan. Beberapa detik kemudian kami terkulai. Aku masih belum ingin mencabut kemaluanku yang bersarang dengan damai di liang kewanitaan nya.

Kubalik tubuhku sehingga ia menjadi menindihku. Evitamala benar-benar puas dan sangat-sangat kelelahan. Beberapa menit kemudian ia sudah tertidur dengan pulas. Kemaluanku yang sudah melemah masih berada di dalam liang kewanitaan nya. Aku pun tertidur, dengan perasaan lega. Tengah malam kami bangun dan bermain lagi sampai puas.

Tiap bangun bermain lagi. Sampai akhirnya kami benar-benar tertidur hingga jam 10 pagi. Karena di rumah tempat kost-ku cukup tesedia makanan instan. Sehingga hari itu kami bisa melakukan dengan sepuas-puasnya, dan kami merasa tidak perlu lagi memakai baju di dalam rumah. Memasak air, menyapu mencuci piring selalu diselingi dengan adegan percintaan.

Sampai sore hari ia berpamitan kembali ke Surabaya melanjutkan kuliahnya. Sejak saat itu ia sering ke kotaku. Sampai ia mempunyai pacar dan menikah. Baca cerita sex bergambar sebelumnya yang tidak kalah seru dengan judul " Cerita Sex Evana Menikmati Sodokan Di Memeknya ". END by Cerita Sex Dewasa | Foto Cewek IGO Ngentot – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Kamis, 26 Mei 2016

Cerita Seks Sedarah Ngentot Bareng Adikku Dan Temannya

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Seks – Kisah nafsu panas deskrip dengan judul " Cerita Seks Sedarah Ngentot Bareng Adikku Dan Temannya " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati. 

Cerita Mesum Sedarah Ngentot Bareng Adikku Dan Temannya

Cerita Seks Sedarah Ngentot Bareng Adikku Dan Temanya
Cerita Sex Sedarah Ngentot Bareng Adikku Dan Temanya

Cerita Dewasa - Disaat ini aku terkenang lagi dengan Cerita dan kisah sex aku yang mana sulit untuk aku lupakan bahkan teramat sulit.Kehidupanku memang selalu dikelilingi oleh nafsu dan nafsu mungkin ini yang dinamakan sudah kodrat karena hidupku senantiasa berlabuh dari satu wanita ke wanita lain. Dan dari satu vagina ke vagina lain yang kerjanya hanya mengumbar nafsu birahi yang bersarang dan berakar dialam khayal serta sadarku nah kali ini pun aku coba kisahkan tentang perjalanan kisah seks aku yang kali ini aku ambil thema dengan judul VAGINA Ci Mona . Ratna yang saat ini sedang menempuh kuliah di salah satu universitas swasta di kota Banjarmasin tinggal bersama Ci Mona yang menyewakan salah satu dari dua kamarnya yang kosong kepada Ratna Penampilan Ci Mona berbeda sekali dengan Ratna di usianya yang hampir dua puluh sembilan Ci Mona boleh dibilang sangat pandai merawat tubuhnya kulit putih halus dengan ukuran toket sedang tiga empat Parasnya cantik rambut panjang bergelombang.

Cerita Sex - Rupanya Ci Mona yang sudah lama tidak merasakan belaian pria menyimpan lebih tepatnya menimbun libido yang secara perlahan lahan telah menggerogoti moralnya walaupun belum sampai mengenai akal sehatnya Selama ditinggalkan kekasihnya sejak 7 tahun yang lalu ia sering merasa kesepian tak jarang ia berusaha memuaskan dirinya sendiri dengan berbagai peralatan dan VCD yang disewanya dibeli melalui pembantunya karena ia sendiri sebenarnya malu kalau harus terang terangan membeli atau menyewa benda benda seperti itu. Demikian pula untuk bermain dengan pria yang tidak dikenal Ci Mona menganggap mereka tidak bersih sehingga ia takut untuk berhubungan badan dengan mereka Namun demikian ini tidak mengurangi fantasi Ci Mona dalam membayangkan bentuk seks yang diinginkannya Bahkan sejak dua tahun yang lalu ia juga mulai tertarik untuk melakukan hubungan seks dengan sesamanya Ini dapat dilihat dari reaksinya terhadap Ratna sehari hari tak jarang ia menelan air ludah dan menjilati kedua bibirnya apabila melihat Ratna mengenakan kaos ketat apabila ia ke kampus Padahal bentuk tubuh Ratna begitu biasa apalagi apabila dibandingkan dengan dirinya sendiri yg jauh lebih seksi.

Apa yang dilihat pada diri Ratna adalah dirinya sendiri 10 tahun silam ketika ia masih berada di awal awal usia dua puluh tahun alim dan rajin namun begitu naif Ci Mona sendiri bertekad untuk memberinya pelajaran suatu saat Namun sesudah agak lama. tinggal bersama Ratna barulah Ci Mona mengetahui bahwa ia sudah tidak perawan lagi ketika ia masih SMP dulu pacarnya sendiri memperkosanya dan sejak saat itu Ratna begitu minder dan seringkali menhindar dari pergaulan sekitarnya hingga saat ia kuliah Ci Mona mengetahui hal ini dari Ratna sendiri yang memandang Ci Mona sebagai wanita yang sabar bijaksana dan dewasa. Pucuk dicinta ulam tiba seminggu yang lalu adik Ci Mona yang laki laki tiba dan hendak menginap untuk satu bulan karena suatu urusan Sekali tepuk sepuluh lalat inilah yang ada dalam pikiran Ci Mona melihat adiknya sendiri dan Ratna. Suatu sore sejak empat hari kedatangan adiknya Ci Mona sudah mempersiapkan rencana yang baik pertama adiknya kemudian Ratna Biasanya Ratna tiba di kos pukul 19 50 dan ia hendak memulai rencananya itu pukul 18 41 dengan melakukan pemanasan terhadap adiknya Pukul 18:30 donna memanggil adiknya untuk masuk ke kamarnya. 

Tanpa berprasangka apa apa adiknya masuk ke kamarnya Dilihatnya Ci Mona yang mengenakan celana pendek jins ketat dan kaos tanpa lengan yang ketat pula ia sedang menghadap ke cermin dan mengikat rambutnya yang bergelombang halus itu. Melihat bayangan adiknya di cermin Ci Mona tersenyum dan berkata Masuk saja cici cuman sebentar koq Diam diam adiknya memperhatikan cicinya dan berpikir Cantik juga walaupun sudah kepala tiga Badannya juga begitu padat dan seksi Ci Mona yang mengerti bahwa dirinya sedang diperhatikan adiknya sendiri hanya tersenyum simpul tiba tiba ia berdiri mendekati adiknya dan menggandeng tangannya Adiknya kaget sekali namun ia tidak berkata apa apa Ci Mona membimbing adiknya menuju sebuah pintu sambil sesekali melirik ke belakang dan tersenyum simpul ke arah adiknya.

Ci Mona membuka pintu kamar tersebut dan menyalakan lampunya Ternyata apa yang dilihat adiknya adalah sesuatu yang menakjubkan namun juga membuatnya sedikit shock sebuah kamar yang cukup luas dengan seluruh dinding ditutupi bahan kedap suara berwarna pink Ranjang yang terletak di tengah ruangan sebuah TV lengkap dengan stereo setnya yang mewah juga dua teve hitam putih kecil yang menampakkan situasi di ruang tamu kamar Ratna dan kamarnya sendiri. Namun yang membuatnya begitu kaget dan sedikit takut adalah koleksi VCD Video dan DVD Porno yang berserakan di lantai Berbagai alat bantu seksual dan sebuah manekin lengkap dengan penis palsunya segala Tahulah ia apa yang diinginkan dari cicinya tanpa disadarinya Ci Mona sudah mengunci pintu kamar dan mulai melepaskan pakaiannya satu persatu Namun ia berhenti sampai pakaian dalam saja Jadilah Ci Mona hanya mengenakan bra dan celana dalam warna hitam ia berdiri begitu seksi dan menggoda dengan rambutnya terikat untuk memudahkannya saat permainan nanti begitulah yang ada di pikiran Ci Mona Sudahlah kamu menurut saja toh kamu disini hanya sebulan Masa kamu tidak kasihan sama cici yg sudah lama tidak merasakan hangatnya tubuh pria. 

Adiknya masih ragu Ci Mona tahu ini dan tanpa membuang banyak waktu ia segera maju ke depan membuka celana pendek adiknya dengan mudah entah bagaimana adiknya tidak mampu melawan cicinya sendiri Mulailah ia mengoral batang kemaluan adiknya itu Ci Mona mempercepat gerakan mengocoknya dengan tangan kanan dia menengadah dan menatap wajah adiknya dengan tatapan tajam penuh birahi ia mendesis sambil berkata Sss awas kalau kamu berani keluar sebelum aku Lebih baik kamu cari kos lain saja meskipun kamu adikku. Sesudah berkata demikian Ci Mona memasukkan seluruh batang kemaluan adiknya ke dalam mulutnya Ia menggerakkan kepalanya maju mundur membuat batang kemaluan adiknya keluar masuk dengan sangat cepat.Adik Ci Mona hanya dapat mengerang nikmat mendapat perlakuan seperti itu dari cicinya yang ternyata sangat berpengalaman dalam hal memuaskan pasangan mainnya ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakan cicinya

Di tengah tengah permainan Ci Mona melepaskan branya dengan tangan kirinya yang masih bebas Diliriknya teve hitam putih yg secara rahasia memonitor kamar Ratna Ternyata ia baru saja datang dan waktu menunjukan pukul 18:55 Tepatlah perhitungannya adiknya yang nafsunya sedang menanjak pasti akan mau diajaknya berkompromi.Ci Mona menghentikan oralnya dan tahulah ia bahwa adiknya agak kecewa Tunggu sebentar aku ada tugas buat kamu bawalah Ratna ke kamar ini Adiknya mengerti apa yang diinginkan Ci Mona Sementara adiknya pergi memanggil Ratna ia segera mematikan monitornyamelepas celana dalamnya yang sedikit basah dan bersembunyi di sebelah pintu 

Begitu adiknya masuk bersama Ratna ia segera mengunci kamarnya lagi dan mendorong Ratna hingga jatuh ke ranjang Ratna yang bertubuh kurus dan lelah sehabis kuliah tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti terhadap perlakuan Ci Mona yang begitu tiba tiba tersebut Ci Mona melucuti kaos ketat yang dikenakan Ratna dengan buas. Kyaa Ratna menjerit namun percuma karena ruangan tersebut kedap suara Adik Ci Mona hanya diam saja karena shock melihat keganasan cicinya apalagi dengan sesama jenis Ci Mona telah sampai pada branya Dengan kasar ia merenggut bra Ratna dan melemparkannya ke lantai Ci Mona melihat sepasang toket Ratna yang kecil Seharusnya kamu tidak usah pakai bra sama sekali Toh tidak memberi perbedaan yang berarti Ci Mona melanjutkan dengan melepas kancing celana jins Ratna dan membuka ritsluitngnya dan melepaskannya.

Pahamu putih dan mulus juga yah Terakhir Ci Mona menurunkan celana dalam Ratna Ratna tak dapat berbuat apa apa terhadap Ci Mona yang terus menggerayangi tubuhnya dan sesekali menciuminya Tiba tiba Ci Mona berdiri dan berjalan menuju lemari Diambilnya sebuah penis palsu dildo dan semacam lotion Ia mengolesi dildonya dengan lotion tersebut dan memberikannya kepada adiknya.Kamu pakai juga Aku tidak mau dia berteriak-teriak kesakitan Adik Ci Mona menurut ia melepas seluruh pakaiannya dan mulai mengolesi batang kemaluannya dengan lotion yang diberikan cicinya. Jangan ci saya takut Ratna yang sudah lemas berkata dengan penuh kekuatiran melihat Ci Mona mengenakan penis palsu atau dildo bergerigi dengan ukuran yang cukup mengerikan seperti mengenakan celana dalam Cerita Sex Indonesia Ci Mona dengan cepat bergerak ke arah Ratna Diam Mana lotionnya Sesudah mendapatkan lotion ia mulai mengolesi dinding vagina Ratna sambil berkata Kamu jangan takut percaya sama cici saja Sesudah itu ia membalikkan tubuh Ratna dan melumasi lubang pantatnya pula. 

Ayo kamu lubang yang satunya Ci Mona memerintahkan adiknya untuk mengentot Ratna yang malang di lubang anusnya Adiknya menurut ia berpindah duduk di atas ranjang Ci Mona memapah tubuh Ratna dengan lembut dan menempatkannya di atas adiknya Ratna yang tidak berdaya hanya dapat memandang sorot mata penuh nafsu Ci Mona yang sedari tadi sibuk mengatur posisi dan membantu adiknya memasukkan batang kemaluannya ke dalam lubang anus Ratna Bles Batang kemaluan adik Ci Mona akhirnya berhasil masuk ke dalam anus Ratna yang sudah tidak keruan bentuknya karena sedari tadi diobok obok oleh Ci Mona. Rasa sakit bercampur nikmat membuat Ratna membelalakkan matanya ia membuka mulutnya dan merintih Aaa Ci Mona membaringkan Ratna dari posisi terduduk menjadi terlentang dengan adiknya di bawahnya dan batang kemaluannya yang sudah menancap ke dalam lubang anus Ratna Ratna aku yakin kamu akan menyukai ini dan pasti ketagihan sesudah ini Ci Mona memasukkan dildo nya ke dalam lubang kemaluan Ratna. 

Ratna yang berada di tengah dengan keadaan tak berdaya berusaha menahan nikmat bercampur nyeri di lubang kemaluan yang sudah dihujami dildo dari Ci Mona serta batang kemaluan adik Ci Mona yang menancap di lubang anusnya Mulailah ranjang bergoyang mulanya perlahan namun semakin lama semakin cepat demikian pula dengan rintihan rintihan Ratna Aaa aa Ratna masih mengenakan kaca mata minusnya ketika permainan ini dimulai. Ci Mona tertawa melihat Ratna berusaha bertahan Jangan ditahan dan jangan dilawan Ratna nikmati saja sayang Perlahan lahan rintihan Ratna mulai berubah menjadi jeritan nikmat penuh birahi Ah ah yess mmhh Cerita Sex Indonesia Kenikmatan disetubuhi di kedua lubangnya secara bersamaan membuat Ratna kehilangan kendali Ratna yang sopan dan alim perlahan larut perlahan berubah menjadi Ratna yang liar sifat liar yang seakan ditularkan dari Ci Mona meracuni pikiran Ratna yang semula begitu bersih dan polos Yah teruskan lebih cepat lagi yahhhh.

Ratna menggenggam seprei ranjang dengan sangat kuat keringat meluncur deras dari sekujur tubuhnya membuat kulitnya tampak mengkilat di bawah cahaya lampu Hal ini membuat Ci Mona semakin bernafsu mempercepat gerakan pinggulnya Ratna semakin menikmatinya ia memejamkan matanya sambil memegang rambut Ci Mona.Enak sekali Ci aa aku belum pernah uuh senikmat ini Adik Ci Mona menganal lubang pantat Ratna sambil meremas remas kedua toket Ratna dari belakang walaupun ukuran toket Ratna relatif kecil namun ini tidak mengurangi rangsangan demi rangsangan yg diterimanya Auuh ah mulut Ratna menganga dan mengeluarkan teriakan teriakan yg semakin tidak jelas Tubuhnya pun mulai menegang tahulah Ci Mona bahwa anak didiknya saat ini hampir mencapai puncak kenikmatan. Ci Mona mengurangi kecepatan bermainnya dan mengubah gerakan maju mundurnya menjadi gerakan mengaduk dengan menggoyangkan pinggulnya Ratna secara alami mengikuti gerakan Ci Mona dengan menyesuaikan gerakan pinggulnya.Hal ini justru menambah kenikmatan bagi Ratna.

Sampai akhirnya tubuh Ratna benar benar menegang dan Ratna melepaskan teriakan yang cukup panjang dan memenuhi seluruh Cerita Seks Setengah Baya ruangan kedap suara tersebut Sesudah itu teriakan berhenti dan seluruh ruangan menjadi sepi Ci Mona mencabut dildo dari lubang vagina Ratna ternyata dildo tersebut sudah ditutupi cairan kental dan bahkan saat Ci Mona menariknya keluar ada sebagian dari cairan tersebut menetes dan adapula yang masih merekat antara dinding vagina Ratna dengan dildo Ci Mona Adik Ci Mona juga mencabut dildonya dari lubang anus Ratna dan merebahkan Ratna yang sudah lemas di ranjang Ratna masih memejamkan kedua matanya Ci Mona melepas kacamata Ratna yang masih dikenakannya dan meletakkannya di meja yg terletak di tepi ranjang Lain kali kalau mau main jangan lupa lepas dulu kacamatanya Ci Mona tersenyum dan mencium Ratna kemudian ia melepaskan dildonya dan menggelatakannya begitu saja di lantai Ia memandang adiknya dan berkata Kamu jangan bengong saja kamu masih punya tugas satu lagi Sesudah berkata demikian ia duduk di lantai melebarkan kedua pahanya mengarahkan lubang vaginanya yang sudah basah ke arah adiknya. 

Kemudian ia menunjuk ke arah vaginanya Ayo gunakan lidahmu Adiknya mengerti apa yg harus dilakukan Ia menjilat jilat lubang kemaluan Ci Mona dengan hati hati Keenakan c Ci Mona memejamkan matanya nafasnya tak beraturan desahan desahan nikmat meluncur keluar tak terkontrol dari mulutnya Ia menjambak rambut adiknya dan menekan- nekan wajah adiknya itu ke lubang vaginanya Errghh aaghh niikkmmaatt sekkaallii ss Ci Mona benar-benar menikmati setiap hisapan dan jilatan yang diberikan adiknya ke liang kewanitaannya namun di tengah ambang sadar dan tidak Donna ingat bahwa ia tidak ingin mencapai orgasme Cerita Sex remaja dengan cara seperti ini Aah tunggu say bee berhentii duluu mmh sekarang giliran cici ngerjain punya kamuu. Adik Ci Mona menurut dan berhenti Ci Mona bergerak kemudian berjongkok membelakangi adiknya sekarang ia dalam keadaan berjongkok menghadap pantat adiknya Adiknya agak kebingungan dengan tingkah laku cicinya

Namun Donna cuek saja tangan kirinya ia lewatkan di antara kaki adiknya dan dengan tangannya itu ia mencengkeram buah pelir adiknya dengan halus dan mulai memijat mijatnya Tenang saja sayang kujamin kamu akan suka sekali Ci Mona tersenyum penuh nafsu dan dengan tangan kiri masih memegang buah pelir adiknya ia mengangkat telapak tangannya menghadapkannya ke arah wajahnya dan meludahi tangannya sendiri kemudian mengerut ngerutkan tangannya. Kemudian ia melingkarkan tangan kanannya dari pinggang sebelah kanan adiknya langsung menuju ke arah kontol adiknya Dan mulailah ia mengocok ngocoknya batang kemaluan adiknya itu dengan tangan kanannya yang sudah dilumasi air ludahnya sendiriAaaghh duh enak sekali ci Ci Mona meneruskan gerakan tangannya sampai ia merasa batang kemaluan adiknya sudah cukup keras Sesudah itu ia membalikan badannya dan mengambil posisi nungging di lantai Tahulah adik Ci Mona apa yang diinginkan cicinya ini Ia juga mengatur posisi di belakang cicinya Awas ya pokoknya aku nggak mau anal Maenin lubangku yang biasa aja Adiknya menurut dan permainan dimulai. Adik Ci Mona memulai gerakannya dengan perlahan 

Mmm masih kurang lagi dong Gerakan dipercepat Ci Mona memejamkan matanya keenakan Ia menambah kenikmatan dengan menggesek gesek kliotisnya sendiri dengan sebelumnya membasahi jari jarinya dengan cara mengulumnya sendiri Uuuaah enaakk sayaang Mmmh Permainan ini berlangsung agak lama sampai Ci Mona minta ganti posisi lagi Kali ini ia ingin disetubuhi dengan posisi tubuh menyamping Ci Mona menyampingkan tubuhnya yang seksi dan sudah mandi keringat tadi ke arah kanan sementara adik Ci Mona mengangkat paha mulus cicinya sebelah kanan dan menyandarkannya ke bahu sebelah kirinya. Dengan demikian ia dengan leluasa dapat memasukkan batang kemaluannya ke lubang Ci Mona Ia mulai bergerak maju mundur Aaahh mm Untuk sekedar menambah kenikmatan ia mengarahkan tangan kanannya ke arah pantatnya sendiri dan menggerakan jari tengahnya. keluar masuk lubang pantatnya 

Kyyaahh uuhh Tubuh Ci Mona terus bergoyang goyang toketnya pun bergerak naik turun tak beraturan mengkuti irama tubuhnya Adik Ci Mona yg sedari tadi bergitu terangsang dengan gerakan toket cicinya sendiri itu sudah tak tahan lagi ia memajukan tangan kanannya guna meremas toket kanan cicinya itu Oh susumu begitu empuk Ci Mona hanya tersenyum ia mencabut tangannya dari lubang pantatnya dan ikut meremas toketnya bersama sama dengan tangan adiknya itu.Permainan terus berlangsung Ci Mona merasakan tubuhnya sendiri mulai menegang ia sendiri sudah tidak mampu berpikir jernih lagi Hanya kenikmatan yang dirasakan sekujur tubuhnya sekarang aaahh aku mau keluarrr Keluarlah Ci Mona mencapai orgasme yang diidam idamkannya dalam posisi menyamping Tercapailah segala keinginannya selama ini.

Demikian pula adik Ci Mona ia segera berdiri karena sudah tidak tahan lagi dan Ci Mona mengetahui hal ini karena ia sudah berhasil meraih orgasme maka ia berniat membantu adiknya untuk mengeluarkan seluruh peju yang sangat ia inginkan itu Ci Mona berjongkok tersenyum menggoda ke arah adiknya dan mulai mengocok batak kemaluan adiknya Nah sekarang cici ingin merasakan nikmatnya cairan kejantananmu Ayo sayang keluarkan jangan ragu ayo Ci Mona memainkan batang kemaluan adiknya naik turun dengan gerakan memutar sambil sesekali menjilat pangkal kemaluan adiknya Aih masih belum keluar juga sebentar Sambil mengocok batang kemaluan adiknya dengan menggunakan tangan kanannya Ci Mona memijat buah pelir adiknya 

Ah ci aku mau keluar nih Ci Mona langsung mengarahkan ujung batang kemaluan adiknya ke arah mulutnya menyambut cairan peju yang segera muncrat masuk ke dalam mulutnya. Ratna yang sedari tadi tergeletak lemas berusaha bangkit dan merangkak menuju Ci Mona dan adiknya Ci Mona saya juga mau kata Ratna sambil menunjuk ke arah mulutnya sendiri Tetes peju terakhir sudah habis meluncur turun ke dalam mulut Ci Mona yang seksi Ci Mona menelan sedikit peju adiknya dan menahan sisanya di dalam mulutnya Ia tersenyum dengan mulut belepotan peju adiknya membelai Ratna kemudian membaringkannya dan meletakkan kepala Ratna di pangkuannya Ratna yang sudah lemas hanya menurut seperti anak kecil Dengan gerakan yang lembut Ci Mona menyentuh bibir Ratna dan menggerakannya ke bawah dengan jari telunjuknya Ratna mengerti apa yang dimaksud Ci Mona ia membuka mulutnya Bibirnya bergetar Ci Mona kembali tersenyum ia mengarahkan mulutnya tepat di atas bibir Ratna yang sudah merekah kemudian membuka dan memuntahkan peju lengket yang sudah bercampur dengan air liur Ci Mona turun memasuki mulut Ratna. Peju dalam mulut Ci Mona sudah habis dipindahkan ke dalam mulut Ratna Ci Mona tersenyum lebar dengan sedikit sisa peju bercampur liur pekat yang menetes dari ujung bibirnya. 

Kembali dengan gerakan lembut Ci Mona memberi isyarat kepada Ratna untuk menutup mulutnya Ratna menuruti dan tersenyum bersamaan dengan Ci Mona Nah aku tidak pernah pelit kepada gadis manis seperti kamu Ambillah bagianmu dan nikmatilah Ratna menelan peju yang sudah diberikan Ci Mona kepadanya Terima kasih ci Kemudian ia bangkit dan duduk Ratna menyentuh wajah Ci Mona dengan lembut Ratna kembali membuka mulutnya bergerak maju ke arah bibir Ci Mona sambil menjulurkan lidahnya Ci Mona yang mengerti maksud Ratna segera menyambut ciuman Ratna dengan menjulurkan lidahnya pula Mereka berciuman sampai lama dan saling menjilati sisa sisa air mani hingga bersih. Itulah perjalanan kisah seks. END by cerminhikmat.blogspot.com Baca juga  kisah sebelumnya cerita seks bergambar terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu "Cerita Seks Pribadi Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu" – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Kamis, 05 Mei 2016

Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Selingkuh – Cerita panas bergambar gara-gara acara tv aku bisa menikmati tubuh sepupu dari istriku dengan judul " Aku Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Aku Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik
Aku Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik

Cerita Sex Panas Aku Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik

Cerita Ngentot - Aku menikah disurabaya, waktu itu aku kost dirumahnya dan anak ibu kost ini masih sekolah di SMK jurusan TUP. Kami pacaran dan dengan didasari cinta kamipun dipadukan dalam perkawinan isteriku asli madura tapi sejak lahir sudah berada disurabaya,jadi bahasanya meddok bahasa suroboyoan ciri khas maduranya telah hilang sama sekali aku masih ingat pada saat pesta perkawinan dulu ada seorang gadis manis yang datang lebih awal sebelum hari h perkawinan kami isteriku memperkenalkan namanya Laras, sepupu isteriku, ia tinggal di bangkalan dan sekolah disana dan saat perkawinan kami berjalan setahun kami pernah ke bangkalan dan mampir dirumah Laras rupanya dia juga telah menikah dengan seorang pengusaha katanya,

setelah lama kuketahui suaminya jualan velg dan ban bekas disurabaya, rumah Laras tidak jauh dari rumah orangtuanya alias rumah tante isteriku genap 2 tahun perkawinan kami kami telah dikarunai seorang anak laki laki yang sehat dan saat itu masih berusia 27 hari, berarti sudah lebih 1 bulan adik kecilku diselangkangan nganggur aku ditugaskan oleh kantor ke bangkalan karena urusan ini selama 2 hari terpaksa harus menginap dibangkalan,

Iseng iseng aku main ke rumah Laras, suami Laras sudah barang tentu tidak ada dirumah karena hanya seminggu sekali ia balik kebangkalan yaitu cuma hari sabtu dan hari seninnya suaminya balik lagi kesurabaya, kami ngobrol banyak tentang keluarga dan tak terasa makan kian larut, niat utk nginap di rumah Laras semenjak siang tadi sudah menjadi cita cita, tapi dengan alasan yang dibuat buat, aku bangkit berdiri ingin pamitan.

“Lho……..mo kemana????”
“Mo balik ke penginapan…” jawabku.

“Udah malam nih mas adiii…tanggung nginap disini aja….khan ada kamar kosong tuh…paling depan….lagi pula mas aku disurabaya kok….sepi rasanya rumah gak ada laki lakinya…”
“bi irah…..sudah tidur dari tadi …beliau jam 8 sudah ndengkur malah…….” tambahnya lagi
Aku bersorak dalam hati,

“Horeeeeee umpanku berhasil juga…” pikirku.
kemudian lagi tambahnya,

“Laras paling seneng nonton KONAK yang ditayangkan T**** TV tapi acaranya malam benner, kalo sendiri Laras kadang takut dirumah yang sebesar ini ”

Rupanya KONAK menayangkan acara selingkuh selingkuhan dengan gaya KOCAK, akupun menikmatinya, kami duduk berdekatan disofanya yang panjang, sambil minum coca cola dan kacang garuda yang kubawa tadi sore, ia asik menatap adegan demi adegan di TV, aku meliriknya
“achhhhhhhhh sepupu isteriku ini memang …cantik…..dan lincah….juga periang…..” Bisikku dalam hati

Apabila adegan lucu yang disaksikannya di TV membuatnya tertawa lebar terkadang kepalanya disandarkannya ke banhuku, seakan mengajakku ikut tertawa…yeah, aku ikut tertawa tapi adik kecilku malah marah, maklum sudah 1 bulan lebih gak berendam, dan akhirnya kuberanikan diri pas saat ia akan menyandarkan kepalanya malah bibirku yang kusodorkan dan

“cuupppp…”
Pas pipi kirinya, ia menatapku sejenak, sambil meninjuki ku seakan kejadian itu juga lucu, ia hanya senyum, tidak marah

“achhhhhhhh aku harus lanjutkan perjuanganku demi adik kecilku” Kataku dalam hati
Kudempetkan badanku kami duduk rapat sekali, tanganku melingkar diatas pundaknya ia cuma diam, kutarik badannya mendekati badanku, ia juga diam, kubalikkan wajahnya, kukecup bibirnya pelan, selembut mungkin, ia hanyut, ciumanku dibibirnya, terbalas, lidahnya bergoyang dalam mulutku, kamipun berpagutan, akhirnya dengan tidak diketahui siapa yang mulai kami berdiri, TV kami matikan, kami berjalan kekamar paling depan, kami berpagutan lagi, dasternya kulepas, BH nya, juga sdh lepas, kami bergumul, diatas ranjang, foreplay, berlangsung sangat singkat, kemaluanku sdh sangat mendesak, dan akhirnya, berendamlah adik kecilku, 45 menit berlalu, permainan kami berlangsung dengan ganasnya, rupanya nafsu Laras, sangat besar, dan iapun mendapatkan orgasmenya yang pertama, Kami terdiam sesaat kemudian

“Aku kepengen pipisss sayang, aku kekamar kecil dulu yah????..boleh ?” pintanya memecah kesunyian masih berpelukan erat sambil kubelai-belai punggungnya dengan tangan kiriku dan agak kuremas-remas pantatnya dengan tangan kananku.

“Boleh, tapi jangan lama-lama ya, aku belum apa-apa nih..” ujarku jahil sambil tersenyum. Sambil mencubit pinggangku Laras melepas pelukannya, melepas penisku yang bersarang di liang vaginanya
“Plop..”

Sambil memejamkan matanya menikmati sensasi pergeseran penisku dan didinding-dinding vaginanya yang memisah untuk kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar, aku menatapi Laras berjalan menuju kamar mandi dalam kamarnya yang besar. Indah sekali pemandangan tubuhnya dari belakang, putih mulus dan tanpa cacat. Tubuh Laras mengigil menikmati sensasi yang baru saja dilaluinya untuk kemudian kembali mengendur meskipun vaginanya masih mengempot dan menghisap-hisap, aku diam dan kubiarkan Laras menikmati sensasi kenikmatan klimaksnya.

“Ahh..punyamu enak ya Laras..bisa ngempot-ngempot gini..”ujarku memuji
“Enak mana sama punya isterimu ?” tanyanya sambil menghadapkan kearah wajahku dibelakangnya dan tersenyum
“Punyamu..hisapannya lebih hebat..mmhh..” kucium mesra bibirnya dan Laras memejamkan matanya. Kemudian kucabut penisku
“Ploop..” “Aahh..” Laras agak menjerit, dan cepat kugandeng tangannya keluar dari kamar mandi dan kembali ketempat tidur.

Setelah Laras merebahkan dirinya terlentang di tempat tidur, aku berada diatasnya sambil kuciumi dan kulumat bibir mungilnya
“Mmhh..mmhh..” tangan kanannya meremas-remas penisku yang masih saja gagah setelah 2 jam bertempur

“Kamu hebat Di, udah 2 jam masih keras aja..dan kamu bener-bener bikin aku puas.” puji Laras,
“Sekali lagi yaa, yang ini gong nya, aku bikin kamu puas dan nggak akan ngelupain aku selamanya, oke ?!” balasku, sambil berkata aku mulai menggeser tubuhku dan mengangkanginya,
kemudian tanganku menuntun penisku memasuki liang vaginanya menuju pertempuran terakhir pada hari itu.
“Sleepp..”
“Auuwhh..”

Laras agak menjerit. Perlahan tapi mantap kudorong penisku, sambil terus kutatap wajah manis wanita ini……, Laras merem melek, mengernyitkan dahinya, dan menggigit bibir bawahnya dengan nafas memburu menahan kenikmatan yang amat sangat didinding-dinding vaginanya yang becek
“Hehhnghh..engghh..aahh.! .” erangnya.

Aku mulai memaju mundurkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan makin lama makin cepat, makin cepat, dan makin cepat, sementara Laras yang berada dibawahku mulai melingkarkan kedua kaki indahnya kepinggangku dan kedua tangannya memegang kedua tanganku yang sedang menyangga tubuhku, Laras mengerang-erang, mendesah-desah dan melenguh-lenguh
“Aahh….oohh..sshh..aahh…hemhh..enghh..aahh..adhii. .aahh..teruss..teruss.
. ….oohh..enghh…”

Sementara akupun terbawa suasana dengusan nafas kami berdua yang memburu dengan menyertainya mendesah, mengerang, dan melenguh bersamanya
“Enghh..Laraasss..oohh..ennakh..sayang..?” tanyaku
“He-eh..enghh..aahh..enghh..enakhh..banghethh..dhii…aa hh..” lenguhannya kadang meninggi disertai jeritan-jeritan kecil dari bibir mungilnya
“Oohh..adhii..oohh..enghh..”

Tubuhnya mulai bergelinjangan dan berkelojotan, matanya mulai dipejamkan, jepitan kaki-kakinya mulai mengetat dipinggangku, kami terus memacu irama persetubuhan kami, aku yang bergerak turun naik memompa dan merojok-rojok batang penisku kedalam liang vaginanya diimbangi gerakan memutar-mutar pinggul Laras yang menimbulkan sensasi memilin-milin di batang penisku, nikmat sekali.

Kulepas pelukanku untuk kemudian aku merubah posisiku yang tadinya menidurinya ke posisi duduk, kuangkat kedua kaki Laras yang indah dengan kedua tanganku dan kubuka lebar-lebar untuk kembali kupompa batang penisku kedalam liang vaginanya yang makin basah dan makin menghisap-hisap

“Enghh..Adhii..oohh..shaa..yang..aahh..”

kedua tangan Laras meremas erat bantal dibawah kepalanya yang menengadah keatas disertai rintihan, teriakan, desahan dan lenguhan dari bibir mungilnya yang tidak berhenti. Kepalanya terangguk-angguk dan badannya terguncang-guncang mengimbangi gerakan tubuhku yang makin beringas……….

Kemudian aku mengubah posisi kedua kaki Ima untuk bersandar dipundakku, sementara agak kudorong tubuhku kedepan, kedua tanganku serta merta bergerak kekedua buah dadanya untuk meremas-remas yang bulat membusung dan memuntir-puntir puting susunya kenyal dan mengeras tanpa kuhentikan penetrasi penisku kedalam liang vaginanya yang hangat dan basah. Laras tidak berhenti merintih dan mendesah sambil dahinya mengernyit menahan klimaksnya agar kami lebih lama menikmati permainan yang makin lama semakin nikmat dan membawa kami melayang jauh.
“Oohh..Ahh..Dhii..enghh..ehn..nnakhh..aahh..mmnghh ..aahh..enghh..oohh..” desahan dan rintihan Laras menikmati gesekan-gesekan batang penis dan rojokan-rojokan kepala penisku berirama merangsangku untuk makin memacu pompaanku, nafas kami saling memburu………….ruar…biasa………..

Setelah mulai kurasakan ada desakan dari dalam tubuhku untuk menuju penisku, aku merubah posisi lagi untuk kedua tanganku bersangga pada siku-siku tanganku dan membelai-belai rambutnya yang sudah basah oleh kucuran keringat dari kulit kepalanya. Sambil aku merapatkan tubuhku diatas tubuh Laras, kedua kaki Laras mulai menjepit pinggangku lagi untuk memudahkan kami melakukan very deep penetration, rintihan dan desahan nafasnya yang memburu masih terdengar meskipun kami sambil berciuman.

“Mmnghh..mmhh..oohh..ahh..Dhii..mmhh..enghh..aahh. .”
“Oohh..Larassss..enghh..khalau..mau sampai..oohh..bhilang..ya..sha..yang..enghh..aahh. .” ujarku meracau.

“Iyaa.. Iyaa….oohh..enghh..aahh..aahh..” tubuh kami berdua makin berkeringat, dan rambut kami juga tambah acak-acakan, sesekali kami saling melumat bibir dengan permainan lidah yang panas disertai gerakan maju mundur pinggulku yang diimbangi gerakan memutar, kekana! n dan kekiri pinggul Laras.

“Oohh..enghh..aahh..dhii..oohh..uu..dhahh..belomm. .engghh..akhu..udahh..ngga
k khuat..niihh..aahh..”

Erangan-erangan kenikmatan Ima disertai tubuhnya yang makin menggelinjang hebat dan liang vaginanya yang mulai mengempot-empot dan menghisap-hisap hampir mencapai klimaksnya
“Dhikit..laghi..sayang..oohh..enghh..mmhh..aahh ..aahh..” sambutku karena penisku juga sudah mulai berdenyut-denyut

“Aahh..aa..dhii..noww..noww..oohh..oohh.. enghh..aahh..aahh..” jeritnya
“Yeeaa..aahh..iimm..aahh..aahh..enghh..aahh..” jeritanku mengiringi jeritan Laras, akhirnya “Aahh..aahh..enghh..mmhh..aahh..”
Kami mencapai klimaks bersamaan,
“Srreett..crreett..srreett..crreett..srreett..crre ett..”

kami secara bersamaan dan bergantian memuntahkan cairan kenikmatan berkali-kali sambil mengerang-erang dan mendesah desah, kami berpelukan sangat erat, aku menekan pinggulku dan menancapkan penisku sedalam-dalamnya ke dalam liang vag! ina Laras, sementara Laras membelit pinggangku dengan kedua kaki indahnya dan memelukku erat sekali seakan tak ingin dilepaskan lagi sambil kuciumi lehernya dan bibir kami juga saling berciuman.

“Aahh..mmhh..oohh..enghh..emnghh..Adhi..aahh..emmh h…hhuuhh..”
Nikmat yang kami reguk sangatlah dahsyat dan sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata. Sementara kami masih saling berpelukan erat, vagina Laras masih mengempot-empot dan menghisap-hisap habis cairan spermaku seakan menelannya sampai habis, dan penisku masih berdenyut-denyut didalamnya,dan kemudian secara perlahan tubuh kami mengendur saling meregang, dan akupun jatuh tergulir disamping kanannya.

Sesaat rebah berdiam diri bersebelahan, Ima kemudian merebahkan kepalanya dipundak kiriku sambil terengah-engah kelelahan dan mencoba mengatur nafasnya setelah menikmati permainan surga dunia kami. Kulit tubuhnya yang putih dan halus berkeringat bersentuhan dengan kulitku yang berkeringat, Ima memelukku mesra, dan tangan kiriku membelai rambut dan pundaknya.
“Adi..kamu hebat banget, gue sampai puas banget sore ini, klimaks yang gue rasakan beberapa kali belum pernah gue alamin sebelumnya, hemmhh..” Ima berkata sambil menghela nafas panjang
“Ma kasih ya sayang..thank you banget..”ujarnya lagi sambil kami berciuman mesra sekali seakan tak ingin diakhiri.

Tak terasa kami sudah mereguk kenikmatan berdua lebih dari 4 jam lamanya dan hari sudah menjelang sore. Setelah puas berciuman dan bermesraan, kami berdua menuju kamar mandi untuk membasuh keringat yang membasahi tubuh kami, kami saling membasuh dan membelai tak lupa diselingi ciuman-ciuman kecil yang mesra. Setelah selesai kami berpakaian dan menuju lantai bawah ke ruang tengah untuk menonton TV dan menunggu istri dan mertuaku serta anaknya pulang dari kegiatan masing-masing. Sambil menunggu kami masih saling berciuman menikmati waktu yang tersisa, Ima berucap padaku

“Adi..kalo gue telpon, kamu mau dateng untuk temenin gue ya sayang..”
“Pasti !” jawabku, lalu kami kembali berciuman. END by cerminhikmat.blogspot.com Baca kisah seks bergambar terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu " Bercinta Dengan Sepupuku Rina Anak Kerabat Jauh Papaku " – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – 

Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Selasa, 03 Mei 2016

Bercinta Dengan Sepupuku Rina Anak Kerabat Jauh Papaku

Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Seks Bergambar – Cerita Sedarah Kisah panas dengan sepupu anak dari om ku sendiri yang sangat cantik dengan judul " Bercinta Dengan Sepupuku Rina Anak Kerabat Jauh Papaku " yang sangat seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Bercinta Dengan Sepupuku Rina Anak Kerabat Jauh Papaku
Sepupuku Yang Cantik

Cerita Sex Sedarah Bercinta Dengan Sepupuku Rina Anak Kerabat Jauh Papaku

Cerita Sex 2016 - Aku lihat sekali lagi catatanku. Benar, itu rumah nomor 27. Pasti itu rumah Om Andro, kerabat jauh ayahku. Kuhampiri pintu dan kutekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian dari balik pintu muncul muka yang sangat cantik.

“Cari siapa Mas?” tanyanya.
“Apa betul ini rumah Om Andro? nama saya Randi.”
“Oh.. sebentar ya,”
“ Pa.. ini Randinya sudah datang”, teriaknya ke dalam rumah.

Kemudian aku dipersilakan masuk, dan setelah Om Andro keluar dan menyambutku dia pun berkata dengan ramah..

“Randi, ayahmu barusan nelpon, nanyain apa kamu sudah datang. Ini kenalin, anak Om, namanya Rina,”

“ terus anterin Randi ke kamarnya, kan dia cape, biar dia istirahat dulu, nanti baru deh ngobrol-ngobrol lagi.”

Aku datang ke kota ini karena diterima disalah satu Universitas, dan oleh ayah aku disuruh tinggal dirumah Om Andro. Rina ternyata baru kelas 1 SMA. Dia anak tunggal. Badannya tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 165 cm, tapi mukanya sangat lucu, dengan bibir yang agak penuh. Di sini aku diberi kamar di lantai 2, bersebelahan dengan kamar Rina.

Aku sudah 3 bulan tinggal di rumah Om Andro, dan karena semuanya ramah, aku jadi betah. Lebih lagi Rina. Kadang-kadang dia suka tanya-tanya soal pelajaran sekolah, dan aku berusaha membantu. Aku sering mencuri-curi untuk memperhatikan Rina. Kalau di rumah, dia sering memakai daster yang pendek hingga pahanya yang putih mulus menarik perhatianku. Selain itu buah dadanya yang baru mekar juga sering bergoyang-goyang di balik dasternya. Aku jadi sering membayangkan betapa indahnya badan Rina seandainya sudah tidak memakai apa-apa lagi.

Suatu hari pulang kuliah sesampainya di rumah ternyata sepi sekali. Di ruang keluarga ternyata Rina sedang belajar sambil tiduran di atas karpet.

“Sepi sekali, lagi belajar yah? Tante kemana?” tanyaku.
“Eh.. Randi, iya nih, aku minggu depan ujian, nanti aku bantuin belajar yah.., Mami sih lagi keluar, katanya sih ada perlu sampai malem.”
“Iya deh, aku ganti baju dulu.”

Kemudian aku masuk ke kamarku, ganti dengan celana pendek dan kaos oblong. Terus aku tidur-tiduran sebentar sambil baca majalah yang baru kubeli. Tidak lama kemudian aku keluar kamar, lapar, jadi aku ke meja makan. Terus aku teriak memanggil Rina mengajak makan bareng. Tapi tidak ada sahutan. Dan setelah kutengok ke ruang keluarga, ternyata Rina sudah tidur telungkup di atas buku yang sedang dia baca, mungkin sudah lelah belajar, pikirku. Nafasnya turun naik secara teratur. Ujung dasternya agak tersingkap, menampakkan bagian belakang pahanya yang putih. Bentuk pantatnya juga bagus.

Memperhatikan Rina tidur membuatku terangsang. Aku merasa kemaluanku mulai tegak di balik celana pendek yang kupakai. Tapi karena takut ketahuan, aku segera ke ruang makan. Tapi nafsu makanku sudah hilang, maka itu aku cuma makan buah, sedangkan otakku terus ke Rina. Kemaluanku juga semakin berdenyut. Akhirnya aku tidak tahan, dan kembali ke ruang keluarga. Ternyata posisi tidur Rina sudah berubah, dan dia sekarang telentang, dengan kaki kiri dilipat keatas, sehingga dasternya tersingkap, dan celana dalam bagian bawahnya kelihatan.

Celana dalamnya berwarna putih, agak tipis dan berenda, sehingga bulu-bulunya membayang di bawahnya. Aku sampai tertegun melihatnya. Kemaluanku mengeras di balik celana pendekku. Buah dadanya naik turun teratur sesuai dengan nafasnya, membuat kemaluanku semakin berdenyut. Ketika sedang nikmat-nikmat memandangi, aku dengar suara mobil masuk ke halaman. Ternyata Om Andro sudah pulang. Aku pun cepat-cepat naik kekamarku, pura-pura tidur.

Dan aku memang ketiduran sampai agak sore, dan aku baru ingat kalau belum makan. Aku segera ke ruang makan dan makan sendirian. Keadaan rumah sangat sepi, mungkin Om dan Tante sedang tidur. Setelah makan aku naik lagi ke atas, dan membaca majalah yang baru kubeli. Sedang asyik membaca, tiba-tiba kamarku ada yang mengetuk, dan ternyata Rina.

“Randi, aku baru dibeliin kalkulator nih, entar aku diajarin yah cara makainya. Soalnya rada canggih sih”, katanya sambil menunjukkan kalkulator barunya.

“Wah, ini kalkulator yang aku juga pengin beli nih. Tapi mahal. Iya deh, aku baca dulu manualnya. Entar aku ajarin deh, kayaknya sih ga terlalu beda dengan komputer”, sahutku.
“Ya sudah, dibaca dulu deh. Rina juga mau mandi dulu sih”, katanya sambil berlalu ke teras atas tempat menjemur handuk. Aku masih berdiri di pintu kamarku dan mengikuti Rina dengan pandanganku. Ketika mengambil handuk, badan Rina terkena sinar matahari dari luar rumah. Dan aku melihat bayangan badannya dengan jelas di balik daster. Aku jadi teringat pemandangan siang tadi waktu dia tidur.

Kemudian sewaktu Rina berjalan melewatiku ke kamar mandi, aku pura-pura sedang membaca manual kalkulator itu. Tidak lama kemudian aku mulai mendengar suara Rina yang sedang mandi sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Kembali imajinasiku mulai membayangkan Rina yang sedang mandi, dan hal itu membuat kemaluanku kembali mengeras. Karena tidak tahan sendiri, aku segera mendekati kamar mandi dan mencari cara untuk mengintipnya, dan aku menemukannya.

Aku mengambil kursi dan naik di atasnya untuk mengintip lewat celah ventilasi kamar mandi. Pelan-pelan aku mendekatkan mukaku ke celah itu, dan ya Tuhan… aku! Melihat Rina yang sedang menyabuni badannya, mengusap-usap dan meratakan sabun ke seluruh lekuk tubuhnya. Badannya sangat indah, jauh lebih indah dari yang kubayangkan.

Lehernya yang putih, pundaknya, buah dadanya, putingnya yang kecoklatan, perutnya yang rata, pantatnya, bulu-bulu di sekitar kemaluannya, pahanya, semuanya sangat indah. Dan kemaluanku pun menjadi sangat tegang, Tapi aku tidak berlama-lama mengintipnya, karena selain takut ketahuan, juga aku merasa tidak enak mengintip orang mandi. Aku segera ke kamarku dan berusaha menenangkan perasaanku yang tidak karuan.

Malamnya sehabis makan, aku dan Om Andro sedang mengobrol sambil nonton TV, dan Om Andro bilang kalau besok mau keluar kota dengan istrinya seminggu. Dia pesan supaya aku membantu Rina kalau butuh bantuan. Tentu saja aku bersedia, malah jantungku menjadi berdebar-debar. Tidak lama kemudian Rina mendekati kita.

“Randi, tolongin aku dong, ajarin soal-soal yang buat ujian, ayo!” katanya sambil menarik-narik tanganku. Aku tak bisa menolak. Aku pun mengikuti Rina berjalan ke kamarnya dengan diiringi Om Andro yang senyum-senyum melihat Rina yang manja. Beberapa menit kemudian kita sudah terlibat dengan soal-soal yang memang butuh konsentrasi.

Rina duduk sedangkan aku berdiri di sampingnya. Aku bersemangat sekali mengajarinya, karena kalau aku menunduk pasti belahan dada Rina kelihatan dari dasternya yang longgar. Aku lihat Rina tidak pakai beha. Kemaluanku berdenyut-denyut, mengeras di balik celana dan kelihatan menonjol.
Aku merasa bahwa Rina tahu kalau aku suka curi melihat buah dadanya, tapi dia tidak berusaha merapikan dasternya yang semakin terbuka sampai aku bisa melihat putingnya. Karena sudah tidak tahan, sambil pura-pura menjelaskan soal aku merapatkan badanku sampai kemaluanku menempel ke punggungnya. Rina pasti juga bisa merasakan kemaluanku yang tegak. Rina sekarang cuma diam saja dengan muka menunduk.

“Rina, kamu cantik sekali..” kataku dengan suara yang sudah bergetar, tapi Rina diam saja dengan muka semakin menunduk. Kemudian aku meletakkan tanganku di pundaknya. Dan karena dia diam saja, aku jadi makin berani mengusap-usap pundaknya yang terbuka, karena tali dasternya sangat kecil. Sementara kemaluanku semakin menekan pangkal lengannya, usapan tanganku pun semakin turun ke arah dadanya.
Aku merasa nafas Rina sudah memburu seperti suara nafasku juga. Aku jadi semakin nekad. Dan ketika tanganku sudah sampai kepinggiran buah dada, tiba-tiba tangan Rina mencengkeram dan menahan tanganku. Mukanya mendongak kearahku.

“Randi aku mau diapain..” Rintihnya dengan suara yang sudah bergetar. Melihat mulutnya yang setengah terbuka dan agak bergetar-getar, aku jadi tidak tahan lagi. Aku tundukkan muka, kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya.

Ketika bibir kita bersentuhan, aku merasakan bibirnya yang sangat hangat, kenyal, dan basah. Aku pun melumat bibirnya dengan penuh perasaan, dan Rina membalas ciumanku, tapi tangannya belum melepas tanganku. Dengan pelan-pelan badan Rina aku bimbing, aku angkat agar berdiri berhadapan denganku. Dan masih sambil saling melumat bibir, aku peluk badannya dengan gemas. Buah dadanya keras menekan dadaku, dan kemaluanku juga menekan perutnya.

Pelan-pelan lidahku mulai menjulur menjelajah ke dalam mulutnya, dan mengait-ngait lidahnya, membuat nafas Rina semakin memburu, dan tangannya mulai mengusap-usap punggungku. Tanganku pun tidak tinggal diam, mulai turun ke arah pinggulnya, dan kemudian dengan gemas mulai meremas-remas pantatnya. Pantatnya sangat empuk. Aku remas-remas terus dan aku semakin rapatkan kebadanku hingga kemaluanku terjepit perutnya.

Tidak lama kemudian tanganku mulai ke atas pundaknya. Dengan gemetar tali dasternya kuturunkan dan dasternya turun ke bawah dan teronggok di kakinya. Kini Rina tinggal memakai celana dalam saja. Aku memeluknya semakin gemas, dan ciumanku semakin turun. Aku mulai menciumi dan menjilat-jilat lehernya, dan Rina mulai mengerang-erang. Tangannya mengelus-elus belakang kepalaku.

Tiba-tiba aku berhenti menciuminya. Aku renggangkan pelukanku. Aku pandangi badannya yang setengah telanjang. Buah dadanya bulat sekali dengan puting yang tegak bergetar seperti menantangku. Kemudian mulutku pelan-pelan kudekatkan ke buah dadanya. Dan ketika mulutku menyentuh buah dadanya, Rina mengerang lagi lebih keras sambil mendongakkan kepalanya, dan menekan pantat dan dadanya ke arahku. Nafsuku semakin naik. Aku ciumi susunya dengan ganas, putingnya aku mainkan dengan lidahku, dan susunya yang sebelah aku mainkan dengan tanganku.
“Aduuhh.. aahh.. aahh”, Rina semakin merintih-rintih ketika dengan gemas putingnya aku gigit-gigit sedikit.

Badannya menggeliat-geliat membuatku semakin bernafsu untuk terus mencumbunya. Tangan Rina kemudian menelusup kebalik bajuku dan mengusap kulit punggungku.
“Randiii.. aahh.. baju kamu dibuka dong.. aahh..” Akupun mengikuti keinginannya. Tapi selain baju, celana juga kulepas, hingga aku juga cuma pakai celana dalam. Mulutnya kembali kucium dan tanganku memainkan susunya.

Penisku semakin keras karena Rina menggesek-gesekkan pinggulnya sembari mengerang-erang. Tanganku mulai menyelinap ke celana dalamnya. Bulu kemaluannya aku usap-usap, dan kadang aku garuk-garuk. Aku merasa vaginanya sudah basah ketika jariku sampai ke mulut vaginanya. Dan ketika tanganku mulai mengusap clitorisnya, ciumannya di mulutku semakin liar. Mulutnya mengisap mulutku dengan keras.

Clitorisnya kuusap, kuputar-putar, makin lama semakin kencang, dan semakin kencang. Pantat Rina ikut bergoyang, dan semakin rapat menekan, sehingga penisku semakin berdenyut. Sementara clitorisnya masih aku putar-putar, jariku yang lain juga mengusap bibir vaginanya. Rina menggelinjang semakin keras, dan pada saat tanganku mengusap semakin kencang, tiba-tiba tanganku dijepit dengan pahanya,dan badan Rina tegang sekali dan tersentak-sentak selama beberapa saat.
“aahh aahh Randiii.. adduuuhh aahh aahh aahh”,
Dan setelah beberapa saat akhirnya jepitannya berangsur semakin mengendur. Tapi mulutnya masih mengerang-erang dengan pelan.
“Ran.. aku boleh yah pegang punya kamu”, tiba-tiba bisiknya di kupingku. Aku yang masih tegang sekali merasa senang sekali.
“Iyaa.. boleh..” bisikku. Kemudian tangannya kubimbing ke celana dalamku.
“Aahh…” Akupun mengerang ketika tangannya menyentuh penisku. Terasa nikmat sekali. Rina juga terangsang lagi, karena sambil mengusap-usap kepala penisku, mulutnya mengerang di kupingku. Kemudian mulutnya kucium lagi dengan ganas. Dan penisku mulai di genggam dengan dua tangannya, di urut-urut dan cairan pelumas yang keluar diratakan keseluruh batangku.

Badanku semakin menegang. Kemudian penisku mulai dikocok-kocok, semakin lama semakin kencang, dan pantatnya juga ikut digesekkan kebadanku. Tidak lama kemudian aku merasa badanku bergetar, terasa ada aliran hangat di seluruh tubuhku, aku merasa aku sudah hampir orgasme.
“Rinaaa.. aku hampir keluar..” bisikku yang membuat genggamannya semakin erat dan kocokannya makin kencang.

“Aahh.. Rinna.. uuuhh.. aahh..” akhirnya dari penisku memancar cairan yang menyembur kemana-mana. Badanku tersentak-sentak.
Sementara penisku masih mengeluarkan cairan, tangan Rina tidak berhenti mengurut-urut, sampai rasanya semua cairanku sudah diperas habis oleh tangannya. Aku merasa sperma yang mengalir dari sela-sela jarinya membuat Rina semakin gemas. Spermaku masih keluar untuk beberapa saat lagi sampai aku merasa lemas sekali.
Akhirnya kita berdua jatuh terduduk di lantai. Dan tangan Rina berlumuran spermaku ketika dikeluarkan dari celana dalamku. Kita berpandangan, dan bibirnya kembali kukecup, sedangkan tangannya aku bersihkan pakai tissue. Dan secara kebetulan aku melihat ke arah jam.

“Astaga, sekarang sudah jam 11! Wah, sudah malam sekali nih, aku ke kamarku dulu yah, takut Om curiga nanti..” kataku sembari berharap mudah-mudahan suara desahan kita tidak sampai ke kuping orang tuanya. Setelah Rina mengangguk, aku bergegas menyelinap ke kamarku.Malam itu aku tidur nyenyak sekali.

Pagi itu aku bangun kesiangan, seisi rumah rupanya sudah pergi semua. Aku pun segera mandi dan berangkat ke kampus. Meskipun hari itu kuliah sangat padat, pikiranku tidak bisa konsentrasi sedikit pun, yang kupikirkan cuma Rina. Aku pulang ke rumah sekitar jam 3 sore, dan rumah masih sepi. Kemudian ketika aku sedang nonton TV di ruang keluarga sehabis ganti baju, Rina keluar dari kamarnya, sudah berpakaian rapi. Dia mendekat dan mukanya menunduk.

“Randi, kamu ada acara nggak? Temani aku nonton dong..”
“Eh.. apa? Iya, iya aku tidak ada acara, sebentar yah aku ganti baju dulu” jawabku, dan aku buru-buru ganti baju dengan jantung berdebaran. Setelah siap, aku pun segera mengajaknya berangkat. Rina menyarankan agar kita pergi dengan mobilnya. Aku segera mengeluarkan mobil, dan ketika Rina duduk di sebelahku, aku baru sadar kalau dia pakai rok pendek, sehingga ketika duduk ujung roknya makin ke atas. Sepanjang perjalanan ke bioskop mataku tidak bisa lepas melirik kepahanya.

Sesampainya di bioskop, aku beranikan memeluk pinggangnya, dan Rina tidak menolak. Dan sewaktu mengantri di loket kupeluk dia dari belakang. Aku tahu Rina merasa penisku sudah tegang karena menempel di pantatnya. Rina meremas tanganku dengan kuat. Kita memesan tempat duduk paling belakang, dan ternyata yang menonton tidak begitu banyak, dan di sekeliling kita tidak ditempati.

Kami segera duduk dengan tangan masih saling meremas. Tangannya sudah basah dengan keringat dingin, dan mukanya selalu menunduk. Ketika lampu mulai dipadamkan, aku sudah tidak tahan, segera kuusap mukanya, kemudian kudekatkan ke mukaku, dan kita segera berciuman dengan gemasnya. Lidahku dan lidahnya saling berkaitan, dan kadang-kadang lidahku digigitnya lembut.

Tanganku segera menyelinap ke balik bajunya. Dan karena tidak sabar, langsung saja kuselinapkan ke balik behanya, dan susunya yang sebelah kiri aku remas dengan gemas. Mulutku langsung dihisap dengan kuat oleh Rina. Tanganku pun semakin gemas meremas susunya, memutar-mutar putingnya, begitu terus, kemudian pindah ke susu yang kanan, dan Rina mulai mengerang di dalam mulutku, sementara penisku semakin meronta menuntut sesuatu.

Kemudian tanganku mulai mengelus pahanya, dan kuusap-usap dengan arah semakin naik ke atas, ke pangkal pahanya. Roknya kusingkap ke atas, sehingga sambil berciuman, di keremangan cahaya, aku bisa melihat celana dalamnya. Dan ketika tanganku sampai di selangkangannya, mulut Rina berpindah menciumi kupingku sampai aku terangsang sekali. Celana dalamnya sudah basah.

Tanganku segera menyelinap ke balik celana dalamnya, dan mulai memainkan clitorisnya. Kuelus-elus pelan-pelan, kuusap dengan penuh perasaan, kemudian kuputar-putar, semakin lama semakin cepat. Tiba-tiba tangannya mencengkram tanganku, dan pahanya juga menjepit telapak tanganku, sedangkan kupingku digigitnya sambil mendesis-desis. Badannya tersentak-sentak beberapa saat.

“Randi.. aduuuhh.. aku tidak tahan sekali.. berhenti dulu yaahh.. nanti di rumah ajaa..” rintihnya. Aku pun segera mencabut tanganku dari selangkangannya.
“Randi.. sekarang aku mainin punya kamu yaahh..” katanya sambil mulai meraba celanaku yang sudah menonjol.

Kubantu dia dengan kubuka ritsluiting celana, kemudian tangannya menelusup, merogoh, dan ketika akhirnya menggenggam penisku, aku merasa nikmat luar biasa. Penisku ditariknya keluar celana, sehingga mengacung tegak.
“Randi.. ini sudah basah.. cairannya licin..” rintihnya di kupingku sambil mulai digenggam dengan dua tangan.

Tangan yang kiri menggenggam pangkal penisku, sedangkan yang kanan ujung penisku dan jari-jarinya mengusap-usap kepala penis dan meratakan cairannya.
“Rina.. teruskan sayang..” kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi.
Aku merasa penisku sudah keras sekali. Rina meremas dan mengurut penisku semakin cepat. Aku merasa spermaku sudah hampir keluar. Aku bingung sekali karena takut kalau sampai keluar bakal muncrat kemana-mana.

“Rina.. aku hampir keluar nih.., berhenti dulu deh..” kataku dengan suara yang tidak yakin, karena masih keenakan.
“Waahh.. Rina belum mau berhenti.. punya kamu ini bikin aku gemes..” rengeknya.
“Terus gimana.., apa enaknya kita pulang saja yuk..!” ajakku, dan ketika Rina mengangguk setuju, segera kurapikan celanaku, juga pakaian Rina, dan segera kita keluar bioskop meskipun filmnya belum selesai.

Di mobil tangan Rina kembali mengusap-usap celanaku. Dan aku diam saja ketika dia buka ritsluitingku dan menelusupkan tangannya mencari penisku. Aduh, rasanya nikmat sekali. Dan penisku makin berdenyut ketika dia bilang, “Nanti aku boleh yah nyiumin ininya yah..” Aku pengin segera sampai kerumah.

Dan, akhirnya sampai juga. Kita berjalan sambil berpelukan erat-erat. Sewaktu Rina membuka pintu rumah, dia kupeluk dari belakang, dan kuciumi samping lehernya. Tanganku sudah menyingkapkan roknya ke atas, dan tanganku meremas pinggul dan pantatnya dengan gemas. Rina kubimbing ke ruang keluarga. Sambil berdiri kuciumi bibirnya, kulumat habis mulutnya, dan dia membalas dengan sama gemasnya.

Pakaiannya kulucuti satu persatu sambil tetap berciuman. Sambil melepas bajunya, aku mulai meremasi susunya yang masih dibalut beha. Dengan tak sabar behanya segera kulepas juga. Kemudian roknya, dan terakhir celana dalamnya juga kuturunkan dan semuanya teronggok di karpet.
Badannya yang telanjang kupeluk erat-erat. Ini pertama kalinya aku memeluk seorang gadis dengan telanjang bulat. Dan gadis ini adalah Rina yang sering aku impikan tapi tidak terbayangkan untuk menyentuhnya. Semuanya sekarang ada di depan mataku Kemudian tangan Rina juga melepaskan bajuku, kemudian celana panjangku, dan ketika melepas celana dalamku, Rina melakukannya sambil memeluk badanku. Penisku yang sudah memanjang dan tegang sekali segera meloncat keluar dan menekan perutnya.

Uuuhh, rasanya nikmat sekali ketika kulit kita yang sama-sama telanjang bersentuhan, bergesekan, dan menempel dengan ketat. Bibir kita saling melumat dengan nafas yang semakin memburu. Tanganku meremas pantatnya, mengusap punggungnya, mengelus pahanya, dan meremasi susunya dengan bergantian. Tangan Rina juga sudah menggenggam dan mengelusi penisku. Badan Rina bergelinjangan, dan dari mulutnya keluar rintihan yang semakin membangkitkan birahiku. Karena rumah memang sepi, kita jadi mengerang dengan bebas.

Kemudian sambil tetap meremasi penisku, Rina mulai merendahkan badannya, sampai akhirnya dia berlutut dan mukanya tepat di depan selangkanganku. Matanya memandangi penisku yang semakin keras di dalam genggamannya, dan mulutnya setengah terbuka. Penisku terus dinikmati, dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak.

Mulutnya perlahan mulai didekatkan ke kepala penisku. Aku melihatnya dengan gemas sekali. Kepalaku sampai terdongak ketika akhirnya bibirnya mengecup kepala penisku. Tangannya masih menggenggam pangkal penisku, dan mengelusnya pelan-pelan. Mulutnya mulai mengecupi kepala penisku berulang-ulang, kemudian memakai lidahnya untuk meratakan cairan penisku. Lidahnya memutar-mutar, kemudian mulutnya mulai mengulum dengan lidah tetap memutari kepala penisku.
Aku semakin mengerang, dan karena tidak tahan, kudorong penisku sampai terbenam kemulutnya. Aku rasa ujungnya sampai ketenggorokannya. Rasanya nikmat sekali. Kemudian pelan-pelan penisku disedot-sedot dan dimaju mundurkan di dalam mulutnya. Rambutnya kuusap-usap dan kadang-kadang kepalanya aku tekan-tekan agar penisku semakin nikmat. Isapan mulutnya dan lidahnya yang melingkar-lingkar membuat aku merasa sudah tidak tahan. Apalagi sewaktu Rina melakukannya semakin cepat, dan semakin cepat, dan semakin cepat.

Ketika akhirnya aku merasa spermaku mau muncrat, segera kutarik penisku dari mulutnya. Tapi Rina menahannya dan tetap menghisap penisku. Maka aku pun tidak bisa menahan lebih lama lagi, spermaku muncrat di dalam mulutnya dengan rasa nikmat yang luar biasa.
Spermaku langsung ditelannya dan dia terus menghisapi dan menyedot penisku sampai spermaku muncrat berkali-kali. Badanku sampai tersentak-sentak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Meskipun spermaku sudah habis, mulut Rina masih terus menjilat. Akupun akhirnya tidak kuat lagi berdiri dan akhirnya dengan nafas sama-sama tersengal-sengal kita berbaring di karpet dengan mata terpejam.

“Thanks ya Ran, tadi itu nikmat sekali”, kataku berbisik.
“Ah.. aku juga suka kok.., makasih juga kamu ngebolehin aku mainin kamu.”
Kemudian ujung hidungnya kukecup, matanya juga, kemudian bibirnya. Mataku memandangi tubuhnya yang terbaring telanjang, alangkah indahnya. Pelan-pelan kuciumi lehernya, dan aku merasa nafsu kami mulai naik lagi. Kemudian mulutku turun dan menciumi susunya yang sebelah kanan sedangkan tanganku mulai meremas susu yang kiri.

Rina mulai menggeliat-geliat, dan erangannya membuat mulut dan tanganku tambah gemas memainkan susu dan putingnya. Aku terus menciumi untuk beberapa saat, dan kemudian pelan-pelan aku mulai mengusapkan tanganku keperutnya, kemudian ke bawah lagi sampai merasakan bulu kemaluannya, kuelus dan kugaruk sampai mulutnya menciumi kupingku.
Pahanya mulai aku renggangkan sampai agak mengangkang. Kemudian sambil mulutku terus menciumi susunya, jariku mulai memainkan clitorisnya yang sudah mulai terangsang juga. Cairan vaginanya kuusap-usapkan ke seluruh permukaan vaginanya, juga ke clitorisnya, dan semakin licin clitoris dan vaginanya, membuat Rina semakin menggelinjang dan mengerang. clitorisnya kuputar-putar terus, juga mulut vaginanya bergantian.

“Ahh.. Randiii.. aahh.. terusss… aahh.. sayaanggg..” mulutnya terus meracau sementara pinggulnya mulai bergoyang-goyang. Pantatnya juga mulai terangkat-angkat. Aku pun segera menurunkan kepalaku ke arah selangkangannya, sampai akhirnya mukaku tepat di selangkangannya. Kedua kakinya kulipat ke atas, kupegangi dengan dua tanganku dan pahanya kulebarkan sehingga vagina dan clitorisnya terbuka di depan mukaku.

Aku tidak tahan memandangi keindahan vaginanya. Lidahku langsung menjulur dan mengusap clitoris dan vaginanya. Cairan vaginanya kusedot-sedot dengan nikmat. Mulutku menciumi mulut vaginanya dengan ganas, dan lidahku kuselip-selipkan ke lubangnya, kukait-kaitkan, kugelitiki, terus begitu, sampai pantatnya terangkat, kemudian tangannya mendorong kepalaku sampai aku terbenam di selangkangannya. Aku jilati terus, clitorisnya kuputar dengan lidah, kuhisap, kusedot, sampai Rina meronta-ronta. Aku merasa penisku sudah tegak kembali, dan mulai berdenyut-denyut.
“Randii.. aku tidak tahan.. aduuhh.. aahh.. enaakk sekaliii.. ” rintihnya berulang-ulang.
Mulutku sudah berlumuran cairan vaginanya yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan. Kemudian kulepaskan mulutku dari vaginanya Sekarang giliran penisku kuusap-usapkan ke clitoris dan bibir vaginanya, sambil aku duduk mengangkang juga. Pahaku menahan pahanya agar tetap terbuka. Rasanya nikmat sekali ketika penisku digeser-geserkan di vaginanya. Rina juga merasakan hal yang sama, dan sekarang tangannya ikut membantu dan menekan penisku digeser-geserkan di clitorisnya.
“Rina.. aahh.. enakkk.. aahh..”
“aahh.. iya.. eeennaakkk sekaliii..”
Kita saling merintih. Kemudian karena penisku semakin gatal, aku mulai menggosokkan kepala penisku ke mulut vaginanya. Rina semakin menggelinjang. Akhirnya aku mulai mendorong pelan sampai kepala penisku masuk ke vaginanya.
“Aduuuhh.. Randii.. saakiiitt.. aadduuuhh.. jaangaann..” rintihnya
“Tahan dulu sebentar… Nanti juga hilang sakitnya..” kataku membujuk
Kemudian pelan-pelan penisku aku keluarkan, kemudian kutekan lagi, kukeluarkan lagi, kutekan lagi, kemudian akhirnya kutekan lebih dalam sampai masuk hampir setengahnya. Mulut Rina sampai terbuka tapi sudah tidak bisa bersuara.

Punggungnya terangkat dari karpet menahan desakan penisku. Kemudian pelan-pelan kukeluarkan lagi, kudorong lagi, kukeluarkan lagi, terus sampai dia tenang lagi. Akhirnya ketika aku mendorong lagi kali ini kudorong sampai amblas semuanya ke dalam. Kali ini kita sama-sama mengerang dengan keras. Badan kita berpelukan, mulutnya yang terbuka kuciumi, dan pahanya menjepit pinggangku dengan keras sekali sehingga aku merasa ujung penisku sudah mentok ke dinding vaginanya.

Kita tetap berpelukan dengan erat saling mengejang untuk beberapa saat lamanya. Mulut kami saling menghisap dengan kuat. Kita sama-sama merasakan keenakan yang tiada taranya. Setelah itu pantatnya sedikit demi sedikit mulai bergoyang, maka aku pun mulai menggerakkan penisku pelan-pelan, maju, mundur, pelan, pelan, semakin cepat, semakin cepat, dan goyangan pantat Rina juga semakin cepat.

“Randii.. aduuuhh.. aahh.. teruskan sayang.. aku hampir niihh..” rintihnya.
“Iya.. nihh.. tahan dulu.. aku juga hampirr.. kita bareng ajaa..” kataku sambil terus menggerakkan penis semakin cepat.

Tanganku juga ikut meremasi susunya kanan dan kiri. Penisku semakin keras, kuhunjam-hunjamkan ke dalam vaginanya sampai pantatnya terangkat dari karpet. Dan aku merasa vaginanya juga menguruti penisku di dalam. Penisku kutarik dan kutekan semakin cepat, semakin cepat.. dan semakin cepat.. dannn..”Raaniii.. aku mau keluar niihh..””Iyaa.. keluarin saja.. Rina juga keluar sekarang niiihh.”Aku pun menghunjamkan penisku keras-keras yang disambut dengan pantat Rina yang terangkat ke atas sampai ujung penisku menumbuk dinding vaginanya dengan keras.
Kemudian pahanya menjepit pahaku dengan keras sehingga penisku makin mentok, tangannya mencengkeram punggungku. Vaginanya berdenyut-denyut. Spermaku memancar, muncrat dengan sebanyak-banyaknya menyirami vaginanya.

“aahh… aahh.. aahh..” kita sama-sama mengerang, dan vaginanya masih berdenyut, mencengkeram penisku, sehingga spermaku berkali-kali menyembur. Pantatnya masih juga berusaha menekan-nekan dan memutar sehingga penisku seperti diperas. Kita orgasme bersamaan selama beberapa saat, dan sepertinya tidak akan berakhir.

Pantatku masih ditahan dengan tangannya, pahanya masih menjepit pahaku erat-erat, dan vaginanya masih berdenyut meremas-remas penisku dengan enaknya sehingga sepertinya spermaku keluar semua tanpa tersisa sedikitpun.

“aahh.. aahh.. aduuuhh…” Kita sudah tidak bisa bersuara lagi selain mengerang-erang keenakan.
Ketika sudah mulai kendur, kuciumi Rina dengan penis masih di dalam vaginanya. Kita saling berciuman lagi untuk beberapa saat sambil saling membelai. Kuciumi terus sampai akhirnya aku menyadari kalau Rina sedang menangis. Tanpa berbicara kita saling menghibur.
Aku menyadari bahwa selaput daranya telah robek karena penisku. Dan ketika penisku kucabut dari sela-sela vaginanya memang mengalir darah yang bercampur dengan spermaku. Kita terus saling membelai, dan Rina masih mengisak di dadaku, sampai akhirnya kita berdua tertidur kelelahan dengan berpelukan.

Aku terbangun sekitar jam 11 malam, dan kulihat Rina masih terlelap di sampingku masih telanjang bulat. Segera aku bangun dan kuselimuti badannya pelan-pelan. Kemudian aku segera ke kamar mandi, kupikir shower dengan air hangat pasti menyegarkan. Aku membiarkan badanku diguyur air hangat berlama-lama, dan memang menyegarkan sekali. Waktu itu kupikir aku sudah mandi sekitar 20 menit, ketika aku merasa kaget karena ada sesuatu yang menyentuh punggungku. Belum sempat aku menoleh, badanku sudah dilingkari sepasang tangan.

Ternyata Rina sudah bangun dan masuk ke kamar mandi tanpa kuketahui. Tangannya memelukku dari belakang, dan badannya merapat di punggungku.

“Aku ikut mandi yah..?” katanya.
Aku tidak menjawab apa-apa. Hanya tanganku mengusap-usap tangannya yang ada di dadaku, sambil menenangkan diriku yang masih merasa kaget. Sambil tetap memelukku dari belakang, Rina mengambil sabun dan mulai mengusapkannya di dadaku. Nafsuku mulai naik lagi, apalagi aku juga merasakan susunya yang menekan punggungku.

Usapan tangan Rina mulai turun ke arah perutku, dan penisku mulai berdenyut dan berangsur menjadi keras. Tidak lama kemudian tangan Rina sampai di selangkanganku dan mulai mengusap penisku yang semakin tegak. Sambil menggenggam penisku, Rina mulai menciumi belakang leherku sambil mendesah-desah, dan badannya semakin menekan badanku.

Selangkangan dan susunya mulai digesek-gesekkan ke pantat dan punggungku, dan tangannya yang menggenggam penisku mulai meremas-remas dan digerakkan ke pangkal dan kepala penisku berulang-ulang sehingga aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.

“Rina oohh.. nikmat sekali sayang.”
“Randiii uuuhh”, erangnya sambil lidahnya semakin liar menciumi leherku.
Aku yang sudah merasa gemas sekali segera menarik badannya, dan sekarang posisi kita berbalik. Aku sekarang memeluk badannya dari belakang, kemudian pahanya kurenggangkan sedikit, dan penisku diselinapkan di antara pahanya, dan ujungnya yang nongol di depan pahanya langsung di pegang lagi oleh Rina. Tangan kiriku segera meremasi susunya dengan gemas sekali, dan tangan kananku mulai meremasi bulu kemaluannya.

Kemudian ketika jari tangan kananku mulai menyentuh clitorisnya, Rina pun mengerang semakin keras dan pahanya menjepit penisku, dan pantatnya mulai bergerak-gerak yang membuat aku semakin merasa nikmat. Mukanya menengok ke arahku, dan mulutnya segera kuhisap dengan keras. Lidah kami saling membelit, dan jari tanganku mulai mengelusi clitorisnya yang semakin licin. Kepala penisku juga mulai dikocok-kocok dengan lembut.
“Rina aku tidak tahan nih aduuuhh.”
“Iya Ran.. aku juga sudah tidak tahan.. uuuhh.. uuuhh.”

Badan Rina segera kubungkukkan, dan kakinya kurenggangkan. Aku segera mengarahkan dan menempelkan ujung penisku ke arah bibir vaginanya yang sudah menganga lebar menantang.
“Randi.. cepat masukkan sayang cepat uuhh ayoo.” Aku yang sudah gemas sekali segera menekan penisku sekuat tenaga sehingga langsung amblas semua sampai ke dasar vaginanya. Rina menjerit keras sekali. Mukanya sampai mendongak.

“aahh.. kamu kasar sekali.. aduuhh sakit aduuhh..” Aku yang sudah tidak sabar mulai menggerakkan penisku maju mundur, kuhunjam-hunjamkan dengan kasar yang membuat Rina semakin keras mengerang-erang. Susunya aku remas-remas dengan dua tanganku.

Tidak lama kemudian Rina mulai menikmati permainan kita, dan mulai menggoyangkan pantatnya. Vaginanya juga mulai berdenyut meremasi penisku. Aku menjadi semakin kasar, dan penisku yang sudah keras sekali terus mendesak dasar vaginanya. Dan kalau penisku sedang maju membelah vaginanya, tanganku juga menarik pantatnya ke belakang sehingga penisku menghunjam dengan kuat sekali. Tapi tiba-tiba Rina melepaskan diri.

“hh sekarang giliranku aku sudah hampir sampai.” katanya. Kemudian aku disuruh duduk selonjor di lantai di antara kaki Rina yang mulai menurunkan badannya. Penisku yang mengacung ke atas mulai dipegang Rina, dan di arahkan ke bibir vaginanya.
Tiba-tiba Rina menurunkan badannya duduk di pangkuanku sehingga penisku langsung amblas ke dalam vaginanya. Kita sama-sama mengerang dengan keras, dan mulutnya yang masih menganga kuciumi dengan gemas.

Kemudian pantatnya mulai naik turun, makin lama makin keras. Rina melakukannya dengan ganas sekali.

Pantatnya juga diputar-putar sehingga aku merasa penisku seperti dipelintir.
“Randii.. aku.. aku.. sudah.. hampirrr, uuuhh…” Erangnya sambil terus menghunjam-hunjamkan pantatnya. Mulutku beralih dari mulutnya ke susunya yang bulat sekali. Putingnya kugigit-gigit, dan lidahku berputar menyapu permukaan susunya. Susunya kemudian kusedot dan kukenyot dengan keras, membuat gerakan Rina semakin liar.

Tidak lama kemudian Rina menghunjamkan pantatnya dengan keras sekali dan terus menekan sambil memutar pantatnya.

“Sekaranggg aahh sekaranggg Randi, sekaranggg”, Rina berteriak-teriak sambil badannya berkelojotan.
Vaginanya berdenyutan keras sekali. Mulutnya menciumi mulutku, dan tangannya memelukku sangat keras. Rina orgasme selama beberapa detik, dan setelah itu ketegangan badannya berangsur mengendur.

“Ran, makasih yah.., sekarang aku pengin ngisep boleh yah..?” katanya sambil mengangkat pantatnya sampai penisku lepas dari vaginanya. Rina kemudian menundukkan mukanya dan segera memegang penisku yang sangat keras, berdenyut, dan ingin segera memuntahkan air mani. Mulutnya langsung menelan senjataku sampai menyentuh tenggorokannya.

Tangannya kemudian mengocok pangkal penisku yang tidak muat di mulutnya. Kepalanya naik turun mengeluar-masukkan penisku. Aku benar-benar sudah tidak tahan. Ujung penisku yang sudah sampai di tenggorokannya masih aku dorong-dorong. Tanganku juga ikut mendesakkan kepalanya. Lidahnya memutari penisku yang ada dalam mulutnya.

“Rina isap terus terusss hampirr terusss yyyaa sekaranggg sekarangg.. issaapp..”, Rina yang merasa penisku hampir menyemburkan sperma semakin menyedot dengan kuat.Dan…
“aahh.. sekaranggg.. sekaranggg.. issaappp..” spermaku menyembur dengan deras berkali-kali dengan rasa nikmat yang tidak berkesudahan. Rina dengan rakusnya menelan semuanya, dan masih menyedot sperma yang masih ada di dalam penis sampai habis. Rina terus menyedot yang membuat orgasmeku semakin nikmat. Dan setelah selesai, Rina masih juga menjilati penisku, spermaku yang sebagian tumpah juga masih di jilati.

Kemudian setelah beristirahat beberapa saat, kami pun meneruskan mandi sambil saling menyabuni. Setiap lekuk tubuhnya aku telusuri. Dan aku pun semakin menyadari bahwa badannya sangat indah. Setelah itu kami tidur berdua sambil terus berpelukan.

Pagi-pagi ketika aku bangun ternyata Rina sudah berpakaian rapi, dan dia cantik sekali. Dia mengenakan rok mini dan baju tanpa lengan yang serasi dengan kulitnya yang halus. Dia mengajakku belanja ke Mall karena persediaan makanan memang sudah habis. Maka aku pun segera mandi dan bersiap-siap.

Di perjalanan dan selama berbelanja kita saling memeluk pinggang. Siang itu aku menikmati jalan berdua dengannya. Kita belanja selama beberapa jam, kemudian kita mampir ke sebuah Café untuk makan siang. Di dalam mobil dalam perjalanan pulang kita ngobrol-ngobrol tentang semua hal, dari masalah pelajaran sekolah sampai hal-hal yang ringan.
Ketika ngobrol tentang sesuatu yang lucu, Rina tertawa sampai terpingkal-pingkal, dan saking gelinya sampai kakinya terangkat-angkat. Dan itu membuat roknya yang pendek tersingkap. Aku pun sembari menyetir, karena melihat pemandangan yang indah, meletakkan tanganku ke pahanya yang terbuka.

“Ayo.. nakal yah..” kata Rina, bercanda.
“Tapi suka kan?” kataku sambil meremas pahanya. Kami pun sama-sama tersenyum. Mengusap-usap paha Rina memang memberi sensasi tersendiri, sampai aku merasa penisku menjadi tegang sendiri.
“Randi.. sudah kamu nyetir saja dulu, tuh kan itunya sudah bangun.. pingin lagi yah? Rina jadi pengin ngelusin itunya nih..” kata Rina menggodaku.cerita porno 2016,cerita porno terupdate,cerita porno terbaru,cerita porno, Aku cuma senyum menanggapinya, dan memang aku sudah kepingin mencumbunya lagi.

“Randi, bajunya dikeluarin dong dari celana, biar tanganku ketutupan. Dipegang yah?” Aku semakin nyengir mendengarnya. Tapi karena memang kepingin, dan memang lebih aman begitu dari pada aku yang meneruskan aksiku.

Sambil menyetir aku pun mengeluarkan ujung bajuku dari celanaku. Kemudian tanpa menunggu, tangan Rina langsung menyelinap ke balik bajuku, ke arah selangkanganku. Tangannya mencari-cari penisku yang semakin tegang.

“Ati-ati, masih siang nih, kalau ada orang nanti tangan kamu ditarik yah!” kataku. Rina diam saja, dan kemudian tersenyum ketika tangannya menemukan apa yang dicari-cari. Tangannya kemudian mulai meremas penisku yang masih di dalam celana. Penisku semakin tegang dan berdenyut-denyut.
Karena terangsang juga, Rina mulai berusaha membuka ritsluiting celanaku, dan kemudian menyelinapkan tangannya, dan mulai memegang kepala penisku. Cairan pelumas yang mulai keluar diusap-usapkan ke kepala dan batang penisku.

“Randi.. aku pengin ngisep ininya.. aku pengin ngisep sampai kamu keluar dimulutku..” katanya sambil agak mendesah. Aku juga ingin segera merasakan apa yang dia ingini. Yang ada di otakku adalah segara sampai di rumah, dan segera mencumbunya.
Tapi harapan kita ternyata tidak segera terwujud karena sesampainya di rumah, ternyata orang tua Rina sudah pulang. Kita cuma saling berpandangan dan tersenyum kecewa.
“Eh, sudah pada pulang yah..” Rina menyapa mereka.
“Iya nih, ada perubahan acara mendadak. Makanya sekarang cape banget. Nanti malem ada undangan pesta, makanya sekarang mau istirahat dulu. Kamu masak dulu saja ya sayang.. sudah belanja kan?” kata maminya Rina.

“Iya deh, sebentar Rina ganti baju dulu. Eh, Randi, katanya kamu pengin belajar masak, ayo, sekalian bantuin aku”, kata Rina sambil tersenyum penuh arti. Aku cuma mengiyakan dan ke kamarku ganti pakaian dengan celana pendek dan T-shirt. Kemudian aku ke dapur dan mengeluarkan belanjaan dan memasukkannya ke lemari es.

Tidak lama kemudian Rina menyusul ke dapur. Dia pun sudah berganti pakaian, dan sekarang memakai daster kembang-kembang. Tante juga ikut-ikutan menyiapkan bahan makanan dan Rina mulai mengajariku memasak.

“Sudah Mami istirahat saja sana, kan ini juga sudah ada yang ngebantuin..” kata Rina.
“Iya deh, emang Mami cape banget sih, sudah yah, Mami mau coba istirahat saja”, kata Maminya Rina sambil keluar dari dapur. Aku yang sedang memotongi sayuran cuma tersenyum. Setelah beberapa saat, Rina tiba-tiba memelukku dari belakang, tangannya langsung ditelusupkan ke dalam celanaku dan memegang penisku yang masih tidur.

“Eh.. kok ininya bobo lagi.. Rina bangunin yah?” tangannya dikeluarkan kemudian Rina mengambil salad dressing yang ada di depanku, masih sambil merapatkan badannya dari belakangku.
Kemudian salad dressingnya dituangkan ke tangannya, dan langsung menyelinap lagi ke celana dan dioleskan ke penisku yang langsung menegang. Sambil merapatkan badannya, susunya menekan punggungku, Rina mulai meremasi penisku dengan dua tangannya. Nikmat yang aku rasakan sangat luar biasa. Aku segera melingkarkan tangan ke belakang, meremas pantatnya yang bulat itu.
Tanganku aku turunkan sampai ke ujung dasternya, kemudian kusingkapkan ke atas sambil meremas pahanya dengan gemas. Ketika sampai di pangkal pahanya, aku baru menyadari kalau Rina ternyata sudah tidak memakai celana dalam. Maka tanganku menjadi semakin gemas meremasi pantatnya, dan kemudian menelusuri pahanya ke depan sampai ke selangkangannya. Jari-jariku segera membuka belahan vaginanya dan mulai memainkan clitorisnya yang sudah sangat basah terkena cairan yang semakin banyak keluar dari vaginanya. Tangan Rina juga semakin liar meremas, meraba dan mengocok penisku.

“Rina.. sana diliat dulu, apa Om dan Tante memang sudah tidur..” kataku berbisik karena merasa agak tidak aman.

Rina kemudian melepaskan pegangannya dan keluar dapur.
Tidak lama kemudian Rina kembali dan bilang semuanya sudah tidur. Aku segera memeluk Rina yang masih ada di pintu dapur, kemudian pelan-pelan pintu kututup dan Rina kupepet ke dinding. Kita berciuman dengan gemasnya dan tangan kita langsung saling menelusup dan memainkan semua yang ditemui. Penisku langsung ditarik keluar oleh Rina dan aku segera menyingkap dasternya ke atas, kemudian kaki kirinya kuangkat ke pinggulku, dan selangkangannya yang menganga langsung kuserbu dengan jari-jariku.

Tangan Rina menuntun penisku ke arah selangkangannya, menyentuhkan kepala penisku ke belahan vaginanya dan terus-terusan menggosok-gosokkannya. Untuk mencegah agar Rina tidak mengerang, mulutnya terus kusumbat dengan mulutku. Kemudian karena sudah tidak tahan, aku segera mengarahkan penisku tepat ke mulut vaginanya, dan menekan pelan-pelan, terus ditekan, terus ditekan sampai seluruh batangnya amblas.

Kaki Rina satunya segera kuangkat juga ke pinggangku, sehingga sekarang dua kakinya melingkari pinggangku sambil kupepet di dinding. Kita saling mengadu gerakan, aku maju-mundurkan penisku, dan Rina berusaha menggoyang-goyangkan pantatnya juga. Vaginanya berdenyutan terasa meremasi batang penisku. Tidak lama kemudian aku merasa Rina hampir orgasme.

Denyutan vaginanya semakin keras, badannya semakin tegang dan isapan mulutnya di mulutku semakin kuat. Kemudian aku merasa Rina orgasme. Kontraksi otot vaginanya membuat penisku merasa seperti diurut-urut dan aku juga merasa hampir mencapai orgasme. Setelah orgasme, gerakan Rina tidak liar lagi, dia cuma mengikuti gerakan pantatku yang masih menghunjam-hunjamkan penisku dan mendesakkan badannya ke dinding.

Kemudian sementara penisku masih di dalam dan kaki Rina masih di pinggangku, aku melangkah ke arah meja dapur dan duduk di salah satu kursi, sehingga sekarang Rina ada di pangkuanku dengan punggung menyandar di meja dapur. Selama beberapa saat kita cuma berdiam diri saja. Rina masih menikmati sisa kenikmatan orgasmenya dan menikmati penisku yang masih di dalam vaginanya.
Sementara aku menikmati sekali posisi ini, dan menikmati melihat Rina ada di pangkuanku. Tanganku mengusap-usap pahanya dan menyingkapkan dasternya ke atas sampai melihat bulu kemaluan kami yang saling menempel. Belahan vaginanya kubuka dan aku melihat pemandangan yang sangat indah. Penisku hanya kelihatan pangkalnya karena seluruh batangnya masih di dalam vagina Rina, dan di atasnya aku melihat clitorisnya yang sangat basah.

Jari-jariku mulai mengusap-usap clitorisnya sampai Rina mulai mendesis-desis lagi, dan pantatnya mulai bergerak lagi, berputar dan mendesakkan penisku menjadi semakin masuk. Aku merasa vaginanya mulai berdenyutan lagi meremas-remas penisku. Karena gemas, kadang-kadang clitorisnya kupelintir dan kucubit-cubit.

Kemudian dasternya kusingkap semakin ke atas sampai aku melihat susunya yang menantangku untuk segera memainkannya. Dengan tak sabar segera susunya yang kiri kulumat dengan mulutku, yang membuat kepala Rina mendongak merasakan kenikmatan itu. Sambil melumati susunya, lidahku juga memainkan putingnya yang sudah sangat tegang. Kadang-kadang putingnya juga kugigit-gigit kecil dengan gemas. Tanganku dua-duanya meremasi pantatnya yang bulat.
“Ya Tuhan Randiii aahh aahh”, rintihnya di kupingku, sambil kadang menjilati dan menggigit kupingku.

“Randii.. aahh.. aku hampir dapet lagii.. ahh.., terus gitu sayang”, rintihnya dengan gerakan yang semakin liar.

Pantatnya semakin keras menekan dan berputaran, yang membuat penisku juga seperti dipelintir dengan lembut.
Aku pun menuruti dan terus memberikan kenikmatan dengan terus memainkan susunya bergantian yang kiri dan kanan, dan tanganku juga ikut memainkan puting susunya, sampai Rina tiba-tiba menggigit kupingku dengan keras dan setelah menghentakkan pantatnya dia memelukku dengan eratnya.

“hh Randdiii.. hh. hh.” Aku merasakan Rina orgasme untuk kedua kalinya dan lebih hebat dari yang pertama.

Denyutan vaginanya keras sekali dan berlangsung selama beberapa detik, dan kenikmatan yang aku rasakan membuatku merasa sudah hampir orgasme. Tapi setelah orgasme, ternyata Rina masih ingat keinginannya untuk menghisap penisku.

“Randi.. jangan dikeluarin dulu.. nanti di mulutku saja yah”.
Maka setelah turun dari pangkuanku, Rina segera jongkok di depanku dan langsung mengulum penisku. Lidahnya memutari batangnya dan mulutnya menyedot-nyedot membuat aku merasa orgasmeku sudah sangat dekat. Tanganku memegang belakang kepala Rina, dan kutekan agar penisku semakin masuk di mulutnya, kemudian aku juga membantu memasuk-keluarkan penisku di mulutnya, dan

“aahh Rina aku keluarrr terus isaappp.. aahh..” dan memang Rina dengan lahapnya terus menghisap spermaku yang langsung berhamburan masuk ke tenggorokannya. Penisku yang masih mengeluarkan sperma terus disedot dan dikenyot-kenyot dan pangkal penisku juga terus-terusan dikocok-kocok. Orgasmeku kali ini kurasakan sangat luar biasa.
Setelah itu kita kembali berciuman, dan kembali meneruskan memasak.

“Randi.. makasih yah, tapi aku belum puas, habis kurang bebas sih, entar malem lagi yah..!” aku yang merasa hal yang sama cuma mengangguk.
“Ran, aku nanti malem pengin menikmati seluruh tubuhmu.”
“Maksudmu..? apa selama ini belum?”
“Aku pengin melakukan hal yang lain sama kamu.., tunggu saja..”
“Ihh.. apaan sih.., Rina jadi merinding nih”, kata Rina sambil memperlihatkan bulu-bulu tangannya yang memang berdiri, dan sambil tersenyum aku mengelusi tangannya. 

Kemudian badannya kupeluk dari belakang dengan lembut. Aku merasa bahagia sekali. End Baca cerita sebelumnya yang tidak kalah menarik mampu meningkatkan birahi mu berjudul " Cerita Seks ML Dengan Janda Muda Berhijab Anak Satu " by cerminhikmat.blogspot.com ~ Cerita Sex Bergambar - Cerita Sex Terbaru - Cerita Mesum 2016 ~

cerita sex tante girang bergambar, cerita igo bergambar, cerita dewasa cewek igo, cerita igo, cerita sex perkosa tante, cerita diajarin ngentot sama mama, cerita ngentot cewek igo, pengalaman ngentot sedarah, perkosa tante montok, cerita sex tante, di ajari sex, cerita sex diajarin ngentot sama mama, cerita sex dewasa sedarah bergambar, cerita sex perkosa, cerita sex dewasa bergambar foto cewek igo ngentot, cerita sex dewasa pesugihan, cerita dewasa diajari mama, foto cewek igo, cerita birahi tante bergambar, ngentot bergantian, cerita sex perkosa bergambar, diajarin mama ngentot, cerita sex ajari, cerita mesum perkosa tante, diajarin ngentot sama mama, igo ngentot terbaru, cerita sex perkosa tante montok, cerita sex mamah selingkuh, cerita perkosa tante montok, cerita ngewe bergambar 2016, cerita di ajari ngentot, cerita porno perkosa tante, cerita sex rina nose, cerita ngentot bergantian, cewekigo, cerita sex melayu bergambar, ngentot sama mama, cerita tempik tante, cerita dewasa bergantian, cerita dewasa sama mama, cerita sex bergambar sama mama, cerita dewasa igo, cerita sex selingkuh mantan pacar, cerita dewasa diajari ngentot, igo ngentot, cerita dewasa diajarin ngentot sama mama, cerita sex igo, ceritasexdewasa, cerita sex dewasa sedarah, cerita cewek igo, cerita sex mama ketagihan, pengalaman ngentot mama