Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

Cerita Ngentot Sama Pacarku Dan Ibunya Yang Montok

Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum HOT – Cerita Seks Selingkuh – Kisah cerita panas di ajak ngentot sama pacarku dan ibunya yang montok dengan judul " Cerita Ngentot Sama Pacarku Dan Ibunya Yang Montok " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Cerita Ngentot Sama Pacarku Dan Ibunya Yang Montok
Cerita Ngentot Sama Pacarku Dan Ibunya Yang Montok

Cerita Sex Dewasa Ngentot Sama Pacarku Dan Ibunya Yang Montok

Cerita Sex - Namaku Adi dan belum setahun ini aku kawin dengan Ina, setelah dia menyelesaikan SMU nya. Ina adalah anak tunggal dan Ibunya ( mertuaku dan umurnya sekitar 40 an) telah cerai kira2 5 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini aku nggak tahu mengapa mereka sampai bercerai. Karena rumah mertuaku cukup besar di daerah Bekasi dan apalagi Ina hanyalah anak satu2nya, maka setelah kawin, aku dan Ina diminta tetap tinggal di rumah ini, karena Ibu nggak mau ditinggal sendiri. Padahal, aku sudah punya rumah sendiri, walaupun masih memcicil di KPR.

Untuk menyingkat cerita, baiklah kumulai cerita ini yang terjadi kira2 dua bulan yang lalu.
Seperti biasanya, aku pulang dari kantor dan sampai di rumah kira2 jam 18.00 sore. Ina dan ibunya selalu ngobrol di tetangga sebelah rumah, biasa perempuan..ngerumpi kali. Sesampainya di rumah, aku biasanya langsung mandi.

Suatu sore, saat aku lagi mandi dan kebetulan aku sedang menggosok kontolku dengan sabun untuk membersihkan kotoran2 yang ada dan kontolku sedang berdiri tegak karena gosokanku tadi.eeeehhhhhh, tiba2 pintu kamar mandinya terbuka lebar dan Ibu mertuaku masuk terburu-buru sambil kedua tangannya mengangkat roknya keatas.
Melihat aku ada didalam kamar mandi dan kebetulan aku menghadap ke arah pintu… aaaahhhhkkkk..Adiiiii..teriak mertuaku tertahan sambil menutupkan kedua tangannya ke arah mulut nya, tapi matanya yang terbelalak kaget itu tetap tertuju ke arah kontolku. Ad.Adiiii…, lanjutnya setelah kekagetannya sedikit hilang, lho.. kok…kamar mandi nya nggak di kunci… Dan matanya masih tetap tetegun ke arah kon**lku. Lho…Ibu sih…masuknya nggak pakai ketok2 dulu…Ad.. adaaa.apa sih bu kok. keburu-buru.???? Kalau sudah kebelet mau pi.pis.., ya. pipis aja deh.. bu, kataku, tapi…Ina.dimana.bu .?? lanjutku, karena aku takut tiba2 Ina muncul juga, bisa2 tengsin. Ohh..Ina lagi ke warung dengan si Wati, katan0ya sih mau beli rujak.., kata ibu.

Si..silahkan.deh ..bu.kencingnya.kalau sudah kebelet…Tapi..kalau Ina tahu bu.bisa berabe., lanjutku tanpa kuubah posisi berdiriku. Nnggg..nggaaakk. apa2..nih..Di., kata ibu sambil kedua tangan nya mengangkat roknya dan. iy.. ya.deh.Diii..ibu sudah kebelet niiihh..lanjut ibu sambil menurunkan Cdnya. Terlihat sekelebat., sebelum ibu jongkok, memeknya yang ditumbuhi bulu2 hitam yang lebat dan membuat kon**lku semakin tegang aja. Ad.adiii…tolong..dong ambilkan air di gayung…, kata ibu tiba2 sambil tangan kanannya mengarah ke arahku.dan…entah disengaja apa tidak, tangan ibu telah menyentuh kon**lku. Ma.aaaff.yaaa.Diii.. keseng.gol., kata ibu setelah merasa tangannya menyenggol kon**lku. Sambil keluar dari kamar mandi, ibu masih sempat berucap pelan. Aaa.. diii., si Ina beruntung.ya… Untung gimana bu…tanyaku nggak jelas, sebelum ibu menutup kamar mandi…Tapi nggak ada jawaban dari ibu dan kulanjutkan mandiku sampai selesai.

Seminggu kemudian, tepatnya hari Jum’at pagi sewaktu aku sarapan bertiga dengan Ina dan Ibu, Ina bilang..Maaass.nanti siang aku mau pergi ke rumahnya si Sarah di Kebayoran Lama.mau ngebantuin dia…besok kan dia mau nikahan…waktu kita nikah dulu, dia kan membantu kita disini..sampai nginep lagi. Jadi kamu mau nginep juga.? Tanyaku sambil mataku tertuju ke arah ibu. Iya..dong Massss..nggak enak kan ? Jadi Mas dan Ibu, datang saja kesana besok sore sambil sekalian menghadiri resepsinya. Bolehh.kan…Mas…?? OK.deh..kalau gitu, kataku dan aku langsung berangkat ke kantor setelah pamitan dengan Ina dan Ibu. Cerita Sex Mama

Sore harinya ketika aku sampai didepan rumah, terlihat rumah Ibu tertutup dan waktu kucoba membukanya, eh..nggak taunya terkunci. Aku jadi agak kesel juga ke Ina, katanya mau pergi sendiri ke rumah si Sarah, tapi rumah kok di kunci.
Lalu kucoba mengetok pintu, siapa tau Ibu entah sedang mandi atau ketiduran. Setelah beberapa kali pintu kuketok, terdengar suara ibu dari belakang…siapa ya…??
Adiiiii.bu… , kataku dan sewaktu pintu dibuka terlihat pening kiri dan kanan ibu telah di tempeli koyok. Lho…bu…kenapa…? tanyaku…sakit..ya..bu, lanjutku.
Enggak…kok.diiii…ibu cuman agak pusing sedikit aja.dan.sekarang sudah agak mendingan kok..setelah ditempelin koyok. Ohhh…, kataku sambil terus masuk rumah.
Adiiii…kata ibu sambil berjalan menuju kamarnya…nanti kamu makan sendirian aja..ya., ibu kepingin tiduran dulu…masih berat..rasanya kepala ibu ini. Nggak.apa..deh.bu., kataku sambil menuju kamarku yang letaknya nggak terlalu jauh dari kamar ibu. Setelah mandi, kukenakan pakaian kesukaanku kalau lagi dirumah yaitu kaos oblong dan sarung serta kulanjutkan makan malam sendirian.
Lagi enak2nya nonton warta berita TVRI, kudengar suara ibu dari kamarnya memanggil namaku..Adiiii. adiiiii..sini dulu.diii.. Selama ini belum pernah masuk ke kamar mertuaku, jadi kujawab panggilan ibu dari depan pintu kamarnya yang terbuka tetapi tertutup korden.ada..ap..apaaaa..bu…?? Kesini. dong. diiii…masuklah…dan kubuka korden kamar ibu dan kulihat ibu lagi tiduran miring menghadap ke arahku dan memakai pakaian tidur yang sangat tipis. Tapi baru saja aku akan masuk kamar, tiba2 telepon berdering, sebentar..ya.bu.ada telepon masuk, kataku pada ibu. Hallo…, kataku sambil mengangkat gagang telepon, Maasss.., oh.rupanya si Ina dalam hatiku, lagi ngapain.maasss ? apa sudah makan…?? kata Ina lagi. Biasa.., lagi nonton TV jawabku. Masss.., kelihatannya pesta kawinnya Sarah.akan besar2an, aku lagi sibuk nih..dengan merangkai bunga, katanya dan kelihatannya aku nggak bisa pulang, jadi besok seperti rencana aja deh Mas…lanjut Ina. Iya.deh In…nggak apa2, jawabku. Eh…maasss., mana ibu..??? Aku pingin ngomong dong…, lanjut Ina. Innn..Ibu dari tadi tiduran dikamarnya.. katanya lagi pusing…aku lihat tadi.pelipisnya di tempelin koyok, kataku.

Massss.., tolong deh kepala ibu dipijitin…pasti deh.pusingnya ibu akan hilang., biasanya..ibu suka aku pijitin, kalau lagi pusing..dan..sebentar aja, katanya pusingnya hilang..tolong..ya…masss, dan sampaikan salamku buat ibu dan OK mas..sampai besok, cerocos Ina.
Sambil aku berjalan kembali kearah kamar ibu, kudengar suara ibu yang tidak terlalu keras, Adiii…telepon dari siapa…?? Oh…dari Ina.bu… Sini…dong.. Diii. tolongin.ibu.. Sambil membuka korden kamar ibu dan terlihat posisi tiduran ibu masih seperti semula yaitu menghadap ke arahku, si.siniiii.diiii.tolongin..ibu..?? kata ibu sambil melambaikan tangannya dan kulihat ketek ibu yang agak ditumbuhi bulu2 hitam lebat, sehingga membuat kontolku berdiri. Cerita Ngentot Pacar

Sini…diii..tolongin.ibu, kata ibu sambil menepuk tempat tidur tepat dimukanya dan menggeser badannya sedikit kearah belakang. Waktu badannya bergeser, kulihat teteknya bergerak-gerak dan setelah kuperhatikan rupanya ibu nggak memakai Bh, sehingga kon**lku semakin tegang saja, untungnya nggak kelihatan karena aku pakai sarung. Tol.tolongiinn.apa.bu..?? Kataku setelah aku berdiri tepat dimuka ibu dan Ibu…masih pusing…ya..?? lanjutkan. Eeeemmm.diii..duduklah disini..kata ibu sambil menepuk kasur dimukanya dan menggeser badannya lagi sedikit kearah belakang dan sepertinya memberi tempat aku buat duduk, tolong..ke.pala ibu dipijitin..sebentar.ya..diii, kepala..ibu…kok tambah.berat aja.

Lalu aku duduk tepat dimuka ibu dan kupegang kepala ibu dengan kedua tanganku sambil kupijat-pijat. Kulihat mata ibu memejam ketika kepalanya kupijiti, mungkin lagi menikmati enaknya pijitanku. Dari jarak yang begitu dekat, terlihat tetek ibu yang nggak terlalu besar samar-samar dibalik daster yang tipis itu dan ini membuat kon**lku semakin tegang saja dan mulai kelihatan menonjol dari balik sarungku.
Diii.., kata ibu sambil matanya masih tetap terpejam, In.Ina..bilang.apa..?? Anu.bu…pestanya si Sarah.kelihatannya akan besar2an, kataku. Terus…,lanjut ibu, Iya..bu..saya bilang ibu lagi tiduran karena pusing dan sa…saya diminta untuk memijiti kepala ibu…, jawabku. Lalu kami berdua diam dan tetap kulanjutkan pijitan dikepala ibu.

Karena nggak tahan diam terus dan yang terdengar hanya suara napas ibu, maka aku mencoba untuk menanyakan kata2 ibu kemarin sewaktu di kamar mandi.

Buuu…,kataku pelan2. Ya…diii..ada.apa.?? sahut ibu dan matanya melek sedikit dan memandangku tapi lalu merem lagi. Itu…lo..buuu.., kemarin kan ibu bil.bilang..kalau Ina beruntung..apa sih itu..bu.??? Ibu nggak langsung menjawab, tapi tiba2 ibu sambil membuka matanya sedikit melihat arah sarungku dan dengan cepat tangannya bergerak menggenggam dan memijat pelan kon**lku yang terlihat menonjol dari luar sarung sambil mengucap..In..ini..lho..diii…
Memang..nya.kenapa..buuuuu, tanyaku pingin tahu lebih jauh jawaban ibu. Ahhh. kamu.ini.., jawab ibu sambil memijit lagi kontolku, be…saaarrr…diiiii, lanjut ibu sambil melepas pijitannya dan menggeser tangannya dari sarungku.

Setelah itu, nggak ada lagi pembicaraan, tapi napas ibu semakin tidak teratur dan makin keras dan kon**lku semakin tegang saja setelah di pijit ibu.

Perasaanku makin nggak karu2an dan kulihat ibu masih saja tetap memejamkan matanya, hanya nafasnya semakin kencang. Lalu sambil tetap kupijiti kepalanya, pelan2 kudekati bibir ibu dan….kucium bibir ibu lembut. Kulihat ibu agak kaget tapi matanya masih tertutup dan berguman pelan..Adiiiiii..aaahhhhh.. kam.. kamu..nakaaal.ya. Karena nggak ada reaksi negatif dari ibu, maka keberanian dan nafsuku semakin bertambah, pelan2 kuangkat sarungku dan kupegang batang kon**lku lalu kubawa maju menuju mulut ibu yang agak terbuka sedikit itu. Adiiii…seru ibu lirih ketika kon**lku kudorong masuk ke mulut ibu dan hhhhmmm…hhhhmmm. ,suara ibu yang nggak bisa meneruskan kata2nya karena kon**lku sudah ½ nya masuk ke mulutnya. Buuu..bbuuu.enaaaaaakkk.bu…bu, gumanku ketika lidah ibu terasa sedang dipermainkan di kepala kontoku dan terus di sedot2, sedang ibu hanya ber suara.. hhhmmmm…hmmmm.hhmmm.. Pelan2 aku majukan badanku kearah muka ibu, sehingga sumua kon**lku sekarang masuk semua kedalam mulut ibu, sambil kulepaskan kedua tanganku dari kepala ibu dan kupindahkan ke tetek ibu yang cukup lembut serta kuremas-remas. Setelah beberapa saat kon**lku di sedot2 ibu, rangsangan ditubuhku makin panas, lalu kuangkat daster ibu dari bawah dan..rupanya ..ibu sudah nggak pake Cd, sehingga terlihat badannya yang putih bersih ibu dan sekeliling memeknya ditumbuhi bulu2 hitam halus yang lebat. Kurebahkan badanku ke arah perut ibu, lalu kujilati dan kucucup perut dan sekitarnya, sedangkan ibu semakin keras menyedot-nyedot kon**lku sambil maju-mundurkan mulutnya. Setelah beberapa saat jilatanku hanya disekitar perut ibu, sekarang secara perlahan-lahan kuselusuri jilatanku kearah memek ibu. Sesampainya mulutku di sekitar bibir memek ibu, kujepit bibirnya yang sudah basah oleh cairan ibu yang asin2 enak, sambil kupermainkan ludahku dan badan ibu menggelinjang sambil berguman. Ad..adiii..lalu suara ibu menghilang dan hanya terdengar bunyi .. hhmmmm. hhmm ..hhmmm.karena kembali kon**lku ketekan masuk kemulut ibu. Kemudian lidahku menjalar terus ke arah kelentit ibu dan ku main2kan dengan lidahku dan sesekali kusedot agak kuat, sehingga tubuh ibu menggelinjang keras sambil menaik-turunkan pantatnya dan kedua tangannya berusaha menekan kepalaku kedalam memeknya dan pantatku tetap ku naik-turunkan sehingga kon**lku keluar masuk mulut ibu dan yang kudengar hanya bunyi ..hhhmmmm.. hhhmmm.hhhmm..dari mulut ibu. Setelah cukup lama seluruh bagian memek ibu yang sangat basah itu ku sedot dan jilat itu, tiba2…ibu melepaskan kon**lku dari mulutnya dan…Addiiiii.., teriak ibu agak keras..amm…puunnn.diiiii, ibu nggak..tah.tahaaaannnnn..ib.bu..kel..uaaaaaaaarrrr ..arccchhhhh, sambil kedua tangannya menekan kepalaku kuat2 ke memeknya dan pantatnya naik-turun dengan cepat, lalu ..terdiam…dan hanya nafas ibu yang terdengar terengah-engah. Setelah nafas ibu terdengar agak teratur..Adiiiii.. sin.siniiii… sayaaaaang, kata ibu sambil berusaha menarik badanku kearahnya dan kulepaskan mulutku dari memek ibu yang penuh dengan cairannya serta kuputar badanku dan kucium mulut ibu dengan bibirku yang masih basah dengan cairan ibu dan badannya kupeluk erat.
Adiiiiii…, terdengar bisikan halus ibu ditelingaku.pusss.ing..ibu. sudah hilang..say…aanng, sud..aaahh lamaaaa..ibu merindukan..ini.diiiii, dan aku nggak memberikan jawaban apapun hanya kukecup bibir ibu dengan lembut serta disambutnya ciumanku itu dengan mesra.
kon**lku tetap masih sangat tegang karena sampai saat ini yang kupentingkan ibu supaya bisa orgasme lebih dulu dan sekarang posisiku sudah berada diatas badan ibu yang sedang terlentang, sambil kami tetap berpelukan dan berciuman. Cerita Seks IGO

Sambil kukecup pipi ibu, kubisiki telinga ibu..buuuu.., boo..leeehh. sayaaa..?? belum sampai kata2 yang aku ucapkan itu selesai, terasa ibu telah berusaha merenggangkan ke dua kakinya pelan2 dan kulihat ibu tidak berusaha menjawab, tapi terus menutup matanya. Dengan tanpa melihat, kucari lubang memek ibu dengan kon**lku dan ibu menggeser pantatnya sedikit saat kon**lku sudah menempel memeknya, sepertinya ibu sedang berusaha menempatkan lobang memeknya agar kon**lku mudah masuk. Setelah kurasa pas, kutekan kon**lku pelan2 ke memek ibu, tapi sepertinya nggak ada tanda2 kepala kon**lku mulai masuk, walau memek ibu sudah basah sekali. Yang kuperhatikan diwajah ibu yang lagi merem itu, sepertinya ibu menyeringai agak menahan rasa sewaktu kon**lku kutekan ke memeknya.. peel.. laaan.. pelaaan.diiii.. saaa…kiitt, kudengar bisik ibu dan lanjutnya ..iibu.. sudah lama..nggak.. pernah begini, sejak bapak kawin lagi.diii. Karena kasihan mendengar suara ibu itu, kuangkat pelan2 kon**lku tapi tangan ibu yang dari tadi ada di pantatku berusaha menahannya. Jaa…ngaaann..dicabuuuutt..diii.. kedengar bisik ibu lagi. Aku nggak menjawab apa2, tapi kutusukkan lagi kon**lku pelan2 ke memek ibu dan..ttrrretttt..terasa kepala kon**lku seperti menguak sesuatu yang tadinya tertutup dan kuhentikan tusukan kon**lku karena kudengar lagi ibu seperti merintih.Adiiiiii..sambil kedua tangannya menahan pantatku dan wajahnya menyeringai menahan sakit. Beberapa detik kemudian, kurasakan kedua tangan ibu menekan pantatku pelan2, aku langsung menekan kon**lku lagi pelan2 dan.. ttrrreeett.bleessss… terasa kon**lku masuk setengahnya ke memek ibu…aadiiiiiii….kata ibu seperti berbisik, suu..daaahh… maaasukk..sa.. yaang…, lanjutnya sambil melepas nafas panjang tapi tangan ibu menahan laju tekanan pantatku. Aku diamkan sebentar pergerakan kon**lku sambil menunggu reaksi ibu lebih lanjut, tapi…dalam keadaan diam seperti ini, aku merasa kon**lku sedang terhisap kuat di dalam memek ibu dan secara nggak sadar terucap dari mulutku.. buuu..ibuuu.ennaaakk..sekali..buu..terr.usss..buu. Saking enaknya.aku sudah nggak perhatikan tangan atau wajah ibu lagi, lalu kegerakkan pantatku naik turun pelan2 dan makin lama makin cepat, dan ibu mengimbanginya dengan mengerakkan pantatnya seperti berputar-putar. Addiii…diii..tee..ruuus.

diiii..enaaakk..aduuuhhh…enakkk..ddiii.., kudengar kata2 ibu terbata-bata dan terucap dari mulutku secara tanpa sadar…bbuuuuu..buuuu..iy. ya…saa. yyaaa. jugaaa..eenaakkkk, dan kubungkam bibir ibu dengan mulutku sambil lidahku kuputar didalam mulut ibu, serta kedua tanganku mencengkeram kuat wajah ibu. Sedang kan kedua tangan ibu masih tetap di posisi pantatku dan menekan pantatku apabila pantatku lagi naik. Goyangan dan gerakan aku dan ibu semakin cepat dan kudengar bunyi.crreeettt…creeettt..creeetttt.secara teratur sesuai dengan gerakan naik-turunnya pantatku serta bunyi suara ibu ..hhmmm…aaaahhhh.. aaahhh.yang nggak keluar karena bibirnya tertutup bibirku. Nggak lama kemudian gerakan pantat ibu yang berputar itu semakin cepat dan kedua tangannya mencengkeram kuat2 di pantatku dan…tiba2 ibu melepas ciumanku serta berkata tersendat sendat agak keras..Adiii..diiii…ddii..ibuuuu..ibuu..haam. piirr..ddiiii.aa…yyoooo..diiii.., moment ini nggak kusia siakan, karena aku sudah nggak kuat menahan desakan pejuku yang akan keluar.buuu.tuung..

guuu.saa..maaa.samaaa..sek..aaarangggg…arrcchhhh hh.., sambil kutekan kon**lku kuat2 kedalam memek ibu dan kurasakan cengkeraman kedua tangan ibu di pantatku makin keras dan agak sakit seakan ada kukunya yang menusuk pantatku.

Kuperhatikan ibu dengan nafas yang masih ter engah2 terdiam lemas seperti tanpa tenaga dan kedua tangannya walau terkulai tapi masih dalam posisi memelukku, sedangkan posisiku yang masih diatas tubuh ibu dengan kon**lku masih nancep semuanya didalam memek ibu. Karena Ibu diam saja tapi nafasnya mulai agar teratur, aku berpikir ibu mau istirahat atau lansung tidur, lalu kuangkat pantatku pelan2 untuk mencabut kon**lku yang masih ada di dalam memek ibu, eeehh…nggak tahunya ibu dengan kedua tangannya yang mash tetap di punggungku dan memiringkan badannya sehingga aku tergeletak disampingnya lalu dengan matanya masih terpejam dia berguman pelan…Adiii…bii.aarkan..diii.biarkan dida..laaamm…ibuuuu. rasanya..enak.ada yang mengganjel didalam…sambil mencium bibirku mesra sekali dan…kami terus ketiduran sampai pagi. Baca cerita sex bergambar sebelumnya yang tidak kalah seru dengan judul " Selingkuh Dengan Istri Anak Buahku Yang Cantik ". END by Cerita Sex Dewasa | Foto Cewek IGO Ngentot – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Kamis, 16 Juni 2016

Selingkuh Dengan Istri Anak Buahku Yang Cantik

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Selingkuh – Kisah nafsu panas affair dengan istri karyawanku sendiri dengan judul " Selingkuh Dengan Istri Anak Buahku Yang Cantik " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Selingkuh Dengan Istri Anak Buahku Yang Cantik
Selingkuh Dengan Istri karyawan Cantik 

Cerita Sex Selingkuh Dengan Istri Anak Buahku Yang Cantik

Cerita Dewasa - Aku sedang menyantap makan siang di sebuah cafe yang terletak di lantai dasar gedung kantorku. Hari itu aku ditemani Pak Erwan, manajer IT perusahaanku dan Lia, sekretarisku. Biasanya aku makan siang hanya dengan Lia, sekretarisku, untuk kemudian dilanjutkan dengan acara bobo siang sejenak sebelum kembali lagi ke kantor. Tetapi hari itu sebelum aku pergi, Pak Erwan ingin bertemu untuk membicarakan proyek komputerisasi, sehingga aku ajak saja dia untuk bergabung menemaniku makan siang.

Aku dan Pak Erwan berbincang-bincang mengenai proyek implementasi software dan juga tambahan hardware yang diperlukan. Memang perusahaanku sedang ingin mengganti sistem yang lama, yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang. Sedangkan Lia sibuk mencatat pembicaraan kita berdua.

Sedang asyik-asyiknya menyantap steak yang kupesan, tiba-tiba HPku berbunyi. Kulihat caller idnya.. Dari Santi.

"Hallo Pak Robert. Kapan nih kesini lagi" suara merdu terdengar diseberang sana.

"Oh iya. Nanti sebentar lagi saya ke sana. Saya sedang makan siang nih. Bapak tunggu sebentar ya" jawabku.
"He.. He.. Sedang nggak bisa ngomong ya Pak" Santi menggoda.
"Betul Pak.. OK sampai ketemu sebentar lagi ya" kataku sambil menutup pembicaraan.
"Dari klien" kataku.



Aku sangat hati-hati tidak mau affairku dengan Santi tercium oleh mereka. Hal ini mengingat Pak Arief, suami Santi, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arief ini sedang aku kirim training ke Singapore, sehingga aku bisa leluasa menikmati istrinya.


Seusai menikmati makan siang, aku berkata pada Lia bahwa aku akan langsung menuju tempat klienku. Seperti biasa, aku minta supaya aku tidak diganggu kecuali kalau ada emergency. Kamipun berpisah.. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung menuju tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.. He..

Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Santi. Hari sudah menjelang sore. Bayangkan saja, sudah beberapa jam aku di jalan tadi. Segera kuparkirkan Mercy silver metalik kesayanganku, dan memencet bel rumahnya. Santi sendiri yang membukakan pintu. Dia tersenyum gembira melihat kedatanganku.



"Aih.. Pak Robert kok lama sih" katanya.

"Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada" candaku.
"Bisa aja Pak Robert.." jawab Santi sambil tertawa kecil.



Dia tampak cantik dengan baju "you can see" nya yang memperlihatkan lengannya yang mulus. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku remas dan hisap sementara suaminya aku "asingkan" di negeri tetangga.


Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia.

Kucium bibirnya sambil tanganku mengelus-elus pundaknya. Ketika aku akan membuka bajunya, dia menahanku.


"Pak.. Santi ada hadiah nih untuk bapak"

"Apaan nih?" jawabku senang.
"Ini ada teman Santi yang mau kenal sama bapak. Orangnya cantik banget."



Lalu dia bercerita kalau dia berkenalan dengan seorang wanita, Susan, saat dia sedang berolahraga di gym. Setelah mulai akrab, merekapun bercerita mengenai kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Susan menawarkan untuk berpesta seks sambil bertukar pasangan di rumah mereka.


"Dia ingin coba ini bapak. Katanya belum pernah lihat yang sebesar punya Pak Robert" kata Santi sambil meraba-raba kemaluanku.

"Saya sih OK saja" jawabku riang.
"Oh ya.. Nanti pura-pura saja Pak Robert suamiku" kata Santi sambil pamit untuk menelpon kenalan barunya itu.



Aku dan Santi kemudian meluncur menuju rumah Susan di kawasan Kemang. Untung jalanan Jakarta sudah agak lengang. Tak lama kamipun sampai di rumahnya yang luas. Seorang satpam tampak membukakan pintu garasi. Santipun menjelaskan kalau kami sudah ada janji dengan majikannya. Susan menyambut kami dengan ramah.


"Ini perkenalkan suami saya"


Seorang laki-laki paruh baya dengan kepala agak botak memperkenalkan diri. Namanya Harry, seorang pengusaha properti yang sukses. Santipun memperkenalkan diriku pada mereka.

Aku kagum pada rumah mereka yang sangat luas. Dengan perabot-perabot yang mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yang tergantung di dinding. Bayangkan saja betapa kayanya mereka, karena orang sekelas aku saja kagum melihat rumahnya yang sangat wah itu.


Tetapi aku lebih kagum melihat Susan. Wanita ini memang cantik sekali. Terutama kulitnya yang putih dan mulus sekali. Ibaratnya kalau dihinggapi nyamuk, si nyamuk akan jatuh tergelincir. Disamping itu bodynya tampak seksi sekali dengan buah dada yang besar dan bentuk tubuh yang padat. Sekilas mengingatkan aku pada bintang film panas di jaman tahun 80-an.. Entah siapa namanya itu.


Merekapun menyuguhkan makan malam. Kamipun bercerita basa-basi ngalor ngidul sambil menikmati hidangan yang disediakan. Ditengah makan malam itu, Santi pamit untuk ke toilet. Dengan matanya dia mengajakku untuk mengikuti dia.


"Pak, habis ini pulang aja yuk" kata Santi berbisik perlahan setelah keluar dari ruang makan.

"Kenapa?" tanyaku.
"Habisnya Santi nggak nafsu lihat Pak Harry itu. Sudah tua, botak, perutnya buncit lagi".



Aku tertawa geli dalam hati. Tetapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Santi. Aku sudah ingin menikmati istri Pak Harry yang cantik sekali seperti boneka itu. Kupaksa saja Santi untuk kembali ke ruang makan.


Setelah makan, kamipun ke ruang keluarga sambil nonton video porno untuk membangkitkan gairah kami. Tak lama, seorang gadis pembantu kecil datang untuk menyuguhkan buah-buahan. Tetapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kristal sehingga pecah berkeping-keping. Kulihat tampak Susan melotot memarahi pembantunya itu, sedangkan si pembantu kecil itu tampak ketakutan sambil meminta maaf berkali-kali.


Adegan di TV tampak semakin hot saja. Tampak Pak Harry mulai mengerayangi tubuh Santi di sofa seberang. Sedangkan Santi tampak ogah-ogahan melayaninya.

"Sebentar Pak.. Santi mau lihat filmnya dulu"


Aku tersenyum mendengar alasan Santi ini. Sementara itu Susan minta ijin ke dapur sebentar. Akupun mencoba menikmati adegan di layar TV. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu lihat yang seperti ini, mengingat tubuh Susan sudah sangat mengundang gairahku. Tak lama akupun merasa ingin buang air kecil, sehingga akupun pamitan ke belakang.


Setelah dari toilet, aku berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang keluarga. Kulihat di dalam, Susan sedang berkacak pinggang memarahi gadis kecil pembantunya tadi.


"Ampun non.. Sri nggak sengaja" si gadis kecil memohon belas kasihan pada majikannya, Susan yang cantik itu.

"Nggak sengaja nggak sengaja. Enak saja kamu bicara ya. Itu gelas harganya lebih dari setahun gaji kamu tahu!!" bentak Susan.
"Gajimu aku potong. Biar tau rasa kamu.."



Si gadis kecil itu terdiam sambil terisak-isak. Sementara wajah Susan menampakkan kepuasan setelah mendamprat pembantunya habis-habisan. Mungkin betul kata orang, kalau wanita kurang dapat menyalurkan hasrat seksualnya, cenderung menjadi pemarah. Melihat adegan itu, aku kasihan juga melihat si gadis pembantu itu. Tetapi entah mengapa justru hasrat birahiku semakin timbul melihat Susan yang sepertinya lemah lembut dapat bersikap galak seperti itu.


"Dasar bedinde.. Verveillen!!" Susan masih terus berkacak pinggang memaki-maki pembantunya. Dengan tubuh yang putih bersih dan tinggi, kontras sekali melihat Susan berdiri di depan pembantunya yang kecil dan hitam.

"Ampun non.. Nggak akan lagi non.."
"Oh Pak Robert.." kata Susan ketika sadar aku berada di pintu dapur. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.
"Sedang sibuk ya?" godaku.
"Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu" jawabnya sambil tersenyum manis.
"Yuk kita kembali" lanjutnya.



Kamipun kembali ke ruang keluarga. Kulihat Santi masih menonton adegan di layar sementara Pak Harry mengelus-elus pahanya. Aku dan Susanpun langsung berciuman begitu duduk di sofa. Aku melakukan "french kiss" dan Susanpun menyambut penuh gairah.


Kutelusuri lehernya yang jenjang sambil tanganku meremas buah dadanya yang membusung padat. Susanpun melenguh kenikmatan. Tangannya meremas-remas kemaluanku. Dia kemudian jongkok di depanku yang masih duduk di sofa, sambil membuka celanaku. Celana dalamku dielusnya perlahan sambil menatapku menggoda. Kemudian disibakkannya celana dalamku ke samping sehingga kemaluankupun mencuat keluar.

"Oh..my god.. Bener kata Santi.. Very big.. I like it.." katanya sambil menjilat kepala kemaluanku.


Kemudian dibukanya celana dalamku, sehingga kemaluankupun bebas tanpa ada penghalang sedikitpun di depan wajahnya. Dielus-elusnya seluruh kemaluan termasuk buah zakarku dengan tangannya yang halus. Tingkah lakunya seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru.

Kemaluankupun mulai dihisap mulut Susan dengan rakus. Sambil mengulum dan menjilati kemaluanku, Susan mengerang,emmhh.. emhh, seperti seseorang yang sedang memakan sesuatu yang sangat nikmat. Kuelus-elus rambutnya yang hitam dan diikat ke belakang itu.


Sambil menikmati permainan oral Susan, kulihat suaminya sedang mendapat handjob dari Santi. Tampak Santi mengocok kemaluan Pak Harry dengan cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Harry saat dia mencapai orgasmenya. Santipun kemudian meninggalkan Pak Harry, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.


Sementara itu Susan masih dengan bernafsu menikmati kemaluanku yang besar. Memang kalau kubandingkan dengan kemaluan suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, tampak kemaluan Pak Harry sangat kecil dan tertutup oleh lemak perutnya yang buncit itu. Tak heran bila istrinya sangat menikmati kemaluanku.

Tak lama Santipun kembali muncul di ruang itu, dan menghampiriku. Susan masih berjongkok di depanku sambil mempermainkan lidahnya di batang kemaluanku. Santi duduk di sampingku dan mulai menciumiku. Dibukanya bajuku dan puting dadakupun dihisapnya. Nikmat sekali rasanya dihisap oleh dua wanita cantik istri orang ini. Seorang di atas yang lainnya di bawah. Sementara Pak Harry tampak menikmati pemandangan ini sambil berusaha membangkitkan kembali senjatanya yang sudah loyo.


Kuangkat baju Santi dan juga BHnya, sehingga buah dadanya menantang di depan wajahku. Langsung kuhisap dan kujilati putingnya. Sementara tanganku yang satu meremas buah dadanya yang lain. Sementara Susan masih mengulum dan menjilati kemaluanku.

Setelah puas bermain dengan kemaluanku, Susan kemudian berdiri. Dia kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya kalung berlian dan hak tingginya saja yang masih melekat di tubuhnya. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dengan puting yang kecil berwarna merah muda. Aku terkagum dibuatnya, sehingga kuhentikan kegiatanku menghisapi buah dada Santi. Susan kemudian menghampiriku dan kamipun berciuman kembali dengan bergairah.


"Ayo isap susu ik " pintanya sambil menyorongkan buah dada sebelah kanannya ke mulutku. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yang kenyal itu. Kuremas, kuhisap dan kujilati sepuasnya. Susanpun mengerang kenikmatan.

Setelah itu, dia kembali berdiri dan kemudian berbalik membelakangiku. Diapun jongkok sambil mengarahkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang berambut tipis itu. Kamipun bersetubuh dengan tubuhnya duduk di atas kemaluanku menghadap suaminya yang masih berusaha membangunkan perkakasnya kembali. Kutarik tubuhnya agak kebelakang sehingga aku dapat menciumi kembali bibirnya dan wajahnya yang cantik itu.

"Eh.. Eh.. Eh.." dengus Susan setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke dalam vaginanya. Aku terus menyetubuhinya sambil meremas-remas buah dadanya dan sesekali menjilati dan menciumi pundaknya yang mulus.

Sementara itu Santi bersimpuh di ujung sofa sambil meraba-raba buah zakarku, sementara aku sedang menyetubuhi Susan. Terkadang dikeluarkannya kemaluanku dari vagina Susan untuk kemudian dikulumnya. Setelah itu Santi memasukkan kembali kemaluanku ke dalam liang surga Susan.

Setelah beberapa menit, aku berdiri dan kuminta Susan untuk menungging di sofa. Aku ingin menggenjot dia dari belakang. Kusetubuhi dia "doggy-style" sampai kalung berlian dan buah dadanya yang besar bergoyang-goyang menggemaskan. Kadang kukeluarkan kemaluanku dan kusodorkan ke mulut Santi yang dengan lahap menjilati dan mengulumnya. Benar-benar nikmat rasanya menyetubuhi dua wanita cantik ini.

"Ahh.. Yes.. Yes.. Aha.. Aha.. That's right.. Aha.. Aha.." begitu erangan Susan menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Hal itu menambah suasana erotis di ruangan itu.


Sementara Pak Harry rupanya telah berhasil membangunkan senjatanya. Dihampirinya Santi dan ditariknya menuju sofa yang lain di ruangan itu. Santipun mau tak mau mengikuti kemauannya. Memang sudah perjanjian bahwa aku bisa menikmati istrinya sedangkan Pak Harry bisa menikmati "istriku".

Sementara itu, aku masih menggenjot Susan secara doggy-style. Sesekali kuremas buah dadanya yang berayun-ayun akibat dorongan tubuhku. Kulihat Pak Harry tampak bernafsu sekali menyetubuhi Santi dengan gaya missionary. Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Harry. Rupanya dia sudah mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Santipun tampak kembali pergi meninggalkan ruangan. Sementara aku masih menyetubuhi Susan dari belakang sambil berkacak pinggang. Setelah itu kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan buah dadanya, sambil terus kugenjot vaginanya yang sempit itu.


"Ohh.. Aha.. Aha.. Ohh god.. I love your big cock.." Susan terus meracau kenikmatan.

Tak lamapun tubuhnya mengejang dan dia menjerit melepaskan segala beban birahinya. Akupun sudah hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan kusuruh dia menghisap kemaluanku kembali. Sementara, aku lirik ke arah Pak Harry, dia sedang memperhatikan istrinya mengulumi kemaluanku. Kuremas rambut Susan dengan tangan kiriku, dan aku berkacak pinggang dengan tangan kananku.


Tak lama akupun menyemburkan cairan ejakulasiku ke mulut Susan. Diapun menelan spermaku itu, walaupun sebagian menetes mengenai kalung berliannya. Diapun menjilati bersih kemaluanku.


"Thanks Robert.. I really enjoyed it" katanya sambil membersihkan bekas spermaku di dadanya.

"No problem Susan.. I enjoyed it too.. Very much" balasku.



Setelah itu, kamipun kembali mengobrol beberapa saat sambil menikmati desert yang disediakan. Kamipun berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.

Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Dia diam saja di dalam mobil. Akupun tidak begitu menghiraukannya karena aku sangat puas dengan pengalamanku tadi. Akupun bersenandung kecil mengikuti alunan suara Al Jarreau di tape mobilku.

"We're in this love together.."

"Kenapa sih sayang?" tanyaku ketika kami telah sampai di depan rumahnya.
"Pokoknya Santi nggak mau lagi deh" katanya.
"Habis Santi nggak suka sama Pak Harry. Udah gitu mainnya cepet banget. Santi nanggung nih."



Akupun tertawa geli mendengarnya.


"Kok ketawa sih Pak Robert.. Ayo.. Tolongin Santi dong.. Santi belum puas.. Tadi Santi horny banget lihat bapak sama Susan make love" rengeknya.

"Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang".
"Ah.. Pak Robert jahat.." kata Santi merengut manja.
"Besok khan masih ada sayang" hiburku.
"Tapi janji besok datang ya.." rengeknya lagi saat keluar dari mobilku.
"OK so pasti deh.. Bye"



Sebenarnya aku tidak ada janji dengan siapa-siapa lagi malam itu. Hanya saja aku segan memakai Santi setelah dia disetubuhi Pak Harry tadi. Setidak-tidaknya dia harus bersih-bersih dulu.. He.. He.. Mungkin besok pagi saja aku akan menikmatinya kembali, karena Pak Arief toh masih beberapa hari lagi di luar negeri.

Kukebut mobilku mengarungi jalan tol di dalam kota. Semoga saja aku masih dapat melihat film bagus tayangan HBO di TV nanti. END by CerminHikmat Lihat foto hot terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu " Pamer Toket Gede SMA Paling Nyembul " – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Minggu, 12 Juni 2016

Cerita Ngentot Dengan Tante Dessy

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Tante Girang – Kisah panas skandal dengan tante girang di bandung dengan judul " Cerita Ngentot Dengan Tante Dessy " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Cerita Ngentot Dengan Tante Dessy
Cerita Ngentot Dengan Tante Dessy

Cerita Sex Dewasa Ngentot Dengan Tante Dessy

Cerita Ngentot Gadis - Aku jadi pemuas nafsu tante girang bernama tante Dessy. Skandal sex dengan tante ini telah terjadi beberapa tahun lalu, sewaktu aku masih kuliah di Bandung. Sebagai mahasiswa semester awal sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, saat itu merupakan masa-masa adaptasiku dengan lingkungan sosial maupun lingkungan kampus. Maklum sekian lama hidup ma orang tua, sekarang harus mandiri, semuanya diatur sendiri.

Menginjak semester tiga, aku bermaksud pindah tempat kos yang lebih baik. Ini biasa, mahasiswa tahun pertama pasti dapat tempat kos yang asal-asalan. Baru tahun berikutnya mereka bisa mendapat tempat kos yang lebih sesuai selera dan kebutuhan. Setelah “hunting” yang cukup melelahkan akhirnya aku mendapatkan tempat kos yang cukup nyaman di daerah Dago Utara. Untuk ukuran Bandung sekalipun, daerah ini termasuk sangat dingin apalagi di waktu malam. Kamar kosku berupa paviliun yang terpisah dari rumah utama. Ada dua kamar, yang bagian depan diisi oleh Sahat, mahasiswa kedokteran yang kutu buku dan rada cuek. Aku sendiri dapat yang bagian belakang, dekat dengan rumah utama.

Bapak kosku, Om Bambang adalah seorang dosen senior di beberapa perguruan tinggi. Istrinya, Tante Dessy, wanita yang cukup menarik meskipun tidak terlalu cantik. Tingginya sekitar 163 cm dengan perawakan yang sedang, tidak kurus dan tidak gemuk. Untuk ukuran seorang wanita dengan 2 anak, tubuh Tante Dessy cukup terawat dengan baik dan tampak awet muda meski sudah berusia di atas 40 tahun. Maklumlah, Tante Dessy rajin ikut kelas aerobik. Kedua anak mereka kuliah di luar negeri dan hanya pulang pada akhir tahun ajaran.

Karena kesibukannya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, Om Bambang agak jarang di rumah. Tapi Tante Dessy cukup ramah dan sering mengajak kami ngobrol pada saat-saat luang sehingga aku pribadi merasa betah tinggal di rumahnya. Mungkin karena Sahat agak cuek dan selalu sibuk dengan kuliahnya, Tante Dessy akhirnya lebih akrab denganku. Aku sendiri sampai saat itu belum pernah berpikir untuk lebih jauh dari sekedar teman ngobrol dan curhat. Tapi rupanya tidak demikian dengan Tante Dessy….

“Bagas, kamu masih ada kuliah hari ini?”, tanya Tante Dessy suatu hari.
“Enggak tante…”
“Kalau begitu bisa anterin tante ke aerobik?”
“Oh, bisa tante…”

Tante Dessy tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan mobil Kijang Putih milik Tante Dessy. Di sepanjang jalan Tante Dessy banyak mengeluh tentang Om Bambang yang semakin jarang di rumah.

“Om Bambang itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus saja menerima ditawari jadi dosen tamu dimana-mana…”
“Yach, sabar aja tante.. itu semua khan demi tante dan anak-anak juga,” kataku mencoba menghibur.
“Ah..Bagas, kalau orang sudah berumah tangga, kebutuhan itu bukan cuma materi, tapi juga yang lain. Dan itu yang sangat kurang tante dapatkan dari Om.”

Tiba-tiba tangan Tante Dessy menyentuh paha kiriku dengan lembut,
“Biarpun begini, tante juga seorang wanita yang butuh belaian seorang laki-laki… tante masih butuh itu dan sayangnya Om kurang peduli.”

Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Dessy menatapku dengan tersenyum. Tante Dessy terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bereaksi apa-apa kecuali, takut membuat Tante Dessy tersinggung atau disangka kurang ajar.

Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Dessy tampak segar dan bersemangat. Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi.

“Gas, waktu latihan tadi tadi punggung tante agak terkilir… kamu bisa tolong pijitin tante khan?” katanya sambil menutup pintu mobil.
“Iya… sedikit-sedikit bisa tante,” kataku sambil mengangguk. Aku mulai merasa Tante Dessy menginginkan yang lebih jauh dari sekadar teman ngobrol dan curhat. Terus terang ini suatu pengalaman baru bagiku dan aku tidak tahu bagaimana harus menyikapinya. Sepanjang jalan pulang kami tidak banyak bicara, kami sibuk dengan pikiran dan khayalan masing-masing tentang apa yang mungkin terjadi nanti.

Setelah sampai di rumah, Tante Dessy langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya pintu kamar dan kemudian Tante Dessy langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka. Jelas Tante Dessy sudah memberiku lampu kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita. Tetapi aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya terduduk diam di kursi meja rias.

“Bagas sayang… tolong ambilkan handuk dong…” nada suara Tante Dessy mulai manja.

Lalu kuambil handuk dari gantungan dan tanganku kusodorkan melalui pintu sambil berusaha untuk tidak melihat Tante Dessy secara langsung. Sebenarnya ini tindakan bodoh, toh Tante Dessy sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu? Aku betul-betul salah tingkah. Tidak berapa lama kemudian Tante Dessy keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha. Baru kali ini aku melihat Tante Dessy dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit bengong. Tante Dessy hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat keadaannya.

“Nah, sekarang kamu pijitin tante ya… ini pakai body-lotion…” katanya sambil berbaring tengkurap di tempat tidur. Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal BH dan CD-nya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Dessy dan mulai memijit daerah punggungnya.

“Tante, bagian mana yang sakit…” tanyaku berlagak polos.
“Semuanya sayang… semuanya… dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit lho…nanti Bagas pijit ya…” kata Tante Dessy sambil tersenyum nakal.

Aku terus memijit punggung Tante Dessy, sementara itu aku merasakan penisku mulai membesar. Aku berpikir sekarang saatnya menanggapi ajakan Tante Dessy dengan aktif. Seumur hidupku baru kali inilah aku berkesempatan menyetubuhi seorang wanita. Meskipun demikian dari film-film BF yang pernah kutonton sedikit banyak aku tahu apa yang harus kuperbuat… dan yang paling penting ikuti saja naluri…

“Tante sayang…, tali BH-nya boleh kubuka?” kataku sambil mengelus pundaknya. Tante Dessy menatapku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu betul Tante Dessy sama sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini cuma sarana untuk mengajakku bercinta. Setelah tali BH-nya kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua tanganku ke-arah payudaranya. Dengan hati-hati kuremas-remas payudaranya… ahh lembut dan empuk. Tante Dessy bereaksi, ia mulai terangsang dan pandangan matanya menatapku dengan sayu. Kualihkan tanganku ke bagian bawah, kuselipkan kedua tanganku ke dalam celana dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua pantatnya selama beberapa saat. Tante Dessy dengan pasrah membiarkan aku mengeksplorasi tubuhnya. Kini tanganku mulai berani menjelajahi juga bagian depannya sambil mengusap-usap daerah sekitar vaginanya dengan lembut. Jantungku brdebar kencang, inilah pertamakalinya aku menyentuh vagina wanita dewasa… Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante Dessy.

Sekarang tubuh Tante Dessy tertelungkup di tempat tidur tanpa selembar benangpun… sungguh suatu pemandangan yang indah. Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam lubang kewanitaannya. Aku memejamkan mata dan mencoba bernafas perlahan untuk mengontrol emosiku.

Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Dessy mulai berat, tampaknya dia makin terangsang oleh perbuatanku.

“Mmhh… Bagas… kamu nakal ya…” katanya.
“Tapi tante suka khan…?”
“Mmhh.. terusin Gas… terusin… tante suka sekali.”

Jariku terus bergerilya di belahan vaginanya yang terasa lembut seperti sutra, dan akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi kenyal seperti moci Cianjur. Itu klitoris Tante Dessy. Dengan gerakan memutar yang lembut kupermainkan klitorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang keenakan. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante Dessy.

Kukecup leher Tante Dessy dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya. Sesaat kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Payudaranya cukup berisi dan tampak kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan tersendiri. Tubuhnya putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Dessy pandai merawat tubuhnya. Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang agak basah, entah karena baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu belahan vaginanya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin suaminya bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan keindahan seperti ini.

“Tante seksi sekali…” kataku terus terang memujinya. Kelihatan wajahnya langsung memerah.
“Ah.. bisa aja kamu merayu tante… kamu juga seksi lho Gas… lihat tuh burungmu sudah siap tempur… ayo jangan bengong gitu… terusin pijat seluruh badan tante….,” kata Tante Dessy sambil tersenyum memperhatikan penisku yang sudah mengeras dan menGasgak ke atas.

Aku mulai menjilati payudara Tante Dessy sementara itu tangan kananku perlahan-lahan mempermainkan vagina dan klitorisnya. Kujilati kedua bukit payudaranya dan sesekali kuhisap serta kuemut putingnya dengan lembut sambil kupermainkan dengan lidahku. Tante Dessy tampak sangat menikmati permainan ini sementara tangannya meraba dan mempermainkan penisku.

Aku ingin sekali menjilati kewanitaan Tante Dessy seperti dalam adegan film BF yag pernah kutonton. Perlahan-lahan aku mengubah posisiku, sekarang aku berlutut di atas tempat tidur diantara kedua kaki Tante Dessy. Dengan perlahan kubuka pahanya dan kulihat belahan vaginanya tampak merah dan basah. Dengan kedua ibu jariku kubuka bibir vaginanya dan terlihatlah liang kewanitaan Tante Dessy yang sudah menanti untuk dipuaskan, sementara itu klitorisnya tampak menyembul indah di bagian atas vaginanya. Tanpa menunggu komando aku langsung mengarahkan mulutku ke arah vagina Tante Dessy. Kujilati bibir vaginanya dan kemudian kumasukkan lidahku ke liang vaginanya yang terasa lembut dan basah. “Mmhhh.. aahhh” desahan nikmat keluar dari mulut Tante Dessy saat lidahku menjilati klitorisnya. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua bibirku sambil kupermainkan dengan lidah. Aroma khas vagina wanita dan kehangatannya membuatku makin bersemangat, sementara itu Tante Dessy terus mendesah-desah keenakan. Sesekali jari tanganku ikut membantu masuk ke dalam lubang vaginanya. Cerita Hot Abg

“Aduuh.. Bagasi… enak sekali sayang… iya sayang… yang itu enak.. emmhh .. terus sayang… pelan-pelan sayang… iya… gitu sayang… terus.. aduuh.. aahh… mmhh..” katanya mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke selangkangannya. Tidak berapa lama kemudian pinggul Tante Dessy mulai berkedut-kedut, gerakannya terasa makin bertenaga, lalu pinggulnya maju-mundur dan berputar-putar tak terkendali. Sementara itu kedua tangannya semakin keras mencengkeram rambutku.

“Bagas.. Tante mau keluaar… aah.. uuh..aahh…oooh…. adduuh… sayaaang… Bagasiii…. terus jilat itu Gas… teruus… aduuuh… aduuuh…tante keluaaar…” bersamaan dengan itu kepalaku dijepit oleh kedua pahanya sementara lidah dan bibirku terus terbenam menikmati kehangatan klitoris dan vaginanya yang tiba-tiba dibanjiri oleh cairan orgasmenya. Beberapa saat tubuh Tante Dessy meregang dalam kenikmatan dan akhirnya terkulai lemas sambil matanya terpejam. Tampak bibir vaginanya yang merah merekah berdenyut-denyut dan basah penuh cairan.

“Bagas.. enak banget…. sudah lama tante nggak ngerasain yang seperti ini…” katanya perlahan sambil membuka mata. Aku langsung merebahkan diri di samping Tante Dessy, kubelai rambut Tante Dessy lalu bibir kami beradu dalam percumbuan yang penuh nafsu. Kedua lidah kami saling melilit, perlahan-lahan tanganku meraba dan mempermainkan pentil dan payudaranya. Tidak berapa lama kemudian tampaknya Tante Dessy sudah mulai naik lagi. Nafasnya mulai memburu dan tangannya meraba-raba penisku dan meremas-remas kedua buah bola pingpongku.

“Bagas sayang… sekarang gantian tante yang bikin kamu puas ya…” katanya sambil mengarahkan kepalanya ke arah selangkanganku. Tidak berapa lama kemudian Tante Dessy mulai menjilati penisku, mulai dari arah pangkal kemudian perlahan-lahan sampai ke ujung. Dipermainkannya kepala penisku dengan lidahnya. Wow.. nikmat sekali rasanya… tanpa sadar aku mulai melenguh-lenguh keenakan. Kemudian seluruh penisku dimasukkan ke dalam mulutnya. Tante Dessy mengemut dan sekaligus mempermainkan batang kemaluanku dengan lidahnya. Kadang dihisapnya penisku kuat-kuat sehingga tampak pipinya cekung. Kurasakan permainan oral Tante Dessy sungguh luar biasa, sementara dia mengulum penisku dengan penuh nafsu seluruh tubuhku mulai bergetar menahan nikmat. Aku merasakan penisku mengeras dan membesar lebih dari biasanya, aku ingin mengeluarkan seluruh isinya ke dalam vagina Tante Dessy. Aku sangat ingin merasakan nikmatnya vagina seorang wanita untuk pertama kali….

“Tante… Bagas pengen masukin ke punya tante… ” kataku sambil mencoba melepaskan penisku dari mulutnya. Tante Dessy mengangguk setuju, lalu ia membiarkan penisku keluar dari mulutnya. “Terserah Bagas sayang… keluarin aja semua isinya ke dalam veggie tante… tante juga udah pengen banget ngerasain punya kamu di dalam sini….”

Perlahan kurebahkan Tante Dessy disebelahku, Tante Dessy langsung membuka kedua pahanya mempersilahkan penisku masuk. Samar-samar kulihat belahan vaginanya yang merah. Dengan perlahan kubuka belahan vaginanya dan tampaklah lubang vagina Tante Dessy yang begitu indah dan menggugah birahi dan membuat jantungku berdetak keras. Aku takut kehilangan kontrol melihat pemandangan yang baru pertama kali aku alami, aku berusaha keras mengatur nafasku supaya tidak terlarut dalam nafsu…. Perlahan-lahan kupermainkan klitorisnya dengan jempol sementara jari tengahku masuk ke lubang vaginanya. Tidak berapa lama kemudian Tante Dessy mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, “Bagas sayang.. masukin punyamu sekarang, tante udah siap…”

Kuarahkan penisku yang sudah mengeras ke lubang vaginanya, aku sudah begitu bernafsu ingin segera menghujamkan batang penisku ke dalam vagina Tante Dessy yang hangat. Tapi mungkin karena ini pengalaman pertamaku aku agak kesulitan untuk memasukkan penisku. Rupanya Tante Dessy menyadari kesulitanku. Dia memandangku dengan tersenyum…..

“Ini pengalaman pertama ya Gas….”
“Iya tante….” jawabku malu-malu.
“Tenang aja… nggak usah buru-buru… tante bantu…” katanya sambil memegang penisku. Diarahkannya kepala penisku ke dalam lubang vaginanya sambil tangan yang lain membuka bibir vaginanya, lalu dengan sedikit dorongan ke depan…masuklah kepala penisku ke dalam vaginanya. Rasanya hangat dan basah…. sensasinya sungguh luar biasa.

Akhirnya perlahan tapi pasti kubenamkan seluruh penisku ke dalam vagina Tante Dessy, aah.. nikmatnya. “Aaahh…Bagasi.. eemh…” Tante Dessy berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama. Sekalipun sudah diatas 40 tahun vagina Tante Dessy masih terasa sempit, dinding-dindingnya terasa kuat mencengkeram penisku. Aku merasakan vaginanya seperti meremas penisku dengan gerakan yang berirama. Luar biasa nikmat rasanya…. Perlahan kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Dessy juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Tangannya mencengkeram erat punggungku dan tanganku membelai rambutnya sambil meremas-remas payudaranya yang empuk. Sementara itu bibir kami berpagutan dengan liar….

Baru beberapa menit saja aku sudah mulai merasa seluruh tubuhku bergetar dijalari sensasi nikmat yang luar biasa… maklumlah ini pengalaman pertamaku… kelihatannya tidak lama lagi aku akan mencapai puncak orgasme.

“Tante…Bagas sudah hampir keluar…. aaah…uuh…” kataku berusaha keras menahan diri.
“Terusin aja Gas… kita barengan yaa…. tante juga udah mau keluar… aahh… Bagas… tusuk yang kuat Gas… tusuk sampai ujung sayang… mmhh….”

Kata-kata Tante Dessy membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan penisku berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam vaginanya.

“Aduuh…Bagas udah nggak tahan lagi…” aku benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan penisku terasa membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam vagina Tante Dessy. Sementara itu Tante Dessy juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua.

“Ayoo Gas… tante juga mau…ahhhh…ahhh kamu ganas sekali……. aaaahhh…. Bagasii…. sekarang Gas…. keluarin sekarang Gas… tante udah nggak tahan…mmmhhh”.
Tante Dessy juga mulai kehilangan kontrol, kedua kakinya dijepitkan melingkari pinggulku dan tangannya mencengkeram keras punggungku.

Dan kemudian aku melancarkan sebuah tusukan akhir yang maha dahsyat…

“Tante…aaaa…aaaagh….Bagas keluaaaar…..aagh..” aku mendesah sambil memuncratkan seluruh spermaku ke dalam liang kenikmatan Tante Dessy. Bersamaan dengan itu Tante Dessypun mengalami puncak orgasmenya,
“Bagasii…. aduuuh……tante jugaa….aaaah… I’m cumming honey… aaaahh…..aah….”

Kami berpelukan lama sekali sementara penisku masih tertanam dengan kuat di dalam vagina Tante Dessy. Ini sungguh pengalaman pertamaku yang luar biasa…. aku betul-betul ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan yang indah ini. Akhirnya aku mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, seluruh persendianku terasa lepas dari tempatnya. Kulepaskan pelukanku dan perlahan-lahan kutarik penisku yang mulai sedikit melemah karena kehabisan energi. Lalu aku terbaring lemas di sebelah Tante Dessy yang juga tergolek lemas dengan mata masih terpejam dan bibir bawahnya sedikit digigit. Kulihat dari celah vaginanya cairan spermaku meleleh melewati sela-sela pahanya. Rupanya cukup banyak juga spermaku muntah di dalam Tante Dessy.

Tak lama kemudian Tante Dessy membuka matanya dan tersenyum padaku,
“Gimana sayang…enak?” katanya sambil menyeka sisa spermaku dengan handuk. Aku hanya mengangguk sambil mengecup bibirnya.

“Tante nggak nyangka kalau kamu ternyata baru pertama kali “making-love”. Soalnya waktu “fore-play” tadi nggak kelihatan, baru waktu mau masukin penis tante tahu kalau kamu belum pengalaman. By the way, Tante senang sekali bisa dapat perjaka ting-ting seperti kamu. Tante betul-betul menikmati permainan ini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main lagi mau Gas…?”

Aku hanya diam tersenyum, betapa tololnya kalau aku jawab tidak. Tante Dessy membaringkan kepalanya di dadaku, kami terdiam menikmati perasaan kami masing-masing selama beberapa saat. Tapi tidak sampai 5 menit, energiku mulai kembali. Tubuh wanita matang yang bugil dan tergolek dipelukanku membuat aku kembali terangsang, perlahan-lahan penisku mulai membesar. Tangan kananku kembali meraba payudara Tante Dessy dan membelainya perlahan. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya meraih penisku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat.

“Sudah siap lagi sayang…? Sekarang tante mau di atas ya…?” katanya sambil mengangkangi aku. Dibimbingnya penisku ke arah lubang vaginanya yang masih basah oleh spermaku. Kali ini dengan lancar penisku langsung meluncur masuk ke dalam vagina Tante Dessy yang sudah sangat basah dan licin. Kini Tante Dessy duduk diatas badanku dengan penisku terbenam dalam-dalam di vaginanya. Tangannya mencengkeram lenganku dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam menahan nikmat.
“Aahh…Bagas… penismu sampai ke ujung… uuh…. mmhh… aahhh” katanya mendesah-desah. Gerakan Tante Dessy perlahan tapi penuh energi, setiap dorongannya selalu dilakukan dengan penuh energi sehingga membuat penisku terasa masuk begitu dalam di liang vaginanya. Pantat Tante Dessy terus bergerak naik turun dan berputar-putar, kadang-kadang diangkatnya cukup tinggi sehingga penisku hampir terlepas lalu dibenamkan lagi dengan kuat. Sementara itu aku menikmati goyangan payudaranya yang terombang-ambing naik-turun mengikuti irama gerakan binal Tante Dessy. Kuremas-remas payudaranya dan kupermainkan pentilnya sehingga membuat Tante Dessy makin bergairah. Gerakan Tante Dessy makin lama makin kuat dan dia betul-betul melupakan statusnya sebagai seorang istri dosen yang terhormat. Saat itu dia menampilkan dirinya yang sesungguhnya dan apa adanya… seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi dan haus akan kenikmatan. Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol…

“Bagas… tante sudah mau keluar lagi…. aaah… mmmhh.. uuuughhh…”
“Ayoo tante… Bagas juga udah nggak tahan…”

Akhirnya dengan sebuah sentakan yang kuat Tante Dessy menekan seluruh berat badannya ke bawah dan penisku tertancap jauh ke dalam liang vaginanya sambil memuncratkan seluruh muatan… Tangan Tante Dessy mencengkeram keras dadaku, badannya melengkung kaku dan mulutnya terbuka dengan gigi yang terkatup rapat serta matanya terpejam menahan nikmat. Setelah beberapa saat akhirnya Tante Dessy merebahkan tubuhnya di atasku, kami berdua terkulai lemas kelelahan. Malam itu untuk pertama kalinya aku tidur di dalam kamar Tante Dessy karena dia tidak mengijinkan aku kembali ke kamar. Kami tidur berdekapan tanpa sehelai busanapun. Pagi harinya kami kembali melakukan persetubuhan dengan liar… Tante Dessy seolah-olah ingin memuaskan seluruh kerinduannya akan kenikmatan yang jarang didapat dari suaminya.

Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan. Kadang di kamarku, kadang di kamar Tante Dessy, atau sesekali kami ganti suasana dengan menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Kalau aku sedang “horny” dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Dessy dan mengelus pantatnya atau mencium lehernya. Kalau OK Tante Dessy pasti langsung menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke kamar. Sebaliknya kalau Tante Dessy yang “horny”, dia tidak sungkan-sungkan datang ke kamarku dan langsung menciumi aku untuk mengajakku bercinta.

Semenjak berhasil merenggut keperjakaanku Tante Dessy tidak lagi cemberut dan uring-uringan kalau Om Bambang pergi tugas mengajar ke luar kota. Malah kelihatannya Tante Dessy justru mengharapkan Om Bambang sering-sering tugas di luar kota karena dengan demikian dia bisa bebas bersamaku. Dan akupun juga semakin betah tinggal di rumah Tante Dessy.

Pernah suatu malam setelah Om Bambang berangkat keluar kota, Tante Dessy masuk ke kamarku dengan mengenakan daster. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi selangkanganku. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya dan membaringkannya di tempat tidur. Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Dessy sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai celana dalam lagi. Bibir vaginanya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir. Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak disana, rupanya Tante Dessy baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Dessy belum merasa puas. Langsung saja kubuka celanaku dan penis yang sudah mengeras langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan. Tante Dessy menanggapi tantangan penisku dengan mengangkangkan kakinya. Ia langsung membuka bibir vaginanya dengan kedua tangannya sehingga tampaklah belahan lubang vaginanya yang merekah merah.
“Masukin punyamu sekarang ke lubang tante sayang…..” katanya dengan nafas yang berat dan mata sayu. Cerita ngentot ditaman

Karena aku rasa Tante Dessy sudah sangat “horny”, tanpa banyak basa-basi dan “foreplay” lagi aku langsung menancapkan batang penisku ke dalam vagina Tante Dessy dan kami bergumul dengan liar selama hampir 5 jam! Kami bersetubuh dengan berbagai macam gaya, aku diatas, Tante Dessy diatas, doggy-style, gaya 69, kadang sambil berdiri dengan satu kaki di atas tempat tidur, lalu duduk berhadapan di pinggir ranjang, atau berganti posisi dengan Tante Dessy membelakangi aku, sesekali kami melakukan di atas meja belajarku dengan kedua kaki Tante Dessy diangkat dan dibuka lebar-lebar, dan masih banyak lagi. Aku tidak ingat apa masih ada gaya persetubuhan yang belum kami lakukan malam itu. Dinginnya hawa Dago Utara di waktu malam tidak lagi kami rasakan, yang ada hanya kehangatan yang menggetarkan dua insan dan membuat kami basah oleh keringat yang mengucur deras. Begitu liarnya persetubuhan kami sampai-sampai aku mengalami empat kali orgasme yang begitu menguras energi dan Tante Dessy entah berapa kali. Yang jelas setelah selesai, Tante Dessy hampir tidak bisa bangun dari tempat tidurku karena kakinya lemas dan gemetaran sementara vaginanya begitu basah oleh lendir dan sangat merah. Seingatku itulah malam paling liar diantara malam-malam liar lain yang pernah kulalui bersama Tante Dessy.

Petualanganku dengan Tante Dessy berjalan cukup lama, 2 tahun, sampai akhirnya kami merasa Om Bambang mulai curiga dengan perselingkuhan kami. Sebagai jalan terbaik aku memutuskan untuk pindah kos sebelum keadaan menjadi buruk. Tetapi meskipun demikian, kami masih tetap saling bertemu paling sedikit sebulan sekali untuk melepas rindu dan nafsu. Hal ini berjalan terus sampai aku lulus kuliah dan kembali ke Jakarta. Bahkan sekarang setelah aku beristri, kalau sedang mendapat tugas ke Bandung aku masih menyempatkan diri menemui Tante Dessy yang nafsu dan gairahnya seolah tidak pernah berkurang oleh umurnya yang kini sudah kepala lima. END by Cerita Sex IGO Baca kisah seks bergambar terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu " Cerita Mesum Ngentot Memek Karyawati Di Kantor " – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg

Rabu, 25 Mei 2016

Cerita Seks Pribadi Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Seks – Kisah nafsu panas deskrip dengan judul "Cerita Seks Pribadi Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu" yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati. 

Cerita Sex Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu


Cerita Seks Pribadi Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu
Cerita Mesum Enaknya Ngentot Memekmu di Hari Ultahmu

Cerita Dewasa - Kejadian ini sebenarnya terjadi tahun 1999, bertepatan dengan ulang tahun pacarku yang ke 20. Pacarku bernama Marini, dia wanita blasteran Menado-Belanda. Tentu saja wajahnya sangat cantik, ukuran tubuhnya adalah, tinggi 172 cm, berat 55 kg, payudara 38B. Payudaranya sangat seksi dan besar, belum lagi kulitnya yang putih bersih. Pokoknya dia mampu membuat saya gemetaran. Aku sendiri berumur 25 tahun, ciri-ciriku adalah, tinggi 178 cm, berat 68 kg, kulitku sawo matang, dan aku berasal dari Jawa. Sebenarnya aku sangat beruntung mendapatkan Marini, tapi selama 4 bulan pacaran, aku tidak pernah menyentuhnya lebih jauh. Aku hanya menberikan ciuman dan pelukan, aneh bukan..? Tetapi itu semua karena gaya pacaranku memang demikian. Aku tidak ingin merusak pacarku sendiri.

Cerita Sex - Marini kekasihku adalah wanita yang sempurna. Dia selalu memakai baju-baju ketat dan terbuka. Tentu saja keseksian tubuhnya akan terlihat jelas dan membuat semua pria ingin melahap tubuhnya, apalagi aku sebagai pacarnya. Orang-orang pasti berpikir bahwa aku pernah menyetubuhinya. Itu semua tidak benar, karena aku selalu mengendalikan diriku dan selalu menolaknya jika dia mulai menggodaku dan bermesra-mesraan denganku. Penolakan itu ternyata berakibat fatal, karena Marini mulai gencar melakukan gaya-gaya yang membuatku bergairah. Aku mulai merasa dia menjadikanku sasaran kepenasarannya. Mungkin karena sikap dinginku kepadanya. Aku bisa melihat dengan jelas kedua mata indahnya itu seakan memelas agar aku mau menyentuhnya dan membawanya ke surga kenikmatan. Tetapi tetap saja aku tepis.

Cerita Mesum - Hingga akhirnya, ketika Marini akan berulang tahun dan merayakannya hanya denganku. Dia menyuruhku datang ke villa keluarganya, tentu saja tidak ada siapa-siapa kecuali pembantunya. Lalu pada malam harinya, aku datang dengan membawa seikat bunga untuk Marini. Pembantunya mempersilahkan aku duduk di ruang tengah, sementara itu dia memanggil Marini majikannya. Tiba-tiba dalam kesendirianku, aku dikejutkan dengan ciuman yang mendarat di pipi kananku dari belakang.
“Eh.., udah datang..!” ucap Marini sambil duduk di sebelahku.

“Iya.., met ultah sayanku..” jawabku sambil memberikan bunga yang kubawa untuknya.
Kedua mataku sibuk memperhatikan Marini, karena penampilanya sungguh luar biasa. Dia cantik sekali dengan pakaian sackdress-nya. Aku tidak mempedulikan ocehan Marini, karena konsentrasiku kini pada tubuhnya yang sexy. Aku tahu kalau Marini tidak memakai BH karena putingnya tercetak jelas. Hampir saja aku menggigit lidahku karena disuguhkan pemandangan seperti itu.
Marini yang terdiam rupanya memperhatikanku dan tersenyum genit.

Dia mendekatiku dan membisikkan kata-kata, “Aku akan memberikannya padamu sayangku..”
Ucapannya itu membuat aku berdebar-debar. Kemudian Marini berjongkok di antara kedua kakiku. Aku bisa melihat pahanya yang mulus dan CD-nya yang berwarna cream tersembul disana. Aku terhipnotis, dan tanpa kusadari batang kemaluanku mulai hidup. Marini membuatku gila karena dia mulai mengusap-usap batang kejantananku dari balik celanaku. Tetapi usapannya itu telah mampu membangkitkan batang kejantananku yang semakin tegang.

Marini mulai membuka resleting celanaku, dan nampaklah kepala batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Marini terus menarik celanaku dan CD-nya, hingga aku telanjang. Aku merasakan tanganya yang halus mulai mengusap-usap batang kejantananku.
“Uh..” aku merasakan getaran kenikmatan telah muncul.
Kemudian Marini mengulumnya, menjilatinya dari ujung hingga pangkal batang kemaluanku. Aku mulai tidak tahan, nafasku memburu saat kocokan-kocokan mulutnya mulai beraksi. Kedua tanganku menyentuh payudaranya dan aku mulai meremasnya.
“Akhh..” aku mendesah tidak karuan.

Marini memang pintar, dia menghisap kontolku dengan kuat.
“Slurrpp.. slurrpp.. ” yang membuatku semakin gila.
Kuelus-elus tengkuknya dengan tangan kiriku, sedangakan tanganku yang kanan masih meremas-remas payudaranya. Aku menikmati perlakuannya hingga aku merasa akan mengeluarkan sesuatu.

“Sayang.. aku mau keluar..” ucapku padanya.
Marini seakan mengerti, dia menghisap batang kejantananku dengan cepat dan, “Akh.., Crot.., crott.., crott..” terlontarlah spermaku di dalam mulutnya.
Tanpa merasa jijik, dia menelannya. Kemudian dia mulai membersihkan kejantananku dengan jilatan-jilatannya. Cerita Hot
Setelah bersih, Marini bangkit dan mendorongku ke sofa untuk bersandar. Kemudian dia mulai menciumku, aku pun membalasnya. Kupagut bibirnya yang sensual itu sambil kuelus punggungnya. Aku memainkan lidahku di dalam mulutnya. Kusandarkan tubuhnya di sofa, dan aku segera turun dan berjongkok tepat di antara kedua pahanya yang sudah dibuka Marini lebar-lebar. Kuciumi Marini terus menerus, kemudian lehernya kujilati dengan lembut.

“Ahh.. ahh..” desahan-desahan mulai keluar dari bibirnya.
Aku menarik resleting bajunya dan kuturunkan, hingga nampaklah payudara 38B-nya yang luar biasa itu. Aku tidak tinggal diam, aku mulai menjilatinya.
“Slurrpp.. slurrpp.. ssh..”
Aku kecup payudaranya yang besar itu, “Cup.. cup..”
Marini mengeluarkan lenguhan-lenguhan kenikmatan, “Oh.., oh.. sayang..”
Aku teruskan dengan menghisap payudaranya kuat-kuat.
Marini mendesis, “Ohh..,” sambil menjambak rambutku.
Kemudian kupilin-pilin putingnya yang sudah keras itu.
“Ohh.., akhh.., sshh..” nampaknya Marini menikmatinya.
Aku mulai turun ke CD-nya, kuturunkan berikut dengan bajuku juga. Hingga nampaklah vaginanya yang sudah basah. Aku langsung menjilatinya.

“Slurrpp.., slurrpp.., oh.. oh..” desahan Marini membuat aku semakin tegang.
Kuteruskan jilatanku, kumainkan lidahku di dalam liang kewanitaannya.
“Akhh..,” jeritannya yang bersamaan dengan pahanya yang menjepit kepalaku dengan kuat.
Tubuhnya bergerak kesana kemari. Aku tidak memperdulikannya dan terus menjilatinya. Kuhisap dan kusedot liang kenikmatannya yang sudah basah itu dengan kuat-kuat. Kemudian klitorisnya kuemut dengan kuat.
“Okhh.., ohh..,” lenguhnya panjang, “Sayang.., masukkan.., masukkan..!” pinta Marini memohon.
Aku tidak menyia-nyiakannya, kuludahi batang kejantananku dengan air liurku dan kuarahkanpada liang senggamanya yang sudah banjir oleh cairan kewanitaanya.
“Ohh.., aoohh..” Marini mendesah tidak karuan saat kepala kejantananku kugesek-gesekkan di bibir vaginanya.
Kemudian kudorong batang keperkasaanku untuk masuk lebih dalam, tapi Marini berteriak, “Sayang.., sakitt..” wajahnya meringis kesakitan.

Aku menenangkannya dan mulai memasukkanya lagi tanpa mempedulikan jeritan-jeritan dari bibir Marini.
“Bless.., ss.. ohh..” aku diam tidak bergerak saat batang kemaluanku sudah terbenam dalam liang senggamanya.
Setelah Marini sedikit tenang, aku mulai menarik sedikit batang kejantananku.
“Akh.., akh..” Marini terus merintih.

Aku sendiri sedang merasakan nikmatnya jepitan bibir vaginanya yang membuat batang keperkasaanku berdenyut-denyut tidak karuan. Kumulai memaju-mundurkan batangku di dalam liang senggamanya. Masuk, keluar, masuk, keluar.
“Ohh.., enak.. okhh..” itulah kata-kata yang kutangkap dari suara-suara yang Marini keluarkan.
Kami mulai terbiasa melakukannya, pinggul Marini terus bergoyang kesana kemari dengan teratur. Gerak maju mundur batang kejantananku mulai kupercepat.

“Akh.., oh.., sayang.. Aku mau keluar..!” teriak Marini.
Kecepatanku kunaikkan 2 kali lipat, karena aku sendiri pun mengalami hal yang sama dengannya.
Dan akhirnya, “Crot.., crott.., crott..”
Kami berteriak keras sambil berpelukan, “Aakhh..”
Kami mencapai orgasme bersamaan.

Dengan sisa-sisa tenagaku yang terakhir, kubopong tubuh Marini dan kubawa masuk ke kamarnya. Kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan aku mulai menciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan kuat. Kumainkan lidahku di putingnya. Marinimendesah kenikmatan, nafasnya mulai tidak beraturan. Aku meneruskan jilatanku di payudaranya, kuputar ke kiri serta ke kanan, kuhisap kecil.

“Okh..,” rintihanya membuatku semakin menggebu-gebu.
Kutarik putingnya dengan bibirku.
“Okh..,” Marini terus mendesah, kedua tanganya mengelus-elus punggungku.
Aku semakin bernafsu, kubuka mulutku lebar-lebar dan kuhisap payudara kanannya.
“Slurrpp.., slurpp..” terdengar suara kenikmatan dari hisapanku, sedangkan tanganku yangsatunya meremas-remas payudara kirinya dengan kasar.

Aku melihat kedua mata Marini yang terpejam. Tetapi bibirnya tidak berhenti merinti-rintih kesakitan dan kenikmatan. Sementara itu batang kejantananku sendiri sudah menegang keras. Kuhentikan hisapanku, lalu kutarik kedua kakinya ketepian tempat tidur hingga menyentuh lantai. Maka nampaklah vaginanya yang basah. Aku mengambil posisi berjongkok dan mulai menciumiselangkanganya dengan teratur.

“Okh.., sayang.., akhh..” itulah kata-kata yang kudengar dari bibir Marini saat lidahku menyentuh bibir kemaluannya.
Kujilati dan terus kuhisap-hisap cairan kewanitaanya, kemudian kugigit klitorisnya. Marini menjerit keras, badannya mengelinjang ke kanan.

“Ohh.., ohh.., sayang.. enakk..” desahnya.
Aku terus menambah kecepatan hisapanku dan terus mengocok liang senggamanya, menjilatinya dan menghisapnya dalam-dalam.
“Ohh.., sshh.., sshh.. Aku keluarr..!” teriak Marini keras.
Aku bersiap-siap untuk menelan cairan yang tersembur dari lubang kenikmatannya. Kemudian kubersihkan cairan-cairan yang masih tertinggal di bibir liang surganya.
Aku bangkit dan naik ke tempat tidur, sekarang posisi kami adalah 69. Marini memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya dan mengocok-ngocoknya. Aku merasakan jilatan-jilatannya yang mampu membuatku merem melek. Dia terus menyedot-nyedot kepala kemaluanku dengan kuat.

“Akhh..,” desisku.
Aku seakan melayang-layang, entah dimana. Sungguh luar biasa apa yang kurasakan itu. Aku membalas perlakuan Marini dengan menjilati dan menggigit klitorisnya. Sontak tubuh Marini bergerak-gerak. Aku yang mulai merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan sesuatu, langsung menariknya dari mulut Marini. Kubuka lebar-lebar liang vaginanya.
Kuhujamkan batang keperkasaanku pelan-pelan dan, “Bless.., ohh..” desisku.
“Crot.., crot..” spermaku menyemprot ke dasar liang senggamanya.

Tubuhku lemas, tetapi itu hanya sekitar 5 menit.
Aku bangkit dan mencabut batang kemaluanku dari liang senggamanya.
“Ahh..,” desah Marini yang lemas tidak berdaya.
Kubuka pahanya lebar-lebar dan mulai menjilatinya lagi. Lidahku menari-nari di dalam liang kenikmatannya. Perlakuanku itu menbuat Marini menggelinjang tidak karuan, nafasnya kembali naik. Kuhisap klitorisnya yang masih membesar itu, “Slurp.. slurpp..”
Tanganku sendiri sibuk meremas-remas payudaranya. Marini menjerit kesakitan, “Okh.. akhh.. hhshshss..”
Kedua pahanya menjepit kepalaku dengan keras. Aku tetap meneruskan jilatan dan hisapan padakemaluannya.
“Okh.. okh.. sshh..” Marini terus mendesah, “Aku mau keluar..!” ucapnya.
Aku terus menyedotnya semakin cepat dan liar, “Slurpp.., slurpp.. okhh..”
“Cer.. cer..” cairan kemaluannya membanjiri vagina dan wajahku.

Marini tergeletak lemas, dia tidak peduli lagi saat aku membersihkan liang senggamanya dengan menyedot cairan kewanitaanya yang masih tertinggal di bibir vaginanya itu. Tetapi saat aku menyedot klitorisnya, dia memohon agar aku menghentikanya, karena dia sudah tidak kuat lagi, tapi aku tidak memberikan kesempatan kepadanya. Kukocok-kocok lidahku di dalam vaginanya. Mariniberteriak dan meronta-ronta. Kedua kakinya berusaha menendangku dengan sisa tenaganya yang terakhir. Tetapi dengan sigap kupegang kedua pahanya dan terus menghisap vaginanya.

“Okhh.., aahh.., akhh..,” desahan dan teriakkannya membuatku terangsang.
Kulihat Marini mulai menitikkan air matanya, pastilah dia merasa ngilu pikirku, tetapi aku tidakmempedulikannya karena nafsuku sudah di ubun-ubun, batang kemaluanku sendiri sudah berair.

Aku terus menjilati liang kewanitaan Marini dengan cepat.
Tiba-tiba Marini berteriak, “Sayang.. masukkan.. ohh.. masukkan..!” pintanya.
Aku pun tanpa basa-basi, membimbing batang kejantananku yang sudah tegang 1000 volt ke dalamliang senggamanya. Marini sendiri sibuk memegangi kedua pahanya agar memudahkanku menancapkan senjataku. Kugesek-gesekkan kejantananku di liang kewanitaannya, “Sssttrr.. ssrree..”
“Oohh.., ohh.. ohh..” desahan Marini semakin menjadi-jadi.
Kuarahkan batang keperkasaanku ke dalam liang vaginanya, “Bless.. ss..”
Marini mulai menjerit kenikmatan, “Aduh..! aduhh..! oh..!”
Aku sendiri merasakan kenikmatan cengkraman bibir kemaluanya yang kuat itu.
Aku mulai memaju-mundurkan batang kejantananku yang diiringi desahan Marini, “Ohh.. ohh.. enakhh.. enakh..”
Marini menggoyangkan pinggulnya seirama denganku, gerakan kami pun semakin cepat.
“Akhh.. sayang.., Aku mau keluar..” ucap Marini.

Aku terus menggenjotnya, karena aku pun merasakan batang kejantananku akan mengeluarkan spermaku.
Saat kecepatan kami bertambah, akhirnya aku melenguh keras, “Akhh.. Crot.. crott.. crot..” batang kejantananku memuntahkan spermaku di dalam liang senggama Marini.

Bersamaan dengan itu, Marini juga menjerit, “Aaskhh.., ohh.., cer.. cer..”
Tubuhnya mengejang sambil memelukku kuat-kuat. Aku merasakan cairan kewanitaannya membasahi batang kemaluanku. Kisah Bokep
Marini melepaskan pelukannya, tubuhnya menjadi lemas tidak berdaya, begitu juga denganku. Kucabut batang keperkasaanku dari liang senggamanya. Kemudian kubuka pahanya, kujilatisisa-sisa ciran kewanitaanya, lalu kubaringkan tubuhku di sampingnya. Kucium keningnya sambil kupeluk dan kubisikkan kata-kata bahwa aku sangat mencintainya. Marini hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Malam itu, kami melakukanya 3 kali dan kami mengulanginya dimana pun kami berada.

Pengalaman di atas sungguh membuat aku berubah menjadi pria yang tidak dingin lagi, malah aku sangat menyukai seks. END by cerminhikmat.blogspot.com Baca kisah sebelumnya cerita seks bergambar terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu "Cerita Dewasa Service Gratis Plus Ngentot Gadis Bohai " Dan bisa mengobati rasa penasaran sobat semuanya – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot – Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Sex Abg,cerita pengalaman sek, cerita sek anak kuliah, cerita sek hadiah, cerita sek hadiah ulang tahun, cerita sek hadiah dari mama, pengalaman malam pertama pernikahan, ceritasexabg, ngesex di sekolah, asmara gersang, pengalaman asmara, hadiah ulang tahunku, birahi pacarku, hadiah tante

Sabtu, 07 Mei 2016

Cerita Seks Menghisap Putingnya Sampai Merah Dan Bengkak Yang Tak Terlupakan

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Seks Ibu Rumah Tangga – Kisah nafsu panas seorang janda yang lebih bernafsu tinggi dengan sesama wanita dengan judul " Cerita Seks Menghisap Putingnya Sampai Merah Dan Bengkak Yang Tak Terlupakan " yang sudah pasti seru dan dijamin dapat meningkatkan gairah seks, selamat menikmati.
Cerita Seks Tak Terlupakan Dengan Janda Rumah Tangga
Cerita Seks Tak Terlupakan Dengan Janda Rumah Tangga

Cerita Seks Tak Terlupakan Dengan Janda Rumah Tangga Sampai Putingnya Merah dan Bengkak

Cerita Sex Janda - Sebenarnya aku malu menceritakan kejadian yang sampai sekarang masih sering kulakukan ini. Aku adalah seorang ibu rumah tangga dan aku juga punya status sebagai janda. Kehidupan aku cukup baik, karena peninggalan deposito dari suami dan kadang2 ada bisnis jual beli perhiasan dengan teman. Anak aku ada 2 orang dan mereka semua sekolah di Jogya, karena dekat dengan kakek neneknya. Dirumah aku cuma ditemani oleh Surti (pembantu) dan Remi, anjing herder peninggalan suami juga.

Suatu hari teman jual beli perhiasan aku yang bernama Tina datang kerumah. Teman bisnis aku banyak, dengan Tina aku baru kenal kira2 1 bulan yang lalu. Usia wanita itu sama dengan aku dan punya anak satu, wajahnya cukup cantik ditambah dengan make up yang pandai, dan Tina tahu cara merawat tubuh dengan baik, aku mendengar dari teman2 bahwa dia sangat pandai dalam berbisnis perhiasan, apalagi ditambah kepandaiannya berbicara merayu pembeli. Tina datang kerumahku hari itu untuk menitipkan perhiasan yang hendak dijual, biasanya kami suka bertemu direstoran padang langganannya, tumben hari ini dia datang mengunjungiku.

“Halooo Rin…….apa khabar nih???” aku tersenyum senang sambil membalas salam Tina.
“Tumben, kok bisa nyasar kesini Tin?”
“Kangen aku tidak ketemu kamu 2 minggu”
“Ahhhh….bisa aja….ayo masuk, maaf ya rumah aku berantakan dan kecil” aku mempersilahkan Tina masuk keruang tamu.
“Ah rumah kamu bagus kok, dilingkungan elite lagi” Komentar Tina sambil duduk disofa.
“Seperti yg tadi kukatakan di telepon, aku ingin menitipkan perhiasan ini untuk kamu jualin, soalnya lusa aku akan keluar kota dengan suamiku” Kulihat Tina mengeluarkan kantong beludru hitam dari dalam tasnya.
“Lebih baik dikamar saja Tin, soalnya si Surti ada di dapur” Ajak aku. aku selalu berhati2 dalam berbisnis di bidang ini. Tina mengikuti masuk kekamar aku. Lalu kami duduk diatas ranjang dan Tina mengeluarkan semua isi kantung beludru itu. Perhiasan bertahtakan berlian terpampang diatas ranjang, berkilauan. aku kuatir juga melihat perhiasan banyak begitu, aku mengambil salah satu kalung yang paling indah.

“Waah indah sekali kalung ini” Kataku, lalu aku mencoba memasangnya dileherku.
“Sini aku bantu” Tina beranjak kebelakangku, lalu tangannya berusaha mengaitkan kunci kalung itu.
“Leher kamu bagus sekali Rin” Ujar Tina, kurasakan leherku dibelainya, bulu romaku jadi berdiri, perasaanku jadi nggak enak. Lalu tangan Tina membelai pipiku, sementara tangannya yang lain menelusuri leherku terus merayap menuju dadaku.

“Tin….jangan gitu ah…..aku jadi geli nih” Tapi Tina tidak menjawab. Tiba2 aku merasakan pipi kiriku panas, aku menoleh, belum sempat aku sadar apa yang membuat panas pipiku, bibir Tina sudah menyambar bibirku. Aku gelagapan dan aku berontak berusaha menghindar, tapi Tina seperti kesetanan, ia terus menekan mulutnya ke mulutku. Dan kurasakan buah dadaku diremas olehnya. Aku benar2 terkejut sekali dengan perlakuan seperti itu, aku mencoba mendorongnya, tapi tubuhnya sudah menindih tubuhku. Aku menendang dan Tina melepaskan pelukannya. Aku berusaha membetulkan letak buah dadaku yang tadi sampai keluar dari BH. Tina memandangku dengan mata yang redup.

“Sori Rin…..sejak kenal denganmu aku merasa kamu sangat merangsang sekali” Aku terdiam sambil menahan amarah.
“Kok kamu gitu sih? Kan kamu sudah punya suami??? Teganya kamu….” Sergahku sambil memelototinya. Tina memandangku dengan pandangan yang makin redup.
“Aku lebih bernafsu dengan wanita sepertimu, lagi pula suamiku tidak pernah bisa memuaskanku, belum apa2 sudah loyo sehingga selama perkawinan aku belum pernah merasakan kepuasan”
“Tapi dengan modal kecantikanmu kan kamu bisa cari laki2 lain utk memuaskanmu!”
“Aku tidak merasakan kenikmatan seperti kalau dengan wanita, aku ingin kamu juga mencoba merasakannya Rin” Jawab Tina sambil mendekatiku. Aku beringsut mundur kekepala ranjang.
“Tapi aku tidak pernah lesbian begitu” Hatiku berdebar2 memperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi bila Tina menyergapku seperti tadi.
“Jangan takut Rin, aku tidak akan memaksamu, cuma aku ingin kamu mengijinkanku menciummu sekali saja, tolonglah…..” Hatiku makin tak keruan, sudah lama sekali aku tidak pernah dijamah oleh laki2 apalagi perempuan. Mendengar kata cium saja, aku sudah merasa tidak keruan. Lagi pula apa salahnya dicium Tina, apalagi mulutnya tidak bau. Aku tahu hati kecilku bersikap pasrah.
“Baiklah…..tapi sekali saja, dan jangan macam2 ya” Jawabku. Tina lalu mendekatiku lalu tangannya merangkul leherku, lalu bibirnya mencium mulutku dengan lembut, perasaanku tak keruan merasakan ciuman itu, aku memberanikan diri membalas ciumanya. Lalu kurasakan lidah Tina menjalar masuk kedalam mulutku mencari2 lidahku. Yang kurasakan kemudian adalah perasaan aneh dan gamang yang tidak dapat dilukiskan. Kurasakan hembusan napas Tina yang panas dipipiku dan lumatan mulutnya yang begitu merangsang birahi.

Hampir 3 menit kami berciuman dan aku tahu kemaluanku sudah basah karena nafsu. Sekarang aku benar2 pasrah waktu Tina menjilati leherku dengan lembut, tangannya melepaskan tali daster dipundakku, lalu dengan lembut buah dadaku yang masih tertuutp bh diremas2.
“Tiin…..jangan ah….malu Tin” Aku berusaha mencegah setengah hati. Dan Tina tahu aku tidak benar2 ingin menghentikan aktivitasnya.Aku merasakan tangan kirinya masuk kedalam celana dalamku, dan jari2nya memainkan klitorisku, kadang2 dicubit2 kecil, benar2 sensasi yang hebat sekali. Tanpa kusadari aku juga sedang meremas2 pantat Tina. Tubuhnya menindih tubuhku dan kurasakan buah dadanya yang berukuran sedang menekan buah dadaku yang memang dari dulu tergolong besar. Tiba2 aku baru sadar Tina sudah setengah telanjang, cuma memakai cd saja, sedangkan aku benar2 bugil total. Tubuh Tina berbau harum, entah parfum apa yang dipakainya, tapi wangi tubuhnya menambah getaran berahiku. Tanganku menjalar melepaskan celana dalamnya, lalu kulihat sekilas kemaluannya berkilat tanpa sehelai bulu, rupanya bulunya dicukur rutin. Jari2ku masuk kedalam lubang kemaluannya lalu kutusuk2 dengan lembut. Tina merintih keenakan, tangannya makin dalam beroperasi dilubang kemaluanku. Aku juga merintih keenakan. Aku tidak tahu ternyata wanita dengan wanita dapat saling memuaskan dalam urusan sex.

Sekarang Tina sedang menghisap puting buah dadaku, sementara tangannya yang lain terus bermain di klitorisku. Aku merasakan Tina mulai menciumi perutku, lalu memainkan lidahnya di pusarku, aku kegelian, tak lama kemudian lidahnya sudah menjilati kemaluanku.
“Tin jangan disitu ah……kan jorok” Bisikku sambil berusaha mendorong kepalanya. Tapi Tina malah makin merenggangkan pahaku dan klitorisku dhisap2 olehnya, kadang2 lidahnya masuk keluar dalam lubang kemaluanku. Aku sudah tak dapat berpikir sehat lagi, yang kurasakan cuma kenikmatan yang tiada taranya. Tahu2 didepan wajahku sudah ada kemaluan Tina, kedua lututnya ada dikiri kanan kepalaku. Tina tidak menurunkan pinggulnya, jadi aku dapat dengan jelas melihat kemaluanya yang botak. Bibir kemaluannya berwarna merah kehitaman dan kulihat klitorisnya cukup besar menonjol bertengger diatas bibir kemaluannya. Aku menyibak bibir kemaluan Tina, dan kulihat kemaluannya basah sekali oleh lendir yang bening, aku lalu menusuk2 kemaluan itu dengan telunjuk, jari tengah dan jari manisku, kadang2 dengan kelingking juga. Lubang kemaluan Tina sudah agak kendur, mungkin punyaku juga sama. Aku ragu2 mejilat kemaluannya, soalnya aku belum pernah menjilat kemaluan sesama wanita. Tina terus mengeluar masukkan lidahnya dilubang kemaluanku, aku sudah tak tahan lagi.

“Tin….aku hendak keluarrrr…..” Tubuhku bergetar hebat, kurasakan lidah Tina masuk makin dalam kedalam kemaluanku, dan aku merasakan orgasme yang hebat sekali. Sepertinya ini yang paling enak semenjak aku menikah. Tina masih terus menjilati lendirku, aku juga tak perduli lagi, kuraih pinggul Tina lalu ketarik sampai wajahku terbenam disela2 pahanya. Tercium bau yang sama dengan bau kemaluanku. Kujilat2 klitorisnya lalu kumasukkan juga lidahku kedalam lubang kemaluannya, kurasakan lendir asin masuk kedalam mulutku. Aku tidak perduli lagi. Lalu kurasakan ada yang geli di lubang pantatku.

“Aduh Tin jangan disitu dong…..jorok kan?” Kurasakan lubang pantatku berkerut ketika lidah Tina berusaha menerobos masuk. Kemudian aku tak perduli juga, karena aku merasakan kenikmatan yang sama, aku juga melakukan hal yang sama dengan Tina. Kutusuk2 lubang pantatnya dengan lidahku, lubang yang kehitam2an itu jadi becek oleh air liurku dan lendir kemaluannya. Tiba2 Tina seperti tersentak lalu beku…….mulutnya mengeluarkan jeritan kecil, lalu kurasakan ia menekan lubang memeknya makin dalam kewajahku dan menggoyang2kan pinggulnya sehingga hampir seluruh wajahku tersapu oleh kemaluannya.

“Aduuuuh riiin…..enak sekaliii….” Ia memeluk erat2 pinggulku, klitorisku digigit2 kecil olehnya. Tak lama kemudian tubuhnya melemas lalu betul2 lemas sehingga aku tidak bisa bernapas karena tekanan kemaluannya diwajahku. Keringatnya bergulir turun masuk kedalam mulutku. Aku juga benar2 puas sekali.

Kemudian Tina bangun lalu mencium mulutku, kami kembali bergelut sambil mendesah2. Tina menempelkan kemaluannya pada kemaluanku, lalu menggosok2nya. Kira2 15 menit kami berciuman sambil berpelukan erat sampai aku tak merasa kalau aku tertidur.

Entah berapa lama aku tertidur, samar2 aku seperti mendengar suara Remi. Aku membuka mataku dan……astaga!!! Kulihat Tina sedang bergelut dengan Remi dilantai kamarku yang beralaskan karpet biru. Kulihat Tina sedang menjilat2 kemaluan Remi yang sudah keluar dan berwarna merah sekali. Mulut Tina berlumuran cairan yang keluar terus dari kemaluan anjing itu, dan anjing itu bersuara kecil sepertinya keenakan kemaluannya dihisap oleh Tina. Kemaluan Remi cukup besar, mungkin karena anjing herder dan cairan seperti lendir itu terus keluar menetes netes, dan Tina mencerucup cairan itu……

“Tin!! Gila kamu……kok sama Remi sih???” Aku memberondong Tina. Tapi lagi2 Tina tidak menjawab, yang kulihat kemudian ia berusaha menuntun kemaluan Remi memasuki kemaluannya. Dan Kudengar rintihan Tina ketika kemaluan yang cukup besar itu masuk kedalam lubang kemaluannya. Kulihat Remi menggerakkan bokongnya dengan amat cepat, lalu tidak berapa lama kemudian terdengar Remi mendeking halus lalu dari sela2 kemaluan Tina kulihat cairan merembes keluar banyak sekali, seperti air kencing tapi juga seperti lendir yang encer. Kulihat Tina mengerang2 lalu tangannya meraih kemaluan Remi dan dimasuk keluarkan sendiri olehnya. Melihat pemadangan itu tubuhku kembali bergidik, ada perasaan aneh merayap kedalam jiwaku. Aku tahu bahwa aku terangsang oleh aksi Tina. Tanpa sadar aku juga turun kelantai dan kepalaku mengarah menuju selangkangan Tina. Kulihat dari dekat kemaluan Remi masih digerak2an Tina keluar masuk dalam kemaluannya, dan dari kemaluan hewan itu masih terus menetes lendir, sedangkan kemaluan Tina kulihat sudah merah sekali, juga kulihat lendir Remi memenuhi kemaluan Tina.

“Rin….dijilat Rin….tolonglah Rin” Rintihan Tina makin merangsang nafsuku. Seperti ada yang mendorong, kepalaku segera menyusup keselangkangan Tina. Pelan2 kujilat kemaluan Tina yang sangat banjir itu. Aku merasa cairan kemaluan Remi terasa asin sekali, tapi baunya tidak menyengat. Seperti kesetanan aku menghirup dan mencelucupi kemaluan Tina. Persis seperti Remi jika sedang minum air. Lidahku menguak bibir kemaluan Tina, lalu masuk menjelajahi seluruh dinding vaginanya.

“Riiiiiiinnnnnn……….” Tina merengek hebat,pinggulnya terangkat menekan mulutku. Aku tak perduli lagi. Kemudian aku berpindah menghisap kemaluan Remi, kumasukkan seluruh kemaluannya kedalam mulutku. Penis Remi terasa panas dalam mulutku dan aku mencium bau hewan itu, tapi pikiranku sudah gelap yang ada hanya nafsu yang selama ini terkubur dalam2 dan kini meledak tak terbendung.Aku tahu aku bakalan menyesali perbuatanku setelah ini.

Aku terus menjilat dan mengulum penis Remi. Anjing itu mendeking2 pelan, kadang2 berusaha menghindar, tapi Tina memegang kedua kakinya dengan erat. Tak lama kemudian dari penis Remi menyembur cairan panas kedalam mulutku. Kumasukkan seluruh penis Remi lalu kusedot2, anjing itu mencoba memberontak, entah kenikmatan atau kegelian. Tina memajukan wajahnya lalu kami saling berciuman, kukeluarkan sebagian cairan Remi kedalam mulutnya. Wajah kami sudah basah oleh cairan encer itu.

Sekarang aku berbaring dibawah Remi, kemudian Tina mulai menghisap kemaluan Remi agar nafsu Remi kembali. Setelah itu Tina mencoba memasukkan penis Remi kedalam vaginaku. Ternyata penis itu kebesaran untuk lubang vaginaku. Mungkin lubang vaginaku menciut sepeninggal suamiku yang meninggal 4 tahun yang lalu. Kepala penis Remi yang meruncing itu masuk sedikit, tiba2 Remi mendorong keras sambil menusuk2 cepat sekali. Aku merasa agak perih, tapi kemudian kurasakan kenikmatan yang tak terbayangkan, lubang vaginaku seperti ditusuk oleh mesin penggerak yang amat cepat. Aku tak tahu bagaimana melukiskannya sampai aku mencapai orgasme yang sangat hebat. Seluruh rambut ditubuhku seperti berdiri tegak membuatku merinding. Tak lama kemudian aku merasakan cairan panas menyemprot dalam vaginaku, aku berusaha mengeluarkan penis Remi, tapi hewan itu seperti tak perduli, aku pasrah membiarkan seluruh cairannya keluar dalam vaginaku. Kemudian Tina menyuruhku jongkok diatas wajahnya. Tina melumat vaginaku dengan penuh nafsu, kulihat dari vaginaku mengalir cairan Remi yang tersisa, mengalir seperti air kencing masuk dalam mulut Tina. Akupun tidak mau ketinggalan, kulumat juga vagina Tina yang sekarang sudah agak lembab dan lengket.

Hari itu aku dan Tina bersetubuh 3 kali, pagi, siang dan malam hari. Aku tak mengerti lagi apakah aku ini normal atau tidak. Yang pasti kebutuhan yang selama ini tak tersalurkan, kini menemukan muaranya. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku yang mungkin bertentangan dengan agama yang kuanut, tapi aku terus menerus melakukannya dengan Tina. Seolah2 kami sudah tak terpisahkan. Tina selalu mempunyai ide2 yang baru dalam setiap permainan kami. Aku juga tak tahu apakah aku harus berterima kasih padanya atau mengutuknya. Dan belakangan aku Tina mengatakan bahwa hampir semua ibu2 yang kukenal pernah diajak berlesbi olehnya.

END by cerminhikmat.blogspot.com Baca kisah seks bergambar terbaru menyebabkan meningkatnya birahi Seks mu " Ngentot Gratis Dengan Sepupu Istriku Yang Cantik " – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot –

Tags: Kumpulan Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex 2016, Cerita Panas, Cerita Seks Tak Terlupakan, Cerita Sex Lesbi, Cerita Sex Janda